Deteksi Dini Autisme pada Anak

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 05 Nov 2020

Bagikan

Deteksi Dini Autisme pada Anak

Autisme merupakan gangguan perkembangan pada otak yang memiliki spektrum yang luas. Karena hal tersebut, autisme dikenal juga dengan autistic spectrum disorders (ASD).

Penggunaan kata ‘spektrum’ disebabkan karena gejala autisme yang sangat beragam dari ringan hingga berat. Autisme sendiri merupakan kelainan perkembangan berat yang paling umum terjadi.

Data terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa autisme terjadi pada 1 dari 54 anak dan empat kali lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Deteksi Dini Autisme Pada Anak 

Mendeteksi autisme sedini mungkin pada anak penting dilakukan. Tujuan dari mendeteksi autisme sedini mungkin adalah agar autisme segera mendapat penanganan yang tepat untuk mencegah permasalahan lainnya ketika anak tumbuh dewasa, terutama permasalahan komunikasi dan sosialisasi.

Anak-anak autisme juga perlu ditangani sedini mungkin karena seringkali mereka memiliki kelainan lainnya seperti ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder) dan OCD (obsessive compulsive disorder).

Sayangnya, mendiagnosis autisme bukanlah hal yang mudah. Spektrumnya yang luas membuat perbedaan gejala yang muncul dan usia munculnya gejala.

Karena itulah, penting untuk mengenali tanda-tanda autisme pada anak dan berkonsultasi pada profesional untuk mendiagnosis autisme pada anak.

Idealnya, gejala autisme perlu dipantau selambat-lambatnya pada usia 12 bulan. Autisme umumnya dapat dideteksi pada usia 18 sampai 24 bulan, namun tidak menutup kemungkinan gejala muncul pada usia yang lebih muda atau lebih tua (setelah usia 4 tahun).

Baca Juga: Cek Fakta: Vaksinasi Sebabkan Autisme?

Gejala Autisme

Berdasarkan The National Health Service, gejala autisme secara garis besar dapat dibedakan pada anak dengan usia yang lebih muda dan lebih tua.

Pada anak yang lebih muda, gejala autisme antara lain tidak merespons ketika nama dipanggil, menghindari kontak mata, tidak membalas senyuman dengan tersenyum, sangat marah apabila tidak menyukai sesuatu terutama rasa, bau, dan suara, melakukan gerakan berulang, tidak berbicara sebanyak anak lainnya, dan sering mengulangi kata-kata yang sama.

Gejala autisme yang umum ditemukan pada anak yang berusia lebih dewasa diantaranya:

  • Terlihat tidak mengerti perasaan dan pikiran orang lain,
  • Sulit mengutarakan perasaan
  • Memiliki kebiasaan rutin dan sangat marah apabila terganggu
  • Memiliki ketertarikan yang kuat pada suatu benda atau aktivitas
  • Marah apabila diminta melakukan sesuatu
  • Sulit untuk bersosialisasi atau cenderug senang sendiri
  • Dan mengartikan segala sesuatu secara harfiah.

Tidak mudah memang mendeteksi autisme, bahkan profesional pun seringkali kesulitan. Hal ini karena tidak terdapat tes medis yang langsung mengonfirmasi autisme.

Akan tetapi, deteksi dini autisme mungkin dilakukan dengan pemantauan, skrining, dan evaluasi perkembangan anak secara berkala. Segera berkonsultasi ke tenaga profesional apabila menemukan tanda-tanda autisme pada anak.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Anak Kecanduan Gadget? Ini Cara Mengatasinya

Referensi

1. Bryson SE, Zwaigenbaum L, Roberts W. The early detection of autisme in clinical practice. Paediatr Child Health. 2004 Apr; 9(4): 219–221.doi: 10.1093/pch/9.4.219.

2. Signs of autism in children. United Kingdom: NHS; [updated 2019 Apr 18, cited 2020 Jul 9].

3. Autism spectrum disorder (ASD); data & statistics [internet]. USA: CDC; [updated 2020 Mar 25, cited 2020 Jul 9]. 

4. Autism spectrum disorder (ASD); screening & diagnostics [internet]. USA: CDC; [updated 2020 Mar 13, cited 2020 Jul 9]. 5. Learn the signs of autism [internet]. Autism Speaks; [cited 2020 Jul 9].

Bagikan artikel ini