Bantuan
Free Tele x

Cara Pencegahan PMS (Penyakit Menular Seksual) Ini Wajib untuk Diketahui

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 09 Jun 2022

Bagikan

Cara Pencegahan PMS Ini Wajib untuk Diketahui

Pencegahan PMS (penyakit menular seksual) adalah hal penting yang seharusnya diketahui oleh khalayak umum, tetapi sayangnya masih kerap dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan. Padahal, tindakan pencegahan ini perlu diambil mengingat semakin tingginya kasus penyakit menular seksual di berbagai belahan dunia. 

Penyakit menular seksual atau PMS itu sendiri sebagaimana namanya, merupakan jenis penyakit yang dapat ditularkan dengan cara melakukan hubungan seksual, baik itu secara oral, anal, maupun vaginal. Bahkan, penyebaran PMS juga dapat terjadi melalui kontak dengan barang-barang yang sebelumnya telah terkontaminasi. 

Untuk dapat menghindarinya, berikut ini adalah beberapa cara pencegahan PMS yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan. Oleh karena itu, simak terus penjelasan di bawah ini hingga selesai.

Baca juga: Berbagai Penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS) yang Wajib Anda Ketahui



Cara Pencegahan PMS

Terlepas dari sifat PMS yang sangat mudah menular, sejatinya cara pencegahan PMS itu sendiri juga bisa dibilang mudah untuk dilakukan. Adapun beberapa langkah umum yang bisa Anda ambil sebagai tindakan pencegahan dalam hal ini adalah sebagai berikut.

1. Menghilangkan kebiasaan berganti pasangan

Penyakit menular seksual sejatinya dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari virus, parasit, hingga bakteri. Penularan mikroorganisme berbahaya ini paling sering terjadi ketika berhubungan seksual. 

Meskipun menghindari hubungan seksual sepenuhnya bisa menjadi cara paling efektif dalam mencegah PMS, tetapi di sini Anda juga bisa mencoba cara kedua, yakni dengan menghilangkan kebiasaan sering berganti pasangan dalam berhubungan seksual. Hal ini menjadi semakin penting terutama jika pasangan Anda tidak jelas riwayat kesehatan seksualnya.

2. Menggunakan proteksi

Penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual tidak hanya untuk mencegah kehamilan saja, akan tetapi juga penting untuk menghindari terjadinya penularan PMS. Untuk itu, jangan pernah lupakan penggunaan proteksi seperti kondom ketika berhubungan seksual, terutama jika riwayat kesehatan seksual pasangan masih belum dapat diketahui dengan pasti.

Dalam hal ini, Anda bisa memilih jenis kondom lateks, sebagaimana yang direkomendasikan oleh Central for Disease Control (CDC). Kondom lateks diketahui lebih aman dan memiliki risiko kerusakan atau kebocoran yang lebih kecil dibandingkan dengan kondom sintetis. 

3. Melakukan vaksinasi

Ada beberapa jenis penyakit menular seksual (PMS) yang sejatinya bisa Anda cegah dengan mendapatkan vaksinasi. Sebagai contoh adalah vaksin hepatitis B dan vaksin HPV yang dapat mengurangi risiko penyakit kutil kelamin dan juga terjadinya kanker serviks. 

Untuk jenis vaksin hepatitis B, sebaiknya dilakukan segera setelah bayi lahir, yakni dalam jangka 24 jam waktu kelahiran, sedangkan untuk vaksinasi HPV sebaiknya dilakukan begitu anak perempuan menginjak usia 9 tahun. Vaksinasi HPV juga masih bisa didapatkan oleh wanita hingga umur 26 tahun.

4. Mendeteksi PMS melalui tes

Cara pencegahan PMS berikutnya ini cukup penting, tetapi sering diabaikan oleh para pasangan yang aktif secara seksual. Dalam hal ini, tes perlu dilakukan sedini mungkin untuk mengetahui ada atau tidaknya jenis PMS yang diderita oleh Anda maupun pasangan Anda. 

Apabila hasil tes menunjukkan adanya indikasi PMS, maka tindakan pencegahan dan pengobatan dapat diambil dengan sesegera mungkin. Apabila keduanya terindikasi sehat, maka hasil tes ini akan mampu menciptakan rasa yang lebih aman saat berhubungan seksual.

5. Menjaga kebersihan diri dan pasangan

Setelah berhubungan seksual, sangat penting untuk para pasangan tetap menjaga kebersihan dirinya dengan baik. Hanya dengan cara ini, perkembangan mikroorganisme berbahaya penyebab PMS dapat diminimalisir dengan lebih baik. 

Dalam hal ini, cobalah untuk tidak berbagai pakaian dalam ataupun handuk dengan pasangan. Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan diri dengan mandi dan buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual, sebagai tindakan pencegahan PMS.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai cara pencegahan PMS yang wajib untuk diketahui. Jangan pernah sepelekan PMS karena penyakit ini dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi seperti kemandulan, kanker, bahkan dapat membuat seseorang menjadi lebih berisiko terkena HIV. 

Pada akhirnya, jangan pernah malu ataupun ragu lagi untuk memeriksakan kesehatan seksual Anda dan pasangan agar penyakit menular seksual dapat dihindari dengan baik. Tindakan ini juga merupakan salah satu cara pencegahan PMS yang paling penting dan oleh karenanya tidak boleh dilewatkan.

Baca juga: Edukasi Seksual untuk Anak

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Referensi

Mayo Clinic. Sexually transmitted diseases (STDs). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240

CDC. The Lowdown on How to Prevent Sexually Transmitted Diseases. https://www.cdc.gov/std/prevention/lowdown/

Johnson, Traci C. 2021. Understanding Sexually Transmitted Disease Prevention. https://www.webmd.com/sex-relationships/understanding-stds-prevention

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami