Pentingnya Mengetahui Ciri-Ciri Terjadi Infeksi Setelah Kuret

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 16 Jun 2022

Bagikan

Pentingnya Mengetahui Ciri-Ciri Terjadi Infeksi Setelah Kuret

Kuret atau kuretase adalah prosedur pembedahan sesudah keguguran yang dilakukan guna mengeluarkan sisa kehamilan. Anda perlu tahu bahwa infeksi sangatlah rentan terjadi dan menyerang wanita yang mengalami keguguran. Pada tahap yang parah bahkan kondisi tersebut bisa membahayakan dan juga mengancam nyawa. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui seperti apa ciri infeksi yang terjadi setelah kuret atau keguguran. Hal ini guna mengurangi risiko dampak buruk terjadinya. 

Kuretase menjadi sebuah prosedur yang mana serviks sehingga lapisan rahim bisa dikikis dengan alat berbentuk sendok  atau kuret. Hal ini dilakukan guna mengangkat jaringan abnormal. Saat Anda melakukan proses kuret ini, maka dokter akan memberikan obat bius atau anestesi agar tubuh menjadi rileks. 

Kemudian dokter akan melebarkan leher rahim dengan alat yang disebut sebagai laminaria. Laminaria ini berfungsi untuk mengisap cairan pada leher rahim, oleh karenanya akan menjadi melebar dan terbuka. Bukan hanya itu, dokter akan menggunakan obat agar bantu melembutkan serta membuat leher rahim menjadi mati rasa. Jika leher rahim sudah terbuka cukup lebar, maka selanjutnya akan digunakan kuret untuk membersihkan isi dan lapisan rahim.

Baca juga: Prosedur & Bahaya untuk Menggugurkan Kandungan 

 

Ciri Terjadinya Infeksi Setelah Kuret

Sangat penting untuk Anda mengetahui ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret, supaya dapat segera memperoleh penanganan yang tepat. Terjadinya infeksi sesudah kuret biasa ditandai dengan demam atau meningkatkan suhu tubuh, panas dingin, sampai keputihan yang berbau tidak sedap. Selain itu, terjadinya infeksi setelah kuret juga dapat menimbulkan gejala seperti kram lebih dari 2 minggu dan perdarahan, rasa sakit di area rahim, serta nyeri di bagian panggul. Akan tetapi, gejala dapat juga dilihat dari 2 tahap yakni sebagai berikut: 

  1. Tahap Pertama

Infeksi setalah kuret tahap pertama biasanya bisa reda apabila diatasi dengan tepat dan segera. Beberapa ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret yakni sebagai berikut:

  • Berkeringat

  • Suhu badan tinggi di atas 38 derajat Celsius

  • Takipneu atau pernapasan lebih cepat dari biasanya

  • Takirkardia atau detak jantung lebih dari 90 denyut per menit

  • Panas dingin dengan temperatur badan dengan suhu 36 derajat Celsius

  1. Tahap Selanjutnya

Apabila infeksi tidak mendapat penanganan yang seharusnya, maka kondisi dapat menjadi semakin parah. Dibawah ini adalah ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret:

  • Tidak sadarkan diri atau pingsan diri

  • Timbul bercak di kulit

  • Suasana hati yang mudah berubah

  • Sianosis perifer atau perubahan warna pada kulit yang menjadi kebiruan 

  • Napas pendek

  • Frekuensi buang air kecil yang menurun

  • Tekanan darah menurun

  • Proses pembekuan darah sulit karena jumlah trombosit yang menurun

  • Lemas

  • Masalah pernapasan akut

  • Penurunan suhu tubuh yang ekstrem sehingga menyebabkan menggigil

  • Fungsi jantung abnormal

 

Prosedur Kuret

Sebenarnya prosedur kuret tidaklah terlalu menyakitkan sebab biasa digunakan anestesi atau obat bius. Akan tetapi, tindakan kuret dapat mengakibatkan kram yang serupa dengan kram menstruasi. Oleh karena itu, Anda akan diberikan obat penghilang rasa sakit oleh dokter. Rasa sakit yang dirasakan dalam prosedur ini cukup ringan dan juga hanya sementara waktu. Mungkin Anda juga akan merasakan pusing, muntah, dan mual karena obat bius yang diberikan. 

Selain itu, pendarahan ringan atau bercak juga mungkin juga dialami oleh seseorang yang menjalani kuret. Terdapat beberapa gejala yang perlu Anda waspadai yakni seperti sakit perut, vagina mengeluarkan cairan berbau busuk, demam, dan perdarahan yang panjang dan berat. Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan tadi, maka segera hubungi dokter. 

Walau prosedur kuret hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit, namun Anda juga memerlukan waktu beristirahat sampai berjam-jam. Jika prosedur kuret sudah Anda lewati dalam beberapa waktu, maka Anda dapat mencoba untuk berlatih berdiri. Kemudian, berjalan dengan perlahan supaya di bagian kaki, darah tidak menggumpal dan kaku. Selain itu, penting untuk Anda beristirahat dengan cukup setelah melakukan prosedur kuret ini. Menggunakan pembalut juga menjadi sebuah solusi untuk menampung darah pasca perawatan kuret. Hal tersebut mungkin sepele, namun akan sangat membantu Anda untuk segera pulih dan melakukan aktivitas seperti seharusnya. 

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

 

Baca juga: Wajib Dihindari! Ini 5 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Tahu

Bagikan artikel ini