Mengapa jantung manusia membutuhkan olahraga

16 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Olahraga teratur memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama bagi kesehatan jantung. Olahraga dapat diklasifikasikan berdasarkan proporsi latihan statis dan dinamis yang dibutuhkan.

Olahraga dinamis atau olahraga aerobik melibatkan pergerakan sendi dan perubahan panjang otot tanpa membutuhkan kekuatan yang besar dari otot, berfungsi terutama dalam melatih daya tahan otot.

Sementara olahraga statis adalah olahraga yang membutuhkan kekuatan yang besar dari otot. Contoh olahraga statis yaitu olahraga angkat beban yang berfungsi dalam melatih kekuatan otot. Kedua jenis olahraga tersebut menghasilkan efek yang berbeda pada jantung.

Perbedaan dari pengaruh jenis olahraga secara sederhana dapat dilihat dari perbedaan struktur jantung manusia dan simpanse sebagai spesies dengan kekerabatan paling dekat dengan manusia.

Aktivitas yang dilakukan oleh simpanse dalam kesehariannya terutama adalah aktivitas yang tidak membutuhkan banyak energi, seperti makan dan beristirahat.  Pengerahan energi dilakukan simpanse di sela-sela aktivitas tersebut dengan memanjat dan berkelahi.

Pengerahan energi yang singkat tapi intens ini serupa dengan olahraga statis. Pola aktivitas simpanse menciptakan tekanan di ruang jantung. Sebagai hasilnya, simpanse memiliki dinding jantung yang lebih tebal dan kaku.

Nenek moyang manusia yang hidup jauh sebelum kita bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan. Berjalan jauh dan berlari dalam kurun waktu yang lama adalah keharusan, menghasilkan daya tahan yang baik karena olahraga dinamis yang dilakukan.

Seiring berkembangnya evolusi, manusia mulai melakukan pertanian dan perkebunan. Dalam aktivitas tersebut, daya tahan masih berperan penting karena memungkinkan manusia membajak, menanam, dan memanen makanan.

Maka, jantung manusia pun memiliki struktur yang sesuai untuk mendukung aktivitas manusia di awal kehidupan. Dibandingkan jantung simpanse, manusia memiliki jantung dengan dinding lebih tipis dan lebih fleksibel.

Ruang-ruang di jantung berukuran sedikit lebih besar dan memiliki otot-otot yang memungkinkan jantung untuk berpilin, sehingga volume darah yang jantung pompa keluar saat kontraksi dan terima saat relaksasi dapat lebih banyak.

Pada jantung simpanse dan jantung manusia, terdapat perbedaan struktur karena perbedaan pola aktivitas. Begitu pula antar manusia, terdapat perbedaan struktur jantung. Hal ini karena jantung manusia beradaptasi, sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan, atau tidak dilakukan, oleh seseorang.

Adaptasi jantung terutama dapat dilihat dari ventrikel kiri jantung sebagai ruangan yang memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Ventrikel kiri seorang pelari maraton, yang melakukan banyak olahraga dinamis selama hidupnya, memiliki ukuran dan elastisitas di atas rata-rata.

Sementara kelompok orang yang tidak berolahraga memiliki struktur jantung yang mirip dengan simpanse, yaitu berdinding tebal dan kurang elastis.

Tanpa olahraga atau aktivitas fisik, volume darah yang dipompa oleh jantung dan mengalir melalui pembuluh darah akan berkurang. Konsekuensinya adalah jantung dan pembuluh darah menjadi lebih kaku.

Hal tersebut menciptakan lingkaran setan. Semakin sedikit tubuh bergerak, semakin sedikit olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tekad yang kuat dan perubahan perilaku yang konsisten dibutuhkan untuk keluar dari lingkaran setan tersebut.

Referensi:

  1. Shave RE, Lieberman DE, Drane LA, Brown MG, Batterham AM, Worthington S, et al. Selection of endurance capabilities and the trade-off between pressure and volume in the evolution of the human heart. Proceedings of the National Academy of Sciences [Internet]. 2019 Oct [cited 2020 May 17];116(40):19905-10.
  2. Eijsvogels TMH, Fernandez AB, Thompson PD. Are there deleterious cardiac effects of acute and chronic endurance exercise? Physiol Rev [Internet]. 2016 [cited 2020 May 17];96:99-125.