Tanda dan Gejala Stroke

22 Apr 2020 • Stroke

Stroke merupakan pembunuh terbanyak kedua di Indonesia. Sebagai penyakit mematikan, penanganan stroke perlu dilakukan secara cepat dan tepat karena setiap detik dalam penanganan stroke sangat memengaruhi dampak kedepannya yaitu kerusakan yang ditimbulkan akibat stroke.

Gejala stroke juga datangnya mendadak. Untuk itu, perlu dipahami tanda dan gejala stroke sebagai rambu awal penanganan stroke yang tepat dan cepat. Tanda dan gejala stroke secara umum adalah:

  • Baal (mati rasa) atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, terutama hanya pada satu sisi tubuh
  • Kebingungan, tidak fokus, dan kelelahan
  • Kesulitan bicara dan memahami pembicaraan
  • Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata
  • Gangguan berjalan, kehilangan keseimbangan, koordinasi tubuh buruk
  • Sakit kepala berat tanpa sebab yang pasti
  • Pada wanita, tanda dan gejala ini bisa jadi meliputi juga sesak napas, perubahan perilaku, halusinasi, mual, muntah, dan cegukan.

Segala tanda dan gejala yang disebutkan di atas terjadi karena stroke mengganggu kerja sel saraf di sekitar pembuluh darah yang rusak.

Penanganan stroke memerlukan kesiagaan sehingga dikembangkanlah singkatan yang mudah untuk diingat untuk menilai apakah seseorang terkena stroke atau tidak. Singkatan tersebut adalah FAST yang meliputi empat aspek, yaitu:

Face (F) atau wajah

Perubahan yang dapat terjadi pada wajah adalah wajah mencong/miring atau senyum yang tidak simetris. Hal ini dapat dinilai dengan cara melihat langsung atau meminta pasien untuk tersenyum.

Arms (A) atau lengan

Pada lengan, perubahan yang dapat terjadi adalah rasa kebas atau kelemahan tungkai sehingga tampak adanya kesulitan dalam bergerak.

Pemeriksaannya dilakukan dengan memintauntuk mengangkat kedua tangan kemudiandinilai apakah kedua tangan dapat mengangkat secara lurus dan sejajar, atau malah tidak mampu mengangkat tangan.

Speech (S) atau bicara

Perubahan pada bicara yang dapat terjadi adalah bicara menjadi tidak jelas atau yang lebih dikenal dengan pelo atau gagu. Penilaiannya cukup mudah dilakukan, yaitu dengan meminta pasien mengucapkan kata-kata pendek.

Time (T) atau waktu

Waktu yang dimaksudkan di sini adalah bila tiga gejala di atas muncul, segeralah bertindak cepat dengan menghubungi nomor darurat 118 atau 119 untuk memanggil ambulans. Keluarga atau kerabat pasien juga dapat langsung membawa pasien menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Tanda dan gejala di atas perlu kita pahami dengan baik, terutama bila terdapat faktor risiko stroke dalam diri suatu individu.

Persiapan secara finansial seperti ketersediaan asuransi kesehatan juga perlu dilakukan untuk meringankan proses administrasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan tersebut, maupun terapi stroke bilamana dibutuhkan pasca pengobatan.

Pada akhirnya, tujuan pengenalan tersebut adalah deteksi dini dan penanganan cepat kejadian stroke untuk mencegah stroke yang memburuk. Fadlikaharinda

Sumber:

  1. Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (https://www.cdc.gov/stroke/signs_symptoms.htm)
  2. Asosiasi Strok Nasional Amerika (http://www.stroke.org/understand-stroke/recognizing-stroke/signs-and-symptoms-stroke)
  3. Healthline (https://www.healthline.com/health/stroke/stroke-warning-signs#call-for-help)