Sebagai Alternatif Pengobatan, Ini Bahaya Terapi Bekam

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 10 Dec 2021

Bagikan

Sebagai Alternatif Pengobatan, Ini Bahaya Terapi Bekam

Apakah Anda sering melakukan pengobatan alternatif terapi bekam dan tahu bahaya terapi bekam? Terapi bekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang berasal dari timur tengah.

Pengobatan alternatif ini dilakukan dengan menempatkan cawan pada permukaan kulit sehingga terbentuk ruang hampa udara dan pembuluh darah kapiler terhisap. Terapi bekam ini dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, mengeluarkan racun dan membuang darah kotor. 

Akan tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan semua klaim manfaat dari terapi bekam ini. Justru Anda perlu mewaspadai keamanan dari terapi bekam ini. Ada beberapa bahaya yang dapat Anda alami pada saat melakukan terapi bekam ini. Simak terus penjelasan di bawah ini

Bahaya Terapi Bekam

  1. Menyebabkan Pusing

Bahaya terapi bekam yang pertama yaitu menyebabkan Anda pusing. Ketika Anda usai menjalani terapi bekam, mungkin saja akan mengalami pusing karena darah yang dikeluarkan. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengalami efek yang satu ini. 

  1. Menyebabkan Infeksi Luka

Bahaya terapi bekam yang mungkin saja dapat Anda alami yaitu infeksi luka sayatan. Hal ini terjadi karena, diperlukan sayatan pada tubuh untuk dapat mengalirkan darah keluar dan ditampung di dalam cawan. Luka sayatan tersebut rentan mengalami infeksi apabila tidak ditangani dengan benar. Bahkan, luka sayatan tersebut dapat saja menjadi pintu masuk  bagi bakteri yang  menyebabkan infeksi. 

  1. Menyebabkan Luka Bakar

Selain luka sayatan, terapi bekam juga rentan mengalami luka bakar. Luka bakar ini mungkin saja dialami oleh Anda usai mengikuti terapi bekam. Luka bakar ini dapat tercipta karena pompa silikon yang terlalu kencang mengisap sehingga kulit rentan terbakar. 

  1. Menyebabkan Penularan HIV

Bukan hal yang tidak mungkin, terapi bekam dapat menyebabkan penularan HIV. Hal ini dapat terjadi, apabila alat yang digunakan untuk membuat sayatan pada kulit belum disterilkan. Alat-alat yang tidak steril dapat menjadi menyebabkan penularan berbagai penyakit. Terlebih lagi apabila alat tersebut digunakan pada orang lain yang memiliki virus HIV, sehingga risiko penularannya meningkat.

  1. Menyebabkan Penularan Hepatitis

Selain penularan HIV/AIDS, terapi bekam juga dapat menjadi penyebab penularan hepatitis apabila kebersihan alat tidak dijaga. Pompa silikon yang digunakan untuk mengisap darah harus selalu disterilkan sebelum dipakai oleh pasien berikutnya. Ditakutkan terdapat endapan bekas darah ataupun kotoran yang dapat memperbesar penularan penyakit.  

Baca Juga: Manfaat Luar Biasa Terapi Akupuntur

Siapa yang Tidak Boleh Menjalani Terapi Bekam?

Selain memiliki beberapa bahaya, ternyata ada beberapa kelompok orang yang di anjurkan untuk tidak melakukan terapi bekam. Siapa saja kelompok tersebut? Temukan jawabannya di bawah ini

  • Wanita yang sedang hamil atau menstruasi.

  • Orang yang mengalami kejang otot atau patah tulang.

  • Orang yang menderita kanker metastatik atau kanker yang menyebar dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya. 

  • Lansia dan anak-anak

  • Orang dengan kondisi kesehatan seperti, penderita gagal organ, penderita kelainan darah, dan juga beberapa penyakit jantung.

  • Orang yang menderita penyakit diabetes dan sedang mengalami pengobatan. 

Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Dibekam

Pada umumnya, terapi bekam dilakukan dibagian tubuh manapun. Akan tetapi terdapat beberapa bagian yang tidak boleh untuk di bekam seperti pada area kulit yang sedang iritasi, mengalami kerusakan dan juga meradang. Tidak hanya itu, terapi bekam juga tidak dapat dilakukan pada area yang memiliki pembuluh arteri, degup nadi, mata, kelenjar getah bening ataupun mengalami patah tulang.

Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Bekam

Apabila Anda tetap ingin menjalani terapi bekam, alangkah baiknya Anda mengetahui beberapa hal terlebih dahulu. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan terapi bekam, hal pertama yang Anda lakukan yaitu memastikan tempat yang Anda datangi terpercaya dan terjamin keamanan.

Setelah itu, pastikan juga terapis yang akan menangani Anda merupakan seorang profesional dan bersertifikat. Dan hal yang terakhir perlu Anda perhatikan yaitu, memastikan alat-alat yang digunakan memiliki kualitas yang baik dan juga steril agar tidak terjadi penularan penyakit. 

Itulah beberapa informasi mengenai bahaya terapi bekam dan juga seluk beluknya. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan terapi bekam, sebaiknya Anda menimbang dengan baik antara manfaat dan juga risiko yang mungkin terjadi.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Kenali Terapi untuk Mengatasi Frozen Shoulder

 

Sumber:

1. Marcin, Ashley. What Is Cupping Therapy?. (2019).

2. Huzar, Timothy. What to know about cupping therapy. (2019).

Bagikan artikel ini