Yuk, Kenali Pembesaran Prostat Jinak!

10 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Prostat merupakan kelenjar pada pria yang membantu membuat cairan sperma. Pada usia 60 tahun ke atas, sebagian besar pria mengalami pembesaran prostat.

Pembesaran prostat merupakan suatu hal yang wajar sebagai gejala penuaan seperti mata yang mulai rabun, keriput di kulit, dan rambut yang memutih. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala terkait pembuangan urine yang dikenal dengan sebutan lower urinary tract symptoms (LUTS).

Prostat mengapit uretra, sebuah saluran yang berfungsi mengalirkan urin dari kandung kemih ke penis. Jika prostat membesar, beberapa bagian dari saluran kemih dapat terganggu. LUTS terdiri atas dua tipe gejala, yaitu (1) penyimpanan (storage) dan (2) pengosongan (voiding).

Gejala penyimpanan adalah gejala-gejala terkait masalah di kandung kemih. Sementara itu, gejala pengosongan adalah gejala-gejala yang dirasakan saat berkemih.

Gejala penyimpanan adalah:

  • Urgensi untuk berkemih,
  • Sering berkemih (frekuensi berkemih yang meningkat),
  • Nokturia (berkemih di malam hari yang membangunkan dari tidur),
  • Rasa sakit ketika berkemih,
  • Ketidaknyamanan pada kandung kemih,
  • Inkontinensia (tidak dapat menahan rasa berkemih).

Adapun gejala pengosongan antara lain:

  • Pancar urin pertama keluar lebih lama dari biasanya (hesitancy),
  • Lemahnya pancar urin,
  • Terdapat tetesan urin tambahan setelah proses berkemih selesai (dribbling),
  • Harus berusaha keras untuk berkemih (straining)

Penyebab Pembesaran

Penyebab pasti pembesaran prostat belum ditemukan sampai sekarang, tetapi teori yang ada saat ini adalah perubahan hormon yang terjadi saat pria bertambah usia.

Seiring bertambahnya usia, keseimbangan kadar hormon reproduksi pada pria berubah. Hal ini menyebabkan ukuran kelenjar prostat terus membesar.

Terapi Pembesaran Prostat Jinak

Terapi yang dipilih untuk mengobati pembesaran prostat jinak menyesuaikan usia, kondisi pasien, keparahan gejala, dan ukuran prostat. Beberapa metode terapi yang dapat diberikan adalah:

1. Upaya yang bisa dilakukan dengan mandiri

Apabila gejala Anda tergolong ringan, pasien dapat melakukan beberapa upaya pencegahan agar gejalanya reda, seperti:

  • Menghindari minum satu/dua jam sebelum tidur,
  • Membatasi kafein dan alcohol,
  • Tidak menahan/menunda waktu berkemih,
  • Membuat jadwal berkemih, contohnya sekali tiap empat jam,
  • Menjaga berat badan ideal dengan menerapkan diet yang sehat,
  • Berolahraga secara teratur

2.Pemberian obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang dapat diberikan dengan tujuan yang berbeda, yaitu (1) mengatasi LUTS dan (2) mengecilkan ukuran prostat. Obat-obatan tersebut adalah:

  • α-blocker untuk mengatasi gangguan terkait berkemih,
  • 5 α-reductase inhibitor untuk membantu mengatasi ketidakseimbangan hormone dan mengecilkan ukuran prostat
  • Tindakan bedah

Pembesaran prostat tidak bisa dicegah. Namun, Anda dapat melakukan beberapa upaya agar gejalanya tidak bertambah parah. Selain itu, Anda perlu dengan segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat gejala:

  • LUTS,
  • Terdapat darah pada urine (hematuria),
  • Urine tidak keluar sama sekali (anuria). 

Gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh kelainan pada prostat selain pembesaran prostat jinak, seperti prostatitis, infeksi saluran kemih, batu ginjal, batu saluran kemih, maupun kanker prostat. Dibutuhkan berbagai pemeriksaan yang menyeluruh untuk mendiagnosis pembesaran prostat jinak.

Referensi:

Benign prostate enlargement [Internet]. UK: National Health Service, 2017 Mar [cited 2020 Apr]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/prostate-enlargement/