Makanan sehat untuk mental yang sehat

25 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Nutrisi yang seimbang berperan penting dalam pola pikir dan perilaku kita sebagai manusia. Hal ini disebabkan makanan yang masuk ke tubuh dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, kapasitas memori, dan emosi makhluk hidup.

Neurotransmitter, zat yang berfungsi mengantarkan sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, berpartisipasi secara aktif dalam mengatur kemampuan mental dan emosi kita. Interaksi antara neurotrasmitter dan makanan yang berbeda dapat menghasilkan emosi yang berbeda.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kita makan dapat mempengaruhi komposisi kimia otak, sehingga dapat mengubah mood. 

Makanan dapat mempengaruhi mood melalui banyak cara. Contohnya adalah konsumsi makanan dapat memberikan rasa kenyang dan kekuatan fisik melalui sistem yang mengatur keseimbangan (homeostasis) energi.

Yaitu  gula darah, insulin, dan hormon-hormon lainnya yang berperan dalam memberi sinyal lapar dan kenyang kepada otak. Di sisi lain, konsumsi makanan juga dapat mempengaruhi perasaan bahagia melalui pengeluaran hormon dopamine.

Komposisi nutrisi dalam makanan yang aktif secara biologis juga  dapat mempengaruhi proses persinyalan saraf di bagian-bagian otak yang berperan dalam pengaturan mood, seperti korteks prefrontal, korteks singulata, amigdala, hippocampus, dan striatum. 

Otak manusia bekerja pada tingkat metabolisme yang sangat tinggi, membutuhkan banyak energi dan nutrisi dalam mempertahankan struktur dan fungsinya. Nutrisi yang berperan terutama adalah asam amino, lemak, vitamin, dan mineral.

Sebagai tambahan, penelitian menunjukkan bahwa jaringan saraf di otak yang berperan dalam relaksasi dapat teraktivasi oleh aktivitas saat makan, seperti mengunyah dan menjilat. 

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kebiasaan makan. Salah satunya adalah dengan memperhatikan komposisi makanan yang kita konsumsi.

Pertimbangkan makanan mana yang harus dibatasi dan makanan mana yang harus dimakan lebih banyak. Pola makan sehat yang terdiri dari makanan nabati kaya nutrisi dalam jumlah banyak berhubungan dengan berkurangnya risiko depresi dan kecemasan.

Makanan nabati tersebut mencakup sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan yang kaya omega 3 seperti salmon dan flax seed. Sementara itu, Western-style diet yang tinggi kandungan karbohidrat olahan, makanan olahan, dan minuman manis berkaitan dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.

Seluruh jaringan dan organ dalam tubuh, termasuk otak, dapat berada dalam kondisi sehat dan panjang umur dengan dukungan pola makan yang sehat dan seimbang.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk mulai memperhatikan pola makan, tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan psikis.

Referensi:

  • Don't like a healthy food? try it again (and again). Tufts University Health & Nutrition Letter 2017 06;35(4):1-2. 
  • Huang Q, Liu H, Suzuki K, Ma S, Liu C. Linking what we eat to our mood: a review of diet, dietary antioxidants, and depression. Antioxidants [Internet]. 2019 [cited 2020 May 17];8(9):376. Available from: https://doi.org/10.3390/antiox8090376
  • Hart J. Food and mood: the link between food, feelings, and mood disorders. Alternative and Complementary Therapies [Internet]. 2018 Apr [cited 2020 May 17];24(2):88-90. Available from: https://doi.org/10.1089/act.2018.29159.jha