Gejala Sariawan dan Obat Sariawan Alami

17 Feb 2021 • Tips Kesehatan

Sariawan, meskipun sudah umum terjadi, seringkali membuat kita merasa tidak nyaman dan kesulitan berbicara, makan, maupun minum.

Sariawan adalah kondisi adanya luka atau ulkus pada area rongga mulut maupun saluran pencernaan, ditandai dengan kemerahan, perdarahan, atau warna putih seperti nanah. Luka ini seringkali disebabkan pertumbuhan jamur Candida albicans yang menimbulkan infeksi.

Gejala sariawan pada orang dewasa

Orang dewasa yang mengalami sariawan umumnya mengeluhkan gejala berupa:

  1. Sudut mulut pecah-pecah
  2. Indera pengecap kurang berfungsi dengan baik
  3. Rasa tidak enak di mulut
  4. Nyeri pada area rongga mulut
  5. Kesulitan saat makan maupun minum

Sariawan pada orang dewasa tidak bersifat menular.

Gejala sariawan pada bayi dan anak-anak

Adapun gejala pada bayi serta anak-anak terkadang berbeda, yaitu berupa:

  1. Terdapat lapisan putih pada lidah seperti keju cottage yang tidak bisa dihilangkan dengan mudah
  2. Bintik-bintik berwarna putih di area mulut
  3. Sulit makan
  4. Munculnya ruam pada popok.

Pada bayi dengan sariawan di rongga mulut, mereka bisa saja menularkan sariawan saat menyusu kepada ibunya. Hal ini dapat menyebabkan sang ibu mengalami luka seperti pada sariawan di puting payudaranya akibat infeksi jamur.

Bagaimana mengobati sariawan?

Secara umum, pengobatan pada sariawan akibat infeksi jamur adalah menggunakan obat antijamur topikal atau yang diberikan di lokasi sariawan secara langsung. Beberapa nama obat tersebut adalah amfoterisin B, nistatin, serta klotrimazol. Di antara obat tersebut, ada juga obat yang bekerja melalui peredaran darah.

Apakah ada obat alami untuk sariawan?

Selain penggunaan obat-obatan, Anda dapat menggunakan beberapa bahan alami untuk meredakan gejala sariawan. Apa saja bahan tersebut? Mari simak di bawah ini!

Ekstrak daun kedondong hutan

Sebuah penelitian terbaru di Indonesia menunjukkan adanya pengaruh pemberian ekstrak daun kedondong hutan terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak daun tersebut mampu menghambat pertumbuhan jamur karena adanya kandungan zat aktif yang bersifat antijamur, seperti polifenol, karpain, flavonoid, dan saponin.

Cuka apel

Banyak produk alami, termasuk ekstrak buah dan sayuran tertentu yang mengandung zat dengan fungsi antimikroba. Salah satu produk alami tersebut adalah cuka. Cuka apel menjadi salah satu produk olahan dari ekstrak buah yang dapat berfungsi sebagai pembersih (detoks), menjadi antioksidan, antitumor, antiglikemik, dan antihipertensi.

Kandungan asam asetat pada cuka juga berfungsi sebagai fungisida, yaitu sifat berupa dapat membunuh atau menghambat aktivitas jamur yang dapat merusak atau menyebabkan penyakit. Kamu dapat membuat campuran 1 sendok teh cuka apel dengan 250 ml air sebagai obat kumur. Kumur-kumur dengan larutan tersebut selama 15 detik sebanyak 2–3 kali sehari, ya!

Air lemon

Seperti cuka apel, campuran lemon dengan air putih dapat bersifat sebagai antioksidan dan pembersih untuk rongga mulut. Ekstrak lemon yang bersifat asam ini dapat membantu menghilangkan jamur atau menghambat aktivitas jamur yang menyebabkan sariawan. 

Untuk konsumsi air lemon, kamu dapat membuat perasan dari setengah buah lemon yang dicampurkan dengan air putih. kamu juga bisa menambahkan sedikit madu agar rasanya tidak terlalu asam. Mudah sekali, bukan?

Teh lavender

Siapa sangka teh lavender juga dapat membantu mengatasi sariawan secara alami, loh! Teh bunga ini dapat membuat suasana lingkungan di mulut menjadi basa dan mampu melawan aktivitas jamur. Kamu dapat membuat teh lavender yang dicampur dengan es atau teh herbal lainnya. Selain itu, minyak dari lavender yang dicampur lemon di dalam teh dapat membantu mengatasi sariawan, loh!

Air putih

Satu hal ini adalah bagian penting yang seringkali terlewat. Air putih memiliki segudang manfaat bagi tubuh, salah satunya dalam mengatasi sariawan. Konsumsi air putih sebanyak 2-3 liter sehari dapat membantu mengusir jamur penyebab sariawan, menghidrasi enzim antijamur dan bakteri di dalam air liur, dan mencegah mulut kering.

Referensi

  1. Singh A, Verma R, Murari A, Agrawal A. Oral candidiasis: An overview. J Oral Maxillofac Pathol. 2014 [cited 2021 Feb 3];18(Suppl 1):S81-S85. 
  2. https://www.nhs.uk/conditions/oral-thrush-mouth-thrush/
  3. https://askthedentist.com/oral-thrush-natural-guide/ 
  4. https://www.dentaly.org/us/oral-health/oral-thrush-remedies/ 
  5. Wijayanti DMH, Hendrayana MA, Pertiwi NKFR. Ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata) menghambat pertumbuhan Candida albicans dari penderita oral thrush secara in vitro. BDJ. 2020 [cited 2021 Feb 4]; 4(1): 8-12.
  6. Niamat H, Imtiaz A, Khan MA. Efficacy of different vinegars as antifungal agents against Aspergillus niger. LGU: J Life Sci. 2019 [cited 2021 Feb 4]; 3(3): 140-146.