Rasa Nyeri Saat Kencing, Penyebab dan Gejala Disuria Adalah?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 15 Feb 2022

Bagikan

Disuria

Disuria adalah gangguan pada sistem perkemihan yang menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas dan nyeri ketika buang air kecil. Di Indonesia, disuria lebih dikenal dengan sebutan anyang-anyangan atau sakit kencing. Kondisi ini merupakan suatu yang umum terjadi, tetapi lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. 

Akan tetapi, disuria yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada beberapa organ seperti ginjal,  kandung kemih, dan saluran  kemih. Namun komplikasi ini terjadi tergantung apa penyebab disuria. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengetahui penyebab dan juga gejala disuria. 

Penyebab Disuria

Lantas, apakah yang menyebabkan disuria atau anyang-anyangan dapat terjadi? Berikut ini beberapa penyebab disuria atau anyang-anyangan dapat terjadi. 

  1. Infeksi Saluran Kemih

Penyebab pertama terjadinya disuria adalah infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih ini dapat terjadi karena adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kencing. Keberadaan  bakteri di dalam saluran kencing ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan yang ditandai dengan rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan. 

  1. Reaksi Bahan Kimia

Beberapa bahan kimia dapat menjadi penyebab terjadinya disuria atau anyang-anyangan. Beberapa orang mungkin sensitif pada benda yang memiliki bahan kimia seperti pelumas, sabun atau sejenisnya. Pada saat terkena kulit, bahan kimia ini akan menimbulkan iritasi dan reaksi alergi. 

  1. Kista Ovarium

Penyebab disuria atau anyang-anyangan yang selanjutnya, yaitu kista ovarium. Kista ovarium ini terbentuk melalui cairan yang menumpuk di dalam indung telur. Kista ovarium yang semakin membesar akan menekan kandungan kemih sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil dan nyeri saat menstruasi. 

  1. Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan salah satu penyebab disuria atau anyang-anyangan. Kanker kandung kemih itu sendiri dapat terjadi karena tumbuhnya sel-sel yang tidak normal di dalam kandung kemih. Gejala kandung kemih, yaitu penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan disuria. 

  1. Infeksi Menular Seksual

Penyebab terakhir disuria adalah infeksi menular seksual. Virus ataupun bakteri yang menyebabkan infeksi menular seksual dapat menginfeksi saluran kemih. Infeksi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gejala yang lebih parah. 

Gejala Disuria

Lantas apa saja gejala dari disuria atau anyang-anyangan? Berikut ini beberapa gejala yang timbul saat mengalami disuria. 

  1. Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Disuria yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih, biasanya akan menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Letak nyeri akan menunjukkan di dalam asal infeksi. Sebagai contoh, apabila nyeri terasa pada punggung bawah, kemungkinan infeksi terjadi pada saluran kemih atas. 

  1. Rasa Panas Saat Buang Air Kecil

Gejala disuria yang selanjutnya, yaitu rasa panas ketika buang air kecil. Gejala yang satu ini, umumnya terjadi pada mereka yang mengalami disuria yang disebabkan oleh infeksi menular seksual dan infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, untuk memeriksanan diri apabila merasakan gejala yang satu ini. 

  1. Rasa Gatal Pada Alat Kelamin

Disuria juga ditandai dengan munculnya rasa gatal pada alat kelamin. Hal ini dapat disebabkan karena reaksi alergi dari bahan-bahan  kimia. Namun, jika rasa gatal disertai dengan rasa nyeri saat buat air kecil, mungkin saja disebabkan oleh infeksi menular seksual. 

  1. Warna Urin Berubah

Pada normalnya, warna urin, yaitu bening atau kuning. Akan tetapi, disuria dapat menyebabkan warna urine berubah menjadi berwarna merah mudah, keruh, dan merah pekat. Kondisi ini merupakan salah satu tanda telah terjadi infeksi yang serius dan harus segera untuk diperiksakan. 

  1. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Gejala terakhir anyang-anyangan atau disuria adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. Normalnya, dalam sehari seseorang buang air kecil sebanyak 6 hingga 8 kaloi. Namun jika frekuensi buang air kecil lebih dari 8 kali, bisa menjadi tanda telah terjadi disuria atau anyang-anyangan. 

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab dan juga gejala dari disuria. Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka segeralah untuk memeriksakannya ke dokter. Jangan terlalu menganggap remeh, sebelum semuanya terlambat.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Macam-Macam Warna Air Kencing dan Kaitannya dengan Kesehatan Tubuh

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Kulit dan Kelamin

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang
Referensi

Nall, Rachel. 2020. What can make urination painful?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323105#causes-of-dysuria

Mayo Clinic. 2020. Painful urination (dysuria). https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/basics/causes/sym-20050772

Cleveland Clinic. 2020. Dysuria (Painful Urination). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15176-dysuria-painful-urination

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Kulit dan Kelamin

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang