Gandum Utuh Bagi Penderita Diabetes Melitus

13 May 2020 • Diabetes

Mengenali gandum utuh dan manfaatnya

Belakangan ini, santer terdengar tren konsumsi gandum utuh atau whole grain untuk kesehatan tubuh. Tak jarang pula, para penderita diabetes dianjurkan untuk memasukkan gandum utuh ke menu makanannya.

Sebenarnya, apa itu gandum utuh? Apa bedanya dengan gandum jenis lain yang mungkin biasa kita konsumsi?

Gandum utuh merupakan jenis gandum dengan bulir yang terdiri dari tiga bagian, yaitu germ, endosperma, dan bran. Germ merupakan bagian reproduktif dari gandum dengan nutrisi yang paling banyak.

Endosperma merupakan bagian gandum yang biasa kita konsumsi, yang memberikan rasa seperti tepung. Bran adalah bagian luar gandum yang memiliki kandungan serat yang tinggi.

Sebagian besar makanan yang kita konsumsi sekarang terbuat dari tepung dan gandum yang telah diproses dan diolah sedemikian rupa sehingga komponen ini kehilangan nutrisinya.

Padahal, semakin tepung dan gandum diproses, maka semakin sedikit nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Lalu, apa manfaat konsumsi gandum utuh bagi penderita diabetes? Secara singkat, gandum utuh lebih kaya serat bila dibandingkan dengan gandum biasa. Konsumsi serat yang tinggi dapat memperbaiki pengendalian kadar gula di dalam darah, berat badan, dan kolesterol.

Diabetes sendiri terjadi karena adanya kadar gula di dalam darah yang jauh melampaui batas normal dikarenakan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik.

Konsumsi gandum utuh dengan takaran 15 gram sampai 35 gram dapat memperbaiki kadar gula di dalam darah. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi penderita diabetes. Selain itu, makanan kaya serat lainnya dapat ditambahkan ke menu makanan penderita diabetes.

Beberapa keuntungan dari mengonsumsi makanan kaya serat termasuk perbaikan saluran cerna, sebagai sumber mineral seperti magnesium dan seng yang baik, serta sebagai sumber vitamin B dan E yang baik.

Beberapa jenis gandum utuh yang lebih mudah ditemukan di pasaran sekarang adalah beras merah, produk-produk dengan “bran”, tepung buckwheat, dan roti gandum.

Selain itu, bacalah informasi nutrisi yang terdapat pada label makanan anda, dan pastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi memiliki kadar dan persentase serat yang tinggi.

Beberapa makanan yang Anda harus hindari termasuk roti putih dan nasi putih. Keduanya memiliki tingkat serat yang tidak terlalu tinggi, namun dengan kadar gula yang sangat tinggi.

Sejatinya, yang terpenting dalam manajemen gizi penderita diabetes adalah keseimbangan pada setiap komponen makanan. Walaupun telah mengonsumsi gandum utuh secara rutin, jangan lupakan komponen lain seperti protein, lemak, mineral, dan vitamin.

Untuk informasi lebih lengkap agar menu makanan lebih cocok bagi tiap individu, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli nutrisi.

Referensi:

  1. Reynolds AN, Akerman AP, Mann J. Dietary fibre and whole grains in diabetes management: Systematic review and meta-analyses. PLoS Med. 2020 Mar 6;17(3):e1003053. doi: 10.1371/journal.pmed.1003053. eCollection 2020 Mar.
  2. Schwingshackl L, Hoffmann G, Lampousi AM, Knüppel S, Iqbal K, Schwedhelm C, Bechthold A, Schlesinger S, Boeing H. Food groups and risk of type 2 diabetes mellitus: a systematic review and meta-analysis of prospective studies. Eur J Epidemiol. 2017 May;32(5):363-375. doi: 10.1007/s10654-017-0246-y. Epub 2017 Apr 10.
  3. Mozaffarian D. Dietary and Policy Priorities for Cardiovascular Disease, Diabetes, and Obesity: A Comprehensive Review. Circulation. 2016 Jan 12;133(2):187-225. doi: 10.1161/CIRCULATIONAHA.115.018585.