Benarkah Olahraga Berbahaya Bagi Pasien DM?

12 May 2020 • Diabetes

Penyakit diabetes telah meluas seiring meningkatnya kejadian diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2, atau diabetes mellitus, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah.

Biasanya orang awam menggunakan istilah seperti kencing manis atau penyakit gula. Kadar gula darah yang tinggi dapat disebabkan karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin.

Oleh karena itu, diabetes tipe 2 tergolong sebagai penyakit metabolik kronik yang sering menyerang orang dewasa dan lansia, terutama yang memiliki kadar gula darah yang tinggi akibat mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Diabetes tipe 2 adalah penyebab utama kematian dini dan menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, kebutaan, penyakit ginjal dan saraf, serta amputasi.

Aktivitas fisik seperti berolahraga telah dianggap sebagai salah satu pilar dalam pengobatan diabetes mellitus. Meskipun olahraga yang rutin dapat mencegah atau menunda diabetes dan komplikasinya, sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 masih jarang melakukannya.

Latihan aerobik merupakan aktivitas fisik yang efektif untuk mencegah dan mengobati diabetes. Latihan aerobik memiliki dampak positif dalam mempertahankan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Bahkan 1 minggu latihan aerobik dapat meningkatkan sensitivitas insulin tubuh pada orang dengan diabetes tipe 2. Latihan aerobik yang sedang atau kuat dapat meningkatkan sensitivitas insulin, meskipun hanya untuk jangka waktu beberapa jam.

Walaupun terbukti efektif dalam mengobati diabetes, ada beberapa efek buruk dari olahraga untuk pasien dengan diabetes tipe 2. Terdapat risiko kematian jantung mendadak di antara pasien diabetes tipe 2 yang memiliki penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan skrining penyakit jantung koroner pada pasien diabetes sebelum melakukan olahraga.

Meskipun begitu, olahraga tidak dilarang bagi pasien diabetes tipe 2. Olahraga pada pasien diabetes harus diikuti dengan pemanasan dan pendinginan yang benar.  Pemanasan harus dilakukan selama 5-10 menit seperti berjalan atau bersepeda ringan.

Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan otot, jantung, dan paru-paru selama berolahraga. Sedangkan pendinginan seperti stretching dilakukan selama 5-10 menit untuk menurunkan denyut jantung

Referensi:

  1. Colberg SR, Sigal RJ, Fernhall B, et al. Exercise and type 2 diabetes: the American College of Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement. Diabetes Care. 2010.
  2. Thent ZC, Das S, Henry LJ. Role of exercise in the management of diabetes mellitus: the global scenario. PLoS One. 2013.