Mengenali dan Memahami Apa Itu Disleksia

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 01 Oct 2020

Bagikan

Disleksia: Pengertian, Gejala dan Cara Mengatasi

Disleksia merupakan sebuah kelainan yang masih jarang dibahas di Indonesia. Padahal, disleksia jelas ada dan memengaruhi sekitar 10% anak di Indonesia.

Disleksia dapat mulai dilihat pada usia muda, sekitar satu hingga dua tahun, dan ditandai dengan kesulitan anak untuk berbicara, kesulitan untuk memahami dan memproses pembicaraan, kesulitan mengucapkan kata, dan lain sebagainya.

Anak-anak disleksia sering dianggap memiliki kurang cerdas dan lambat bertumbuh, padahal anak-anak disleksia memang mengalami kesulitan karena terdapat suatu gangguan di otak.

Apa Itu Disleksia?

Disleksia adalah kesulitan pembelajaran khusus (learning difficulty), yang mengakibatkan gangguan terhadap kemampuan-kemampuan seperti belajar, membaca, dan menulis.

Karena disleksia bukan merupakan sebuah ketidakmampuan pembelajaran (learning disability), sehingga tingkat kecerdasan anak pun tidak dipengaruhi.

Anak-anak dengan disleksia pun menghadapi berbagai masalah setiap harinya, namun tentu saja terdapat beberapa cara untuk membantu anak agar dapat menjalankan kehidupan persekolahan, dan nantinya pekerjaan, dengan baik.

Penyebab Disleksia

Kelainan ini dipercayai disebabkan oleh pengaruh genetik dan faktor lingkungan. Disleksia memengaruhi kinerja otak yang bertanggungjawab untuk mengolah bahasa.

Diagnosis disleksia ditegakkan melalui serangkaian ujian berkaitan dengan kemampuan mengingat, melihat, mengeja, dan membaca.

Biasanya, ketika anak mengalami disleksia, maka anak tersebut memiliki risiko untuk mengalami gangguan lainnya, seperti gangguan hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan bahasa, dan gangguan menghitung.

Baca Juga: Pentingnya Berpikir Sebelum Mengkritik Anak

Gejala Disleksia

Gejala-gejala disleksia biasanya mulai dapat dibedakan ketika anak mulai bersekolah dan mulai lebih berfokus pada menulis dan membaca.

Beberapa gejalanya termasuk menulis dan membaca dengan sangat lambat, tidak dapat mengurutkan huruf dalam suatu kata, kesulitan membedakan huruf-huruf yang mirip seperti “b” dan “d”, kesulitan mengeja, kesulitan memahami informasi tertulis, kesulitan untuk mengurutkan, dan kesulitan merencanakan.

Namun, anak-anak maupun orang dewasa dengan disleksia biasanya memiliki kemampuan sangat baik pada bidang lain, seperti berpikir kreatif dan pemecahan masalah.

Cara Mengatasi Disleksia

Bila Anda merasa anak Anda memiliki kesulitan yang menunjukkan gejala disleksia, Anda dapat mengonsultasikannya dengan dokter spesialis anak.

Bila anak Anda telah mendapatkan diagnosis dan membutuhkan dukungan lebih, Anda dapat mengonsultasikan anak Anda ke psikolog dan bergabung dengan kelompok dukungan disleksia.

Di Indonesia sendiri telah terdapat beberapa kelompok dukungan disleksia, seperti Asosiasi Disleksi Indonesia dan Dyslexia Parents Support Group. Dengan begitu, maka anak dan orang tua dapat saling berbagi mengenai pengalaman masing-masing.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: 5 Bahasan Utama Psikologi Anak yang Perlu Diketahui

 

Referensi:

1. Bestari H. Memahami disleksia [Internet]. Jakarta: Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus; dates unknown [cited 2020 Jul 5]. Available from: https://www.ypedulikasihabk.org/2017/11/06/memahami-disleksia/

2. NHS. Dyslexia [Internet]. London: NHS; dates unknown [cited 2020 Jul 5]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/

3. ADA. What is dyslexia? [Internet]. Sydney: ADA; 201 [cited 2020 Jul 5]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/

4. Peterson RL, Pennington BF. Developmental dyslexia. Lancet. 2007:379(9830);p.1997-2007. 

Bagikan artikel ini