Kenali dan Deteksi Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 15 Oct 2020

Bagikan

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang & Cara Mengatasinya

Gangguan kepribadian ambang atau yang umum dikenal sebagai borderline personality disorder merupakan salah satu gangguan mental serius yang paling umum dideteksi.

Gangguan kepribadian ambang memengaruhi perasaan atau mood seseorang dan cara berinteraksi dengan orang lain. Gangguan ini seringkali ditemukan pada usia remaja akhir atau awal usia 20-an.

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang

Penyebab gangguan kepribadian ambang belum diketahui secara pasti, namun penelitian menyebutkan beberapa kemungkinan faktor risiko yang menimbulkan gangguan kepribadian ambang. Faktor-faktor risiko tersebut, yaitu:

1. Riwayat Keluarga

Apabila keluarga dekat, yaitu orang tua dan saudara, mengalami gangguan kepribadian ambang, seseorang akan memiliki risiko lebih tinggi memiliki gangguan kepribadian ambang

2. Kelainan Pada Otak

Studi menemukan perbedaan struktur dan fungsi otak pada orang dengan gangguan kepribadian ambang, terutama pada area yang mengontrol impuls dan regulasi emonsi.

Akan tetapi, masih belum jelas apakah perbedaaan struktur tersebut yang menyebabkan gangguan atau gangguan yang menyebabkan perbedaan struktur tersebut.

3. Faktor Lingkungan dan Sosial-Budaya

Seringkali ditemukan penderita gangguan kepribadian ambang mengalami peristiwa traumatis pada masa lampau, seperti:

  • Mengalami kekerasan fisik maupun seksual pada masa kanak-kanak
  • Terpisah dengan orangtua atau pengasuh
  • Sering diabaikan
  • Hubungan keluarga yang tidak baik, dan tinggal dengan pengasuh yang memiliki permasalahan mental atau obat-obatan

4. Memiliki Kepribadian Tertentu yang Meningkatkan Risiko Gangguan Kepribadian Ambang

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Di Masa Pandemi COVID-19, Mudah Dilakukan!

 

Tanda dan Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Secara umum, gejala dari gangguan kepribadian ambang dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu

1. Emosi yang Tidak Stabil

Mengalami perubahan perasaan yang drastis dalam beberapa jam, bahkan beberapa hari, termasuk diantaranya kesenangan yang meluap-luap, kecemasan, dan mudah tersinggung

2. Memiliki Pola Pikir dan Persepsi yang Menyimpang

Penderita gangguan kepribadian ambang memiliki perubahan yang cepat mengenai nilai-nilai dan pandangannya terhadap diri sendiri atau melihat segala sesuatu dengan penilaian sangat baik atau sangat buruk

3. Berperilaku Impulsif

Penderita gangguan kepribadian ambang sering melakukan perbuatan impulsif dan berisiko seperti berjudi, mengakhiri sebuah hubungan yang berjalan dengan baik, keluar dari pekerjaan secara tiba-tiba, dan makan serta berbelanja secara impulsif

4. Memiliki Hubungan yang Intens, Namun Tidak Stabil Dengan Orang Lain

Salah satu contohnya adalah sangat menyukai dan memuja seseorang, namun dapat tiba-tiba membenci orang tersebut

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Ambang

Apabila Anda mengalami gejala-gejala gangguan kepribadian ambang, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi untuk memastikan penyebab dan gangguan yang Anda alami. Pemeriksaan yang dilakukan, antara lain:

  1. Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dialami, perilaku Anda, dampak dari gangguan yang Anda alami terhadap kehidupan, riwayat penyakit, dan riwayat penyakit keluarga termasuk permasalahan mental
  2. Melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan medis lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan lain

Apabila Anda terdiagnosis gangguan kepribadian ambang, Anda akan disarankan untuk melakukan terapi psikologis atau menggunakan obat.

Terapi dapat dilakukan secara berkelompok atau individual. Terapi untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang memerlukan waktu yang cukup lama sehingga dibutuhkan kesabaran.

Namun tak perlu khawatir karena telah banyak penderita gangguan kepribadian ambang yang telah pulih setelah dilakukan terapi. 

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Meditasi Mindfulness: Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental

 

 

Tag :
Referensi

1. Borderline personality disorder [internet]. National Institute of Mental Health; [cited 2020 Jul 22]. Available from: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/borderline-personality-disorder/index.shtml

2. Borderline personality disorder [internet]. UK:NHS; [updated 2019 Jul 17, cited 2020 Jul 22]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/borderline-personality-disorder/

3. Borderline personality disorder [internet]. Mayo Clinic; 2019 Jul 17 [cited 2020 Jul 22]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/borderline-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20370237

4. What is borderline personality disorder? [internet]. WebMD; [updated 2019 Apr 19; cited 2020 Jul 22]. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/borderline-personality-disorder

5. BPD (borderline personality disorder [internet]. Alodokter; [updated 2018 Jun 21; cited 2020 Jul 22]. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/borderline-personality-disorder

Bagikan artikel ini