Bantuan
Bantuan

Kenali Chemical Exfoliation dan Physical Exfoliation

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 27 Aug 2020

Bagikan

Eksfoliasi: Pengertian, Jenis dan Manfaatnya Bagi Kulit

Sebagai bantuan tambahan untuk menambah kemampuan pergantian kulit, kita dapat melakukan proses eksfoliasi. Pada kondisi normal, lapisan epidermis yang merupakan lapisan terluar kulit manusia akan mengalami pergantian setiap 28 hari sekali. Proses ini akan berlangsung sepanjang hidup kita.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, proses pergantian ini pun akan melambat. Inilah yang menyebabkan beberapa masalah seperti kekusaman kulit, hiperpigmentasi, dan bekas jerawat.

Eksfoliasi Beserta Jenisnya

Eksfoliasi sendiri merupakan sebuah proses untuk menghilangkan sel kulit mati menggunakan berbagai alat bantu. Eksfoliasi pun dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu eksfoliasi dengan bahan kimiawi dan eksfoliasi dengan bahan fisik.

Eksfoliasi kimia biasanya menggunakan beberapa agen khusus yang bila terserap dapat “melepaskan” agen perekat pada kulit sehingga mengangkat sel kulit mati, sedangkan eksfoliasi fisik biasanya berfokus dengan menggunakan butiran scrubs yang dapat secara fisik mengikis sel kulit mati. Lalu, manakah yang lebih baik?

Baca Juga: Kulit Kusam Tak Bercahaya, Kenapa?

1. Eksfoliasi Kimia

Eksfoliasi kimia, sesuai dengan namanya, terjadi dengan bantuan bahan kimia. Terdapat beberapa jenis eksfoliator kimia, dan pilihan Anda pun ditentukan oleh tipe kulit yang Anda miliki.

Bila Anda memiliki kulit yang cenderung kering, maka pilihlah alpha hydroxy acids (AHAs) yang biasanya berasal dari buah-buahan yang mengandung gula. AHAs akan “mengupas” lapisan kulit Anda sehingga kulit yang baru dapat terbentuk.

Beberapa contoh dari AHAs adalah asam glikolat, asam laktat, asam malat, dan asam mandelat. Bila Anda memiliki kulit yang cenderung berminyak, maka pilihlah beta hydroxy acids (BHAs) yang bersifat larut dalam lemak.

Karena sifatnya ini, maka BHAs dapat masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Hal ini dapat mengakibatkan tipe kulit kering menjadi makin kering. Contoh dari BHAs adalah asam salisilat. Penggunaan eksfoliasi kimia pun dapat dikombinasikan untuk mengatasi permasalahan yang Anda miliki.

2. Eksfoliasi Fisik

Eksfoliasi fisik terjadi bila terdapat penggunaan granul yang dapat secara fisik mengikis lapisan sel kulit mati. Beberapa agen yang digunakan biasanya adalah biji buah-buahan yang dihaluskan, kacang-kacangan, gula dan lain sebagainya.

Biasanya, hasil dari eksfoliasi fisik lebih instan. Perlu diwaspadai pula bahwa penggunaan produk dengan granul yang berukuran terlalu besar dapat menyebabkan micro-tears. Micro-tears adalah penampakan tersobek-sobek pada kulit bila dilihat di bawah mikroskop.

Cara Memilih Metode Eksfoliasi yang Tepat

Untuk memilih metode yang tepat, maka semua kembali ke jenis kulit dan preferensi Anda. Bila Anda memiliki kulit sensitif, dapat dilakukan eksfoliasi kimia dengan frekuensi jarang dan dosis rendah atau kain lap lembut.

Hal yang sama juga berlaku untuk kulit kering. Bila kulit Anda berminyak, maka Anda dapat memilih jenis eksfoliasi apapun karena kulit berminyak lebih tahan terhadap berbagai jenis eksfoliasi. Dengan kulit kombinasi, maka Anda dapat membagi eksfoliasi menjadi dua bagian untuk masing-masing bagian kulit.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Manfaat Collagen Untuk Kulit

 

Referensi:

1. Smith WP. Comparative effectiveness of alpha-hydroxy acids on skin properties. Int J Cosmet Sci. 1996;18(2):75-83. doi:10.1111/j.1467-2494.1996.tb00137.x

2. FDA. Alpha hydroxy acids [Internet]. Washington: FDA; 2017 [cited Jul 3 2020]. Available fromhttps://www.fda.gov/cosmetics/cosmetic-ingredients/alpha-hydroxy-acids

3. Green BA, Yu RJ, Van Scott EJ. Clinical and cosmeceutical uses of hydroxyacids. Clin Dermatol. 2009;27(5):495-501. https://doi.org/10.1016/j.clindermatol.2009.06.023

Tag :
Bagikan artikel ini