Kencing Manis: Gejala dan Pengobatannya

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

Kencing Manis: Gejala dan Pengobatannya

Kencing manis, atau diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Glukosa merupakan zat yang penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi bagi sel-sel yang membentuk otot-otot dan jaringan dalam tubuh. Glukosa juga merupakan sumber utama energi untuk otak.


Diabetes terbagi berdasarkan penyebabnya. Akan tetapi, semua jenis diabetes dapat mengakibatkan kadar gula yang tinggi dalam darah. Terlalu banyak gula dalam darah dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang cukup serius.


Kondisi diabetes kronik meliputi diabetes tipe 1 dan tipe 2. Adapun beberapa kondisi diabetes yang kerusakannya dapat dipulihkan kembali (ireversibel), yaitu prediabetes dan diabetes gestasional. Prediabetes dapat terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normalnya namun belum cukup tinggi untuk digolongkan menjadi diabetes. Sedangkan, diabetes gestasional terjadi pada saat masa kehamilan dan dapat pulih kembali setelah bayi dilahirkan.


Gejala kencing manis

Gejala kencing manis dapat bervariasi, tergantung pada sejauh mana peningkatan gula darah dalam tubuh. Pada beberapa orang, terutama orang yang memiliki prediabetes atau diabetes tipe 2, biasanya tidak merasakan gejala apapun. Sedangkan, gejala-gejala muncul lebih cepat dan lebih parah pada diabetes tipe 1. Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan 2 antara lain:

  • Rasa haus meningkat

  • Sering buang air kecil

  • Rasa lapar yang berlebihan

  • Penurunan berat badan tanpa sebab

  • Adanya keton (produk sampingan pemecahan otot dan lemak yang terbentuk dalam keadaan insulin tidak mencukupi) dalam urin

  • Kelelahan

  • Iritabel

  • Pandangan kabur

  • Luka-luka yang sukar sembuh

  • Sering terjadi infeksi, seperti pada gusi, kulit, atau alat kelamin

Diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun meski seringkali muncul pada masa kanak-kanak atau masa remaja. Diabetes tipe 2 merupakan tipe yang lebih umum dan dapat muncul pada usia berapapun, tetapi lebih umum pada orang-orang usia di atas 40 tahun.


Penyebab kencing manis

Penyebab dari diabetes tipe 1 masih belum diketahui. Pada diabetes 1, sistem imun yang pada normalnya melawan bakteri atau virus yang berbahaya justru melawan sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah insulin secara drastis sehingga zat gula terakumulasi di peredaran darah. 

Diabetes tipe 1 dianggap disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan. Berat badan tidak memiliki keterkaitan dengan diabetes tipe 1.

Prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh menjadi tidak mempan terhadap kerja insulin sehingga pankreas tidak mampu lagi membuat insulin untuk mengatasi resistensi ini. Maka dari itu, zat gula terakumulasi di peredaran darah. 


Faktor apa saja yang meningkatkan risiko terkena kencing manis?

Meskipun diabetes tipe 1 masih belum diketahui secara pasti penyebabnya, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu:

  • Riwayat penyakit keluarga. Risiko meningkat apabila terdapat satu orang tua atau saudara kandung yang memiliki diabetes tipe 1.

  • Faktor lingkungan. Situasi seperti paparan terhadap penyakit virus kemungkinan dapat menyebabkan diabetes tipe 1.

  • Adanya autoantibodi. Autoantibodi adalah antibodi yang mentarget untuk menyerang tubuh sendiri. 

  • Faktor geografis. Beberapa negara seperti Finlandia dan Swedia memiliki tingkat tertinggi diabetes tipe 1.

Adapun berbagai faktor yang meningkatkan risiko prediabetes dan diabetes tipe 2, antara lain:

  • Berat badan

  • Gaya hidup sedenter

  • Riwayat penyakit keluarga

  • Ras atau etnis

  • Usia

  • Diabetes gestasional

  • Tekanan darah tinggi


Pengobatan kencing manis

Penderita diabetes tipe 1 dan beberapa penderita diabetes tipe 2 biasanya membutuhkan injeksi atau inhalasi insulin untuk mempertahankan kadar gula darahnya supaya tidak menjadi terlalu tinggi.

Selain insulin, medikasi lainnya yang dapat membantu pada kondisi ini yaitu metformin beserta SGLT2 inhibitor dan agonis receptor GLP-1.


Baca Juga: Kencing Manis jadi Gagal Ginjal? Kok Bisa?


Referensi:

  1. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323627#other-medications 

  2. https://www.cdc.gov/diabetes/basics/symptoms.html 

  3. https://www.webmd.com/diabetes/guide/understanding-diabetes-symptoms 

  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444 

Bagikan artikel ini