Bantuan
Bantuan

Merupakan Infeksi Berbahaya, Inilah Beberapa Faktor Risiko PMS

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 10 Jun 2022

Bagikan

Merupakan Infeksi Berbahaya, Inilah Beberapa Faktor Risiko PMS

Mengetahui faktor risiko PMS menjadi hal penting untuk mencegah penyakit ini. PMS atau penyakit menular seksual biasanya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran infeksi ini juga dapat melalui sperma, darah, atau cairan tubuh lainnya. Bukan hanya itu, penyebaran juga bisa terjadi melalui penggunaan jarum suntik yang bergantian atau berulang diantara beberapa orang. 

Mungkin Anda bertanya-tanya apa yang menyebabkan PMS? Beberapa virus dan bakteri yang tersebar melalui cairan tubuh. Seperti misalnya HIV (Human Immunodeficiency Virus), sifilis (Treponema pallidum), gonore (Neisseria gonorrhoeae), klamidia (Chlamydia trachomatis), dan kutil kelamin (Human Papilomavirus).

Baca juga: Cara Pencegahan PMS (Penyakit Menular Seksual) Ini Wajib untuk Diketahui

 

Faktor Risiko PMS

Beberapa hal utama yang menjadi faktor risiko PMS adalah berhubungan intim secara vaginal, oral, atau anal yang tidak aman. Bukan hanya itu, berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan, juga bisa meningkatkan faktor risiko PMS. Untuk penyebaran penyakit ini dapat melalui benda atau tanpa berhubungan intim. Misalnya saja seperti jarum, alat suntik, atau transfusi darah. 

 

Penyakit yang Sering Terjadi

Ada beberapa penyakit menular seksual atau PMS yang diakibatkan hubungan seks yang tidak aman. Diantaranya adalah seperti dibawah ini:

1. Gonore

Bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat menjadi faktor risiko PMS, yang mana biasa juga dikenal sebagai kencing nanah. Hal ini karena mengakibatkan keluarnya cairan ketika buang air kecil. Dimana penderitanya akan merasakan nyeri yang luar biasa pada vagina atau penis. 

2. Klamidia

Penyakit seksual ini menjadi yang paling umum terjadi, akan tetapi akan sulit mengetahui gejala karena tidak terasa. Meskipun begitu, Anda tetap harus mewaspadai sebab penularannya dapat terjadi, tanpa disadari. 

3. Sifilis

Infeksi bakteri Treponema pallidum menjadi faktor risiko PMS sifilis. Untuk gejala penyakit ini adalah munculnya luka di mulut atau alat kelamin. Dimana luka ini biasanya akan bertahan 1 sampai 2,5 bulan serta tidak ada rasa sakit, akan tetapi penularannya sangat mudah. Jangan biarkan penyakit ini, jika Anda merasakan gejalanya maka segera konsultasikan dengan dokter untuk segera dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. Jika penanganan tidak cepat, maka bukan tidak mungkin sifilis berlanjut ke gejala rontok rambut bahkan kebotakan. Bila dibiarkan, sifilis ini dapat mengakibatkan kebutaan, kelumpuhan, impotensi, dan juga masalah pendengaran, sampai kehilangan nyawa. 

4. Kutil kelamin

Salah satu penyakit menular seksual, yakni kutil kelamin, yang mana diakibatkan virus Human Papilomavirus. Kutil kelamin tidak akan menyebakan rasa sakit, tetapi biasanya akan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan. 

Baca juga: Mari Mengenal Hipospadia, Kelainan Alat Kelamin Pria Bawaan Dari Lahir

5. HIV

Human Immunodeficiency Virus menjadi faktor risiko PMS HIV, yang mana tersebar dari cairan tubuh. Kemudian, menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. Pada awal penyebaran HIV ini, sebenarnya tidak menunjukkan gejala sebab virus “tidur”. Dimana virus ini menunggu sistem kekebalan tubuh lemah, kemudian berkembang menjadi AIDS yang mematikan. 

 

Gejala dan Komplikasi PMS

Sebagian besar gejala penyakit menular seksual atau PMS ini pada awalnya tidak diketahui. Walaupun begitu, ada gejala-gejala yang harus diwaspadai diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kutil atau memar

  • Keluarnya cairan dari penis

  • Vagina yang terasa gatal atau panas

  • Terasa sakit atau panas ketika buang air kecil

  • Perubahan pada urine

  • Sakit perut bagian bawah atau panggul

  • Perdarahan vaginal atau keputihan yang tidak normal

  • Nyeri ketika berhubungan seks

PMS juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi, misalnya seperti:

  • Radang sendi

  • Kanker dubur

  • Kanker serviks

  • Infertilitas

  • Penyakit jantung

  • Nyeri panggul

  • Peradangan mata

  • Komplikasi kehamilan

  • Penyakit radang panggul

 

Pengobatan dan Pencegahan PMS

Ada 2 jenis pengobatan yang biasa disarankan oleh dokter, yakni menggunakan obat antibiotik. Dimana antibiotik ini berguna untuk menyembuhkan infeksi menular karena parasit atau bakteri. Kedua adalah mengonsumsi obat antivirus, dengan tujuan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Sedangkan untuk mencegah PMS, Anda bisa melakukan vaksinasi, menggunakan alat pengaman ketika berhubungan seksual, selalu menjaga kebersihan vagina, dan juga hindari melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang. 

Apabila anda mengalami beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan diatas, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini guna PMS cepat ditangani dan anda terhindar dari komplikasi yang membahayakan tubuh.

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Referensi

Mayoclinic: Sexually transmitted disease (STD) symptoms

Bagikan artikel ini