Pseudobulbar Affect: Gangguan Pada Sistem Saraf Yang Menyebabkan Seseorang Ketawa Sambil Nangis

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 06 Oct 2021

Bagikan

Pseudobulbar Affect: Gangguan Pada Sistem Saraf Yang Menyebabkan Seseorang Ketawa Sambil Nangis

Pernahkah Anda menghadapi kondisi di mana Anda atau orang terdekat tengah ketawa sambil nangis? Jika iya, mungkin hal ini bisa dipicu oleh gangguan saraf yang disebut pula sebagai pseudobulbar affect. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan pseudobulbar affect tersebut, apa saja gejala dan penyebabnya, serta bagaimana mengatasinya. Untuk penjelasan lebih lanjut, ada baiknya Anda menyimak penjelasannya di bawah ini. 

Apa itu pseudobulbar affect?

Bagi kebanyakan orang, istilah pseudobulbar affect mungkin terdengar cukup asing. Akan tetapi, istilah ini pada umumnya digunakan untuk menggambarkan adanya gangguan saraf yang menyebabkan terjadinya ledakan tangisan ataupun tawa dalam kondisi yang tidak terkendali, pada situasi yang sangat tidak tepat. 

Jika Anda merasa familier, hal ini juga kerap diidentifikasikan sebagai sebuah kondisi labil emosional, tawa atau tangis kompulsif, gangguan ekspresi, hingga tawa atau tangis patologis. 

Penyebab pseudobulbar affect

Hingga kini, penyebab pasti dari kondisi pseudobulbar affect belum dapat diidentifikasi. Meskipun demikian, kondisi ini diduga terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian tertentu di otak, yang berperan penting dalam mengontrol emosi. Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada zat kimia di otak. Oleh karena itu, kondisi pseudobulbar affect ini biasanya dialami oleh mereka yang mengalami gangguan saraf, seperti pada penderita stroke, epilepsi, tumor otak, penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer, hingga multiple sclerosis.

Gejala pseudobulbar affect

Lantas kapankah seseorang dapat dikatakan mengalami kondisi pseudobulbar affect ini? Pada dasarnya, kondisi ini dapat diketahui dengan adanya gejala-gejala tertentu yang timbul, seperti kondisi di mana seseorang tiba-tiba ketawa sambil nangis, tanpa ada hal tertentu yang memicunya. 

Gejala pseudobulbar affect ini seringkali disamakan dengan ciri dari kondisi gangguan mental lainnya seperti depresi hingga gangguan bipolar. Padahal, gejala pseudobulbar affect dalam kaitannya dengan kondisi ketawa sambil nangis tiba-tiba ini berbeda dengan gejala gangguan bipolar ataupun depresi, terlebih lagi dengan kondisi ketawa sambil nangis pada orang normal. 

Pada kondisi orang normal atau orang dengan gangguan bipolar, kondisi ketawa sambil nangis atau sebaliknya, dapat dipicu oleh suatu hal tertentu, baik oleh kabar yang begitu menyenangkan sampai membuat terharu, ataupun kondisi tekanan stres yang begitu ekstrem yang mengakibatkan seseorang menangis terlalu kencang bahkan sampai tertawa. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi pseudobulbar affect di mana penderitanya dalam hal ini dapat ketawa sambil nangis ataupun sebaliknya secara tiba-tiba, tanpa memerlukan pemicu apapun, termasuk dalam kondisi yang paling lucu atau paling sedih sekalipun. 

Selain itu, gejala lainnya dari penderita pseudobulbar affect lainnya juga dapat ditunjukkan dari adanya perasaan frustasi dan marah yang cukup hebat dan bahkan bersifat meledak-ledak, meskipun pada umumnya hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Membedakan saat seseorang menderita gangguan bipolar atau depresi dengan pseudobulbar affect ini juga dapat diidentifikasi dari pola makan dan pola tidurnya. Dalam hal ini, berbeda dengan orang yang memiliki gangguan bipolar atau depresi, seorang dengan pseudobulbar affect tidak mengalami perubahan pola makan dan pola tidur, serta tidak mengalami penurunan berat badan yang signifikan, sebagaimana penderita gangguan mental yang lainnya. 

Mengobati dan mencegah pseudobulbar affect

Bagi mereka yang menderita pseudobulbar affect, pengobatan dalam hal ini dilakukan demi meredakan gejala yang terbilang cukup parah, serta untuk mengurangi semakin intensnya kemunculan emosi yang berlebihan. Berkaitan dengan hal tersebut, penderita akan diberikan obat-obatan seperti quinidine, dextromethorphan, dan juga obat-obatan antidepresan.

Adapun untuk tindakan pencegahan pseudobulbar affect itu sendiri dalam hal ini akan berkaitan dengan upaya untuk menghindari kemunculan episode ketawa sambil nangis dan sebaliknya, tanpa adanya penyebab yang begitu jelas. Tindakan pencegahan timbulnya episode ini juga dilakukan dengan pemberian obat-obatan tertentu, ataupun dengan menjalani terapi. 

Itulah dia penjelasan mengenai kondisi di mana seseorang tiba-tiba ketawa sambil nangis. Ternyata, kondisi ini secara medis dikenal dengan istilah pseudobulbar affect dan berbeda dari situasi dari orang yang memiliki gangguan bipolar, depresi, ataupun gangguan kesehatan mental lainnya.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Mengobati Alzheimer dengan Kunyit

 

Sumber:

Mayo Clinic. Pseudobulbar effect. 

WebMD. 2019. Pseudobulbar Affect (PBA).

Bagikan artikel ini