Bantuan
Bantuan

Tips Menjaga Kesehatan Mata yang Memandang Layar Gawai Seharian

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 11 Dec 2020

Bagikan

Tips Menjaga Kesehatan Mata yang Memandang Layar Gawai Seharian

Bagi sebagian besar orang, memandang layar gawai (gadget) terus menerus sudah bukan menjadi opsi, melainkan kebutuhan. Mulai dari urusan pekerjaan sampai mencari hiburan, sebagian besar orang melakukannya dengan gawai.

Sensasi kering, nyeri, dan gatal pada mata setelah memandang layar gawai dalam waktu yang lama adalah keluhan yang umum dirasakan. Selain itu, dapat pula muncul gejala jangka pendek lainnya seperti pusing dan sakit kepala.

Menjaga Kesehatan Mata yang Memandang Layar Gawai Seharian

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mata yang memandang layar gawai seharian, antara lain:

1. Menyesuaikan Tingkat Brightness

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala yang dirasakan adalah dengan menyesuaikan tingkat kecerahan (brightness) layar. Layar yang terlalu cerah dapat mengganggu mata, terutama apabila layar dipandang dalam waktu yang lama.

Menurunkan kecerahan serendah mungkin, selama layar masih dapat dilihat dengan jelas dapat mengurangi dampak negatif layar pada mata. Lagipula, tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari layar yang terlalu terang.

2. Membalikkan Warna Layar

Perkembangan teknologi juga telah memungkinkan beberapa gawai untuk membalikkan warna pada layar sehingga latar belakang putih menjadi hitam dan teks hitam menjadi putih. Fitur ini dapat mengurangi jumlah cahaya dari layar yang masuk ke mata.

3. Mengurangi Tingkat Blue Light Layar

Selain membalikkan warna layar, pengurangan cahaya yang dihasilkan layar gawai juga dapat dikurangi dengan mengurangi tingkat blue light pada layar.

Paparan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang pada spektrum biru dapat menimbulkan kerusakan pada retina. Layar handphone dan computer pada umumnya menggunakan white-light light-emitting diodes (LED) yang memancarkan cahaya yang tampak putih.

Walaupun begitu, cahaya putih tersebut menunjukkan bahaya yang sama dengan blue light. Maka dari itu, paparan terus menerus terhadap blue light dari gawai dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan retina dan degenerasi makular.

4. Menggunakan Kacamata Khusus

Kaca mata atau lensa kontak yang digunakan untuk memandang layar dalam waktu lama juga harus disesuaikan.

Hal ini disebabkan adanya kemungkinan bahwa kaca mata dan lensa kontak untuk penggunaan umum atau membaca tidak cocok digunakan untuk melihat layar terus menerus.

Baca Juga: Kacamata Anti radiasi: Apakah Terbukti Secara Ilmiah?

5. Menjaga Jarak Antara Mata Dengan Layar

Mempertahankan jarak yang cukup antara mata dan layar juga penting untuk menjaga kesehatan mata. Semakin dekat mata dengan layar, mata akan semakin kesulitan untuk fokus.

Apabila merasa kesulitan untuk membaca tulisan di layar, maka yang harus dilakukan adalah memperbesar ukuran teks di pengaturan gawai dan bukan mendekatkan layar ke mata.

6. Sesekali Berhenti Menatap Layar 

Selanjutnya, mata perlu berhenti menatap layar selama beberapa saat agar dapat beristirahat dan mengalami rehidrasi sehingga tidak kering. Ketika menatap layar, mata tidak berkedip sepenuhnya dan tidak berkedip sebanyak biasanya. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada mata.

Mata kita terpapar layar gawai dalam jangka waktu yang lama setiap harinya. Hal tersebut wajar karena gawai mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Ada baiknya kita memulai langkah-langkah di atas untuk mengurangi dampak negatif layar terhadap mata.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Bahaya Gadget Bagi Kesehatan Mata

 

Referensi:

1. Rosenfield M. Computer vision syndrome (a.k.a digital eye strain). Optometry in Practice [Internet]. 2016 [cited 2020 Jul 26];17(1):1-10.

2. Sheppard AL, Wolffsohn JS. Digital eye strain: prevalence, measurement and amelioration. BMJ Open Ophthalmology [Internet]. 2018 [cited 2020 Jul 26];3:e000146.

3. Coles-Brennan C, Sulley A, Young G. Management of digital eye strain. Clin Exp Optom [Internet]. 2019 [cited 2020 Jul 26];102:18-29.

4. Lawrenson JG, Hull CC, Downie LE. The effect of blue‐light blocking spectacle lenses on visual performance, macular health and the sleep‐wake cycle: a systematic review of the literature. Ophthalmic Physiol Opt [Internet]. 2017 [cited 2020 Jul 26];37:644-54.

Tag :
Bagikan artikel ini