Waspadai Penyakit Jantung Akibat Diabetes

31 Oct 2019 • Diabetes

Ditulis oleh                 : dr. Rianty Lais Manna

Telah di review oleh    : dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES


Jantung merupakan pusat hidup manusia. Tanpa jantung, manusia tidak bisa hidup.

Bayangkan betapa menderitanya hidup ini bila menderita sakit jantung. Serangan yang terjadi secara mendadak dapat membuat jantung berhenti berdetak dan berujung pada kematian.

Sakit jantung adalah penyakit yang sangat mengkhawatirkan dan merugikan. Disamping biaya perawatannya yang mahal, serangan jantung sulit diprediksi dan secara langsung dapat mengakibatkan kematian mendadak.

Penyakit jantung dan diabetes berhubungan sangat erat. Penderita diabetes beresiko terserang penyakit jantung sebesar 2-5x lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.

Penelitian menyebutkan bahwa diabetes dianggap “coronary risk equivalent” yang berarti bahwa seorang penderita diabetes tanpa riwayat penyakit jantung koroner memiliki resiko yang sama dengan penderita jantung koroner yang tidak menderita diabetes. Hal tersebut menunjukkan bahwa penderita diabetes harus mendapat perlakuan terapi yang sama dengan penderita jantung koroner.

Akan tetapi penyakit jantung pada penyakit diabetes tidak hanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner saja. Diabetes juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otot jantung yang dikenal dengan “Diabetic cardiomyopathy”.

Jadi, gagal jantung pada penyakit diabetes dapat sebabkan oleh 2 penyebab.

1.     Penyakit jantung coroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung disebabkan oleh adanya gangguan pembuluh darah jantung. Gangguan tersebut menyebabkan aliran darah ke otot jantung tersumbat sehingga terjadi kematian sel otot jantung dan jantung tidak mampu bekerja dengan baik.

 

2.     Diabetic Cardiomyopathy atau disebut penyakit gagal jantung

Diabetic cardiomyopathy adalah suatu kondisi dimana terjadinya gangguan fungsi otot jantung tanpa adanya penyumbatan pembuluh darah koroner jantung dan gangguan katup jantung pada penderita diabetes. Gangguan tersebut menyebabkan otot jantung menjadi melebar dan membengkak sehingga berkurang fungsinya dan gagal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Penyakit jantung pada diabetes berkembang secara lambat dan perlahan sehingga seringkali baru terdeteksi saat kondisi telah mencapai derajat keparahan tertentu.

Bagaimana pencegahannya?

Kontrol gula darah sangat berperan dalam terjadinya penyakit jantung pada penderita diabetes. Suatu penelitian menyebutkan bahwa peningkatan angka kematian terjadi pada kadar gula darah lebih dari 200mg/dL. Penurunan HbA1c sebesar 1% dapat menurunkan resiko penyakit jantung sebesar 16%. Maka pada penderita diabetes sangat penting untuk menjaga agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Selain kadar gula darah yang tinggi, penyakit jantung pada diabetes juga disebabkan oleh faktor-faktor resiko lainnya yaitu tingginya kadar kolestrol dalam darah, tekanan darah tinggi dan obesitas. Semakin banyak faktor resikonya maka semakin tinggi resiko terjadinya penyakit jantung pada diabetes.

Pada penderita dengan resiko yang tinggi perlu mendapat pengobatan intensif untuk mengontrol faktor-faktor resiko tersebut. Perubahan gaya hidup sehat, pola diet, aktifitas fisik untuk mencegah obesitas serta obat-obatan yang mengontrol gula darah, kolestrol dan tekanan darah tinggi sangat penting dilakukan.

Sebaiknya melakukan pemeriksaan jantung seperti EKG dan Echocardiogram untuk mengecek fungsi jantung 1x setiap tahun. Namun perlu diingat bahwa deteksi awal tidak dapat menghentikan perkembangan kerusakan jantung. Pengendalian faktor-faktor resiko lebih berperan dalam mengurangi resiko perkembangan penyakit jantung menjadi gagal jantung.

  

Referensi:

Jia. G, Hill. M.A, Sowers. J.R, Circulation Research, 2018

American Diabetes Association, 2019

Download https://bit.ly/2BENnni dan nikmati cara baru mendapatkan layanan kesehatan profesional di rumahmu.