Mengembalikan Nafsu Makan yang Hilang pada Lansia

30 Apr 2020 • Tips Kesehatan

Penurunan nafsu makan pada lansia dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan. Lansia yang kekurangan nutrisi dan mengalami penurunan berat badan memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa.

Terdapat berbagai aspek penuaan yang berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan pada lansia, di antaranya yaitu:

1. Perubahan fungsi sistem tubuh

Contohnya adalah perubahan pada sistem pencernaan, hormon, penginderaan, dan penurunan kebutuhan energi karena berkurangnya massa otot dan aktivitas fisik.

2. Perubahan psikososial

Nafsu makan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan suasana hati. Perubahan psikologis dan lingkungan sosial yang terjadi bersama penuaan dapat mengurangi nafsu makan lansia.

3. Penyakit akut dan kronis

Hampir seluruh penyakit yang baru (akut) dapat mengganggu nafsu makan karena adanya rasa nyeri. Selain itu, berbagai penyakit kronis yang banyak ditemui pada lansia juga dapat memperburuk nafsu makan.

4. Penggunaan obat-obatan tertentu

Lansia pada umumnya mengonsumsi setidaknya satu jenis obat. Obat yang biasa dikonsumsi oleh lansia diketahui mempengaruhi indera perasa dan penciuman sehingga dapat menguranggi nafsu makan. Tidak jarang pula obat-obatan menyebabkan mual.

Terdapat beberapa opsi yang patut dicoba untuk meningkatkan nafsu makan pada lansia.

Berikut cara-caranya

1. Menghilangkan penyebab hilangnya nafsu makan.

Lansia yang mengalami mulut kering dapat dibantu melalui pemberian air putih secara berkala dan mengurangi pemberian makanan yang kering dan keras.

Begitu pula apabila terdapat penyakit lainnya yang dapat menurunkan nafsu makan, contohnya konstipasi dan infeksi.

2. Memperkaya cita rasa makanan.

Terganggunya indera perasa dan penciuman dapat dibantu dengan meningkatkan rasa makanan dengan bumbu rempah. Penggunaan gula dan garam tambahan tidak dianjurkan.

3. Menyajikan berbagai jenis makanan.

Makanan yang bervariasi dapat membantu mempertahankan selera pada waktu makan.

4. Meningkatkan suasana saat waktu makan.

Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan lansia tidak makan sendirian. Rasa kesepian dapat memberikan efek negatif pada nafsu makan.

Selain itu, pengaturan meja makan yang rapi dan bersih, pencahayaan yang baik, serta penggunaan alat makan berwarna kontras dapat meningkatkan nafsu makan dan membantu lansia yang memiliki gangguan penglihatan.

5. Menyajikan makanan dalam porsi kecil namun padat nutrisi.

Lansia juga dapat kehilangan nafsu makannya karena kelelahan sehingga menyelesaikan makan sebelum makanan habis.

Maka dari itu, pemberian makanan dalam ukuran kecil yang kaya nutrisi penting untuk memastikan kebutuhan energi dan nutrisi lansia terpenuhi.

6. Mempertimbangkan penggunaan suplemen nutrisi.

Suplemen dibutuhkan apabila pasien mengalami penyakit akut sehingga nafsu makan dan asupan nutrisi tidak dapat ditingkatkan. Pemberian suplemen dilakukan hingga nafsu makan kembali.

Hilangnya nafsu makan dapat menjadi bagian dari penuaan normal. Namun, keluarga dan tenaga kesehatan dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada lansia agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dan mencegah terjadinya penyakit lainnya.

Referensi:

  1. Pilgrim AL, Robinson SM, Sayer AA, Roberts HC. An overview of appetite decline in older people. Nurs Older People [Internet]. 2015 [cited 2020 Apr 5];27(5):29–35. doi:10.7748/nop.27.5.29.e697
  2. Nordlander M, Isaksson U, Hornsten A. perceptions of what is important for appetite—an interview study with older people having food distribution. SAGE Open Nursing [Internet]. 2019 Feb 6 [cited 2020 Apr 5];5(0):1—14. doi: 10.1177/2377960818817126