Tepat Atasi Vertigo dan Gejala Pusing

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

TEPAT ATASI VERTIGO DAN GEJALA PUSING

Di masyarakat umum, vertigo serta gejala pusing merupakan keluhan yang sangat umum dengan angka kejadian pusing dalam seumur hidup mencapai 30%, sedangkan vertigo mencapai 10%. Gejala ini juga cukup sering terjadi pada orang berusia lanjut, khususnya mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Hal yang perlu diwaspadai dari kondisi ini adalah kemungkinan penderita mengalami jatuh dan memicu luka maupun disabilitas. Namun sebelumnya, sudahkah kamu memahami seputar vertigo dan gejala pusing?

Apa yang dimaksud dengan pusing dan vertigo?

Pusing merupakan suatu gejala umum yang menggambarkan berbagai sensasi, mencakup vertigo yang terasa berputar maupun tidak berputar, ketidakseimbangan tubuh, presinkop, sakit kepala, rasa seperti mengambang, atau kombinasi dari berbagai sensasi tersebut. Sedangkan vertigo merupakan sensasi adanya ilusi pergerakan pada tubuh maupun lingkungan di sekitarnya.

Bagaimana angka kejadian vertigo dan gejala pusing?

Angka kejadian gangguan ini, khususnya pada lansia diperkirakan mencapai 10-35% dengan rata-rata peningkatan seiring bertambahnya usia hingga mencapai 50% dari kelompok usia. Diketahui pula bahwa setiap 11 detik, orang lanjut usia dilarikan ke ruang gawat darurat akibat jatuh dan setiap 19 menit terjadi kematian pada kelompok usia ini.

Meskipun dalam beberapa kondisi baik vertigo ataupun gejala pusing tidak menyebabkan jatuh, hal ini tetap menurunkan kualitas hidup penderitanya. Beberapa efek yang dialami penderita vertigo maupun gejala pusing adalah kesulitan bergerak, takut jatuh, cemas, hingga membatasi aktivitas sehari-hari. 

Bagaimana dokter mendiagnosa vertigo dan gejala pusing?

Biasanya dokter akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait gejala yang kamu alami, termasuk durasi dan intensitas gejala, sifat gejala apakah konstan atau episodik, serta durasi setiap muncul gejala. Kemungkinan faktor pencetus, baik makanan maupun gerakan juga mungkin akan dokter tanyakan.

Selain hal-hal di atas, dokter juga akan bertanya mengenai obat-obatan yang saat ini kamu konsumsi serta adanya penyakit lain yang mungkin ada keterkaitan dengan keluhan. Setelah mengumpulkan informasi, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik serta menyarankanmu untuk melakukan pemeriksaan tambahan sebagai penguat diagnosis penyakit, seperti pemeriksaan laboratorium atau foto pencitraan

Bagaimana penanganan untuk vertigo dan gejala pusing?

Vertigo merupakan salah satu gangguan keseimbangan tubuh yang tentu membuat penderitanya merasa tidak nyaman jika tidak diobati.  Pada kasus vertigo, rasa berputar dan gejala pusing diobati dengan obat-obatan penekan vestibular berupa antihistamin, antikolinergik, antidopaminergik, dan obat lainnya berdasarkan konsultasi dan peresepan dokter. 

Obat-obatan di atas dapat berguna untuk meredakan mual atau muntah pada vertigo akut serta mencegah terjadinya mabuk ketika dalam perjalanan. Adapun untuk gejala pusing yang kronis tidak ada obat yang dianjurkan secara khusus. Sebaliknya, setiap obat-obatan disarankan untuk berhenti dikonsumsi setelah 3 hari untuk menghindari terjadinya ketergantungan terhadap obat.

Selain terapi dengan pengobatan, penderita vertigo juga dapat berlatih untuk mengontrol gejala dengan Latihan fisik, salah satunya Latihan Brandt-Daroff. Latihan ini membantu mempercepat pemulihan gejala vertigo. Latihan dilakukan dengan memulai dari posisi duduk tegak, lalu berpindah ke posisi berbaring di satu sisi tubuh dengan hidung mengarah ke atas sekitar 45 derajat. Tahan dalam posisi ini selama 30 detik atau hingga gejala vertigo mereda, kemudian, kamu bisa kembali ke posisi duduk semula dan berganti ke sisi tubuh lainnya. 

Latihan Brandt-Daroff dapat dilakukan setidaknya dua kali sehari untuk hasil yang optimal. Tidak ada risiko dalam melakukan latihan ini, namun sebaiknya dalam pergantian pergerakan tetap berhati-hati agar terhindar dari cedera leher atau terbentur.

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.

Baca Juga: Pusing Saat Puasa Apakah Wajar?


Referensi :

  1. Zwergal, Andreas; Dieterich, Marianne (2019). Vertigo and dizziness in the emergency room. Current Opinion in Neurology, (), 1–. 

  2. Alyono, Jennifer C. (2018). Vertigo and Dizziness. Otolaryngologic Clinics of North America, (), S0030666518300501–. 

  3. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0187819

  4. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw205649

Bagikan artikel ini