Cara Alami Menangani Penyakit Asam Urat

02 Feb 2021 • Tips Kesehatan

Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering kali dijumpai oleh orang-orang dewasa. Penyakit asam urat cukup mengganggu aktivitas sehari-hari karena menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri.

Sebenarnya, obat-obatan yang berfungsi untuk menyembuhkan asam urat cukup umum dan banyak beredar di pasaran. Namun, pilihan utama terapi asam urat sebenarnya adalah makanan.

Apa itu penyakit asam urat?

Penyakit asam urat merupakan gangguan metabolik dengan ciri peningkatan asam urat dalam darah, yang dikenal dengan istilah hiperurisemia. Dalam istilah medis, penyakit yang ditimbulkan dari peningkatan asam urat disebut dengan gout.

Menurut World Health Organization, diperkan 840 dari 100.000 orang mengalami penyakit asam urat. Dari penderita asam urat tersebut, sekitar 68% berusia lebih dari 34 tahun.

Penyebab timbulnya penyakit asam urat

Gejala yang ditimbulkan penyakit asam urat atau gout disebabkan penumpukan kristal asam urat pada jaringan persendian yang menyebabkan peradangan.

Asam urat sendiri merupakan hasil metabolisme dari senyawa purin, senyawa yang dapat ditemukan dalam berbagai macam makanan. Dalam keadaan normal, asam urat ini akan dikeluarkan oleh ginjal bersama urin.

Bahaya dari penyakit asam urat

Gejala yang biasa ditimbulkan dari penyakit asam urat adalah nyeri sendi dan pembengkakan. Namun, sebenarnya ⅔ orang dengan kadar asam urat dalam darah yang tinggi tidak bergejala.

Semakin tinggi dan semakin lama seseorang memiliki kadar asam urat yang tinggi, maka semakin mungkin orang tersebut merasakan gejala.

Akan tetapi, kadar asam urat yang tinggi dalam waktu lama dapat menimbulkan penyakit-penyakit lainnya seperti batu ginjal.

Cara menghindari dan menangani penyakit asam urat secara alami

Obat-obat penurun kadar asam urat diperlukan bagi orang-orang dengan kriteria tertentu dan memiliki kadar asam urat yang cukup tinggi. Namun, sebenarnya terdapat cara lain untuk menghindari serta mengobati asam urat secara alami.

Obesitas atau berat badan berlebih menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit asam urat. Berat badan yang berlebih menyebabkan peningkatan produksi asam urat dan menurunkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari tubuh.

Menurunkan berat badan secara bertahap akan mengurangi gejala dan kejadian asam urat. Walaupun begitu, diet ekstrem dan berpuasa berlebihan justru dapat memperburuk gejala. Konsultasikan pada dokter untuk merencanakan program diet yang sehat dan aman.

Menurunkan asam urat dengan berhati-hati memilih asupan makanan

Asam urat sangat dipengaruhi dengan asupan makanan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, asam urat berasal dari pemecahan purin. Beberapa makanan yang berpurin tinggi antara lain:

  • Jeroan
  • Daging merah
  • Seafood
  • Makanan yang mengandung gula rafinasi (refined sugar) seperti biskuit
  • Minuman yang mengandung gula tambahan
  • Alkohol

Memang, sulit bagi kita untuk menghindari beberapa makanan yang berpurin tinggi seperti daging merah dan seafood. Namun, makanan-makanan tersebut perlu dikurangi, salah satunya dengan cara menggantinya dengan kacang-kacangan.

Daging dan seafood dapat diselingi dengan tempe dan tahu agar makan tetap nikmat dan sehat. Selain itu, beberapa makanan ini juga dapat menjadi pilihan karena mengandung purin yang rendah, yaitu

  • Makanan olahan susu, seperti yogurt dan keju
  • Makanan olahan soya
  • Telur
  • Sayur dan buah
  • Nasi, mie, dan pasta

Selain mengonsumsi makanan rendah purin, menambah asupan vitamin C diketahui dapat menurunkan kadar asam urat dengan membantu ginjal mengeluarkannya.

Suplementasi vitamin C memang tidak masalah, tetapi mencoba meningkatkan asupan vitamin C alami seperti buah-buahan terlebih dahulu lebih dianjurkan. 

Penyakit asam urat kerap menjadi masalah dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Asam urat dapat dikontrol secara alami dengan menurunkan berat badan, mengurangi asupan makanan tinggi purin dan menyelingi dengan makan rendah purin seperti tahu dan tempe serta meningkatkan asupan vitamin C.

Referensi:

  1. Dietary advice for managing gout. Oxford University Hospitals.
  2. https://nutritionguide.pcrm.org/nutritionguide/view/Nutrition_Guide_for_Clinicians/1342063/all/Gout#4