Trypophobia: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 04 Jan 2022

Bagikan

Trypophobia: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Trypophobia merupakan kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman ketika melihat lubang-lubang. Mungkin masih banyak dari Anda yang bertanya apa itu trypophobia? Trypophobia atau biasa dikenal tripofobia ialah perasaan takut dan jijik terhadap benjolan atau lubang kecil yang berdekatan. Kata trypophobia itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni trypta adalah berlubang dan phobos yakni ketakutan. Fobia ini tidak terdaftar dengan resmi sebagai gangguan mental, pada diagnostic and statistical manual of mental disorder. Hal ini dikarenakan trypophobia tidak menyebabkan rasa kekhawatiran dan takut yang mengganggu aktivitas harian. Dimana untuk terdaftar secara resmi, sebuah gangguan harus memenuhi hal tersebut. 

Banyak ahli mengungkapkan bahwa trypophobia lebih menimbulkan rasa jijik daripada rasa takut bagi penderitanya. Fobia satu ini juga lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Dari sebuah studi diketahui bahwa sekitar 25 persen penderita trypophobia, juga mempunyai keluarga yang mengalami hal serupa. Beberapa pemicu yang umum dari fobia ini adalah seperti biji teratai, spons, sarang lebah, gelembung, coral, mengkudu, stroberi, delima, hewan berkulit, serangga yang memiliki banyak mata, hewan berbulu tutul, dan pemicu lainnya. 

Diketahui bahwa gejala trypophobia muncul saat seseorang melihat sekumpulan lubang kecil yang berdekatan. Beberapa reaksi atau respons seseorang yang terindikasi fobia ini yakni gatal, merinding, detak jantung cepat, jijik, sesak napas, tidak nyaman, tubuh bergetar, kelelahan mata, mual dan muntah, ilusi, berkeringat, sampai mengalami kepanikan. 

Penyebab Trypophobia

Mengapa fobia ini dapat terjadi? sebenarnya penyebab tripofobia belum diketahui penyebab pastinya. Dimana studi tentang tripofobia ini pun sangatlah terbatas, akan tetapi dari studi tahun 2013 diketahui bahwa fobia ini merupakan “kelanjutan” dari rasa takut biologis terhadap bahaya. Seseorang yang mengalami fobia ini dianggap secara tidak sadar menghubungkan benda yang berlubang dengan hewan berbahaya yang mempunyai pola lubang-lubang di area tubuhnya. 

Namun, hasil studi pada tahun 2017 membuktikan hal berbeda, yang mana diketahui seseorang yang terkena trypophobia memang mengalami rasa tidak nyaman saat melihat rangsangan dengan fobia ini. Dimana ketidaknyamanan yang penderita tripofobia rasakan bukan terkait dengan alam bawah sadar. Meskipun begitu, sekali lagi dibutuhkan studi lebih lanjut guna memastikan mengapa fobia ini dapat dialami. Sehingga, bisa dikatakan bahwa penyebab pasti tripofobia belum bisa disimpulkan. 

Mengatasi Trypophobia

Risiko yang terjadi jika seseorang terkena fobia ini sebenarnya belum banyak diketahui. Namun, sudah ditemukan kemungkinan adanya hubungan trypophobia dengan gangguan depresi parah dan juga gangguan kecemasan umum. Seseorang yang mengalami trypophobia sering kali dipercaya mengalami kedua kondisi yang disebutkan tersebut. Bahkan, trypophobia dianggap berhubungan dengan adanya gangguan kecemasan sosial. Maka dari itu, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh, yang mana harus diatasi dengan tepat. Bukan tanpa alasan, namun agar keadaan penderitanya tidak semakin memburuk. Dibawah ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengatasi atau mengobati trypophobia:

  1. Terapi Perilaku Kognitif

Cara mengatasi tripofobia bisa Anda lakukan dengan terapi perilaku kognitif, yang mana menggabungkan terapi paparan dengan teknik lain. Guna membantu penderita trypophobia dalam mengatur atau mengontrol pikiran dan kecemasan supaya tidak berlebihan. 

  1. Terapi Paparan

Dimana terapi ini adalah jenis psikoterapi yang fokus dalam mengubah respons penderita trypophobia, terhadap objek atau situasi yang membuat Anda merasa takut atau jijik. 

Bukan hanya itu saja, terdapat perawatan-perawatan lain yang bisa bantu Anda dalam mengelola trypophobia. Apa sajakah itu? Simak dibawah ini:

  • Menghadapi sumber ketakutan sesering mungkin, guna rasa takut menghilang perlahan.

  • Melakukan terapi bicara dengan psikiater.

  • Dukungan dari keluarga atau teman dengan cara “bercerita”.

  • Konsumsi obat yang bisa bantu kurangi gejala panik dan cemas. 

  • Menghindari konsumsi kafein dan zat lain yang berpotensi memperburuk kondisi Anda.

  • Pernapasan dalam yoga atau teknik relaksasi lainnya.

  • Beristirahat yang cukup atau tidak beraktivitas berlebihan.

  • Rutin olahraga atau melakukan aktivitas fisik yang mana berpengaruh terhadap kecemasan yang Anda alami. 

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai fobia terhadap sekumpulan lubang ini. Jika Anda merasa mengalami gejala trypophobia, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater guna mendapatkan perawatan yang tepat. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Referensi
  1. https://www.verywellmind.com/trypophobia-4687678
  2. https://www.webmd.com/anxiety-panic/trypophobia-overview#1
  3. https://www.healthline.com/health/trypophobia#outlook
  4. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320512.php#treatment
Bagikan artikel ini