Bantuan

Memahami Proses Osifikasi atau Proses Pembentukan Tulang dalam Tubuh Manusia

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 01 Apr 2022

Bagikan

proses osifikasi

Secara garis besar, proses osifikasi adalah nama untuk menggambarkan proses terbentuknya tulang-tulang manusia. Sebagian dari kerangka terbentuk selama beberapa minggu pertama setelah pembuahan terjadi. Pada akhir minggu kedelapan setelah pembuahan, pola kerangka embrio berkembang dalam bentuk tulang-tulang rawan dan membran jaringan ikat, setelah itu, pengerasan baru dimulai.

Perkembangan tulang berlanjut sepanjang masa dewasa. Bahkan setelah Anda mencapai perawakan dewasa Anda, perkembangan tersebut terus berlanjut dalam rangka memperbaiki tulang-tulang yang patah dan bentuknya bisa berubah-ubah seiring dengan gaya hidup yang Anda jalani

Sel osteoblas, osteosit, dan osteoklas adalah tiga jenis sel yang terlibat dalam perkembangan, pertumbuhan, dan perubahan bentuk tulang. Osteoblas adalah sel pembentuk tulang, osteosit adalah sel tulang dewasa, dan osteoklas berperan dalam memecah dan menyerap kembali tulang. Proses osifikasi terdiri dari dua jenis, yaitu intramembran dan endokondral.

Proses Osifikasi Intramembran

Proses osifikasi intramembran adalah penggantian membran-membran jaringan ikat yang menyerupai lembaran menjadi jaringan yang keras. Tulang-tulang yang terbentuk dengan cara ini disebut dengan tulang intramembran. Yang termasuk tulang intramembran adalah beberapa tulang pipih dan tulang irregular atau tulang tak beraturan.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bentuk pertama dari apa yang Anda kenal sebagai tulang adalah membran-membran jaringan tulang rawan.  Sel osteoblas bermigrasi ke membran tersebut dan membuat matriks-matriks tulang. Sedangkan, sel osteosit adalah nama yang digunakan untuk sel osteoblas yang sudah dikelilingi oleh matriks tersebut.

Proses Osifikasi Endokondral

Kemudian, proses osifikasi endokondral adalah proses penggantian tulang rawan hialin menjadi jaringan-jaringan tulang. Bermula dari tulang rawan hialin, sebagian besar kerangka Anda terbentuk melalui proses ini. Osifikasi endokondral berjalan melalui dua tahap, yaitu pusat osifikasi primer dan pusat osifikasi sekunder.

  1. Pusat Osifikasi Primer

Selama bulan ketiga setelah pembuahan pada embrio, perikondrium yang mengelilingi model awal tulang rawan hialin mulai memiliki pembuluh darah. Beberapa pembuluh darah ini mengandung sel-sel osteoblas yang kemudian mengubah perikondrium menjadi periosteum. Sel osteoblas lalu membentuk kerah tulang yang berada di sekitar diafisis atau poros tulang.

Pada saat yang sama, tulang rawan di tengah diafisis ini mulai hancur. Setelah itu, sel osteoblas menembus tulang rawan yang hancur tersebut lalu menggantinya dengan tulang spongiosa. Hal inilah yang membentuk pusat osifikasi primer. Osifikasi berlanjut dari pusat menuju ujung tulang, dan setelah tulang spongiosa terbentuk di diafisis, sel osteoklas memecah tulang yang baru terbentuk untuk membuka rongga medular.

  1. Pusat Osifikasi Sekunder

Tulang rawan di bagian ujung akhir tulang panjang atau epifisis terus mengalami pertumbuhan, sehingga ukurannya semakin panjang. Kemudian, setelah bayi dilahirkan, pusat osifikasi sekunder mulai terbentuk pada epifisis. Osifikasi pada epifisis mirip dengan yang terjadi pada diafisis, kecuali tulang spongiosa dipertahankan dan tidak dipecah untuk membentuk rongga medular.

Ketika osifikasi sekunder selesai, tulang rawan hialin sepenuhnya digantikan oleh tulang, kecuali yang berada di atas permukaan epifisis dan yang berada pada lempeng epifisis, yaitu area di antara epifisis dan diafisis. Tulang pada area ini akan berhenti bertumbuh ketika fase remaja dan meninggalkan tulang rawan hialin di sana tetap berbentuk tulang rawan.

Proses Pertumbuhan Tulang

Tulang terus tumbuh memanjang pada area lempeng epifisis melalui proses yang mirip dengan osifikasi endokondral. Sel osteoblas masuk untuk membentuk tulang. Proses ini berlanjut sepanjang masa kanak-kanak dan remaja, sampai pertumbuhan tulang rawan melambat dan akhirnya berhenti. Ketika berhenti, biasanya pada awal usia 20-an, lempeng epifisis mengeras sepenuhnya dan tulang tidak lagi tumbuh memanjang.

Demikianlah uraian lengkap mengenai proses osifikasi atau pembentukan tulang, serta pertumbuhan tulang yang dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan dari kelenjar hipofisis anterior dan hormon seksual dari ovarium dan testis. Ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan tulang Anda dengan sering mengonsumsi makanan kaya protein, kalsium, vitamin D, dan vitamin K, serta berolahraga secara teratur.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Tulang dengan Mudah dan Sehat

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Ortopedi

Mulai dari IDR 110.000

Pesan Sekarang
Referensi

National Cancer Institute. (n.d). Bone Development & Growth. https://training.seer.cancer.gov/anatomy/skeletal/growth.html

Spritzler, Franziska. 2017. 10 Natural Ways to Build Healthy Bones. https://www.healthline.com/nutrition/build-healthy-bones

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Ortopedi

Mulai dari IDR 110.000

Pesan Sekarang