Apakah Makan di Malam Hari Bikin Gemuk?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 13 Jul 2022

Bagikan

Apakah Makan di Malam Hari Bikin Gemuk?

Makan di malam hari telah lama dikaitkan dengan penambahan berat badan yang berujung pada obesitas. Apakah informasi tersebut mitos atau fakta? Simak artikel ini.

Kegemukan atau obesitas umumnya disebabkan oleh mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang diperlukan tubuh untuk dibakar, terutama pada jenis makanan berlemak dan manis. Obesitas juga disebut dengan kelebihan energi yang disimpan oleh tubuh sebagai lemak.

Baca juga: Berapa BMI yang Dianggap sebagai Obesitas?

Obesitas saat ini termasuk ke dalam masalah yang semakin umum karena bagi banyak orang dengan gaya kehidupan modern melibatkan makan makanan murah berkalori tinggi dalam jumlah berlebihan dan menghabiskan banyak waktu duduk seperti di sofa sambil menonton TV dan bekerja di depan komputer.

 

Mengapa Makan di Malam Hari Bikin Gemuk?

Metabolisme tubuh memiliki proses yang sangat kompleks. Metabolisme akan bekerja lebih lambat di malam hari sehingga tubuh akan membakar kalori lebih sedikit. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh. Ritme ini bekerja sama dengan otak dan dipengaruhi oleh lingkungan, terutama cahaya. Bila ritme sirkadian terganggu, maka fungsi tubuh kita akan turut bermasalah. Itulah mengapa makan di malam hari bikin gemuk seseorang.

 

Fakta dan Mitos Jam Makan yang Salah

Jam makan yang salah, membuat berat badan naik? Mitos ini telah ada selama bertahun-tahun dan meskipun beberapa orang yakin bahwa kebiasaan makan larut malam adalah fakta yang dapat membuat berat badan bertambah, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak memproses makanan secara berbeda pada waktu yang berbeda dalam sehari. Hanya saja, pada malam hari metabolisme akan bergerak lebih lambat sehingga lebih baik untuk mengurangi kalori atau porsi makan di malam hari.

Selain jumlah kalori yang anda konsumsi, seberapa banyak Anda berolahraga di siang hari juga dapat mempengaruhi berat badan Anda. Namun, banyak orang memang cenderung makan berlebihan dan memilih makanan berkalori tinggi sebagai camilan di malam hari, yang dimana keduanya merupakan penyebab kenaikan berat badan.

Anda disarankan agar makan malam setidaknya tiga hingga empat jam sebelum tidur untuk memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan tersebut. Porsi makan malam harus menjadi makanan dengan kalori terkecil pada hari itu.

Dengan begitu, lalu apakah fakta dan mitos jam makan yang salah itu benar adanya? Jawabannya adalah fakta, jika Anda mengkonsumsi makanan berkalori tinggi berlebihan dan juga makan dengan porsi besar di malam hari.

Baca juga: Benarkah Jam Makan yang Salah Dapat Membuat Gemuk?

 

Bagaimana Tips Cara Makan yang Tepat agar Terhindar dari Obesitas?

Agar terhindar dari obesitas, Anda harus mencari tahu apa saja makanan yang harus ada di dalam piring makan Anda. Alih-alih dengan makan tiga kali lebih besar, maka makan empat atau lima kali lebih kecil di siang hari dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat. Tips dan pertimbangan sehat lainnya agar terhindar dari obesitas, meliputi:

  • Jangan menunggu perut kelaparan – Menunggu terlalu lama untuk makan dapat menyebabkan konsumsi ukuran porsi yang lebih besar. Pastikan untuk menyiapkan cemilan sehat untuk hari itu.

  • Rencanakan sajian makanan Anda. Jangan meraih cemilan setiap malam tanpa rencana. Cobalah untuk mengurangi kalori dengan mengurangi cemilan di malam hari.

  • Lewati makanan penutup dan junk food. Mengonsumsi makanan penutup dan junk food merupakan hal yang paling diinginkan semua orang. Makanan manis memanglah sangat enak untuk di makan di malam hari, tetapi makanan ini dapat mempermudah Anda mendapatkan obesitas.

  • Cukupi karbohidrat dan protein Anda. Ketika ingin makan cemilan sebelum tidur, pastikan makanan tersebut mengandung karbohidrat kompleks dan protein yang akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan hindari makanan yang kaya akan gula.

Meskipun ini adalah topik yang sering diperdebatkan dan susah untuk diterapkan, beberapa ahli sebenarnya merekomendasikan untuk memakan suatu makanan dalam porsi kecil sebelum tidur. Namun, ketika Anda dapat menghindari kebiasaan buruk dalam mengkonsumsi camilan berlebihan, tubuh Anda akan lebih sehat dan terbebas dari obesitas.

Baca juga: Pilihan Makanan Tinggi Serat Untuk Anda yang Sedang Diet

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Referensi

UAMS health. 2019. Does Eating Late at Night Make you Fat?. ttps://uamshealth.com/medical-myths/does-eating-late-at-night-make-you-fat/#:~:text=Calories%20consumed%20at%20night%20won,will%20lead%20to%20weight%20gain.%E2%80%9D.

Webmd. 2019. Diet Truth or Myth: Eating at Night Causes Weight Gain. ttps://www.webmd.com/diet/features/diet-truth-myth-eating-night-causes-weight-gain.

Intermountain Healthcare. 2020. Will eating at night cause me to gain weight?. ttps://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2020/01/will-eating-at-night-cause-me-to-gain-weight/.

Healthline. Does Eating Late at Night Cause Weight Gain?.  ttps://www.healthline.com/nutrition/eating-at-night.

Health Kompas. 2020. Mengenal Cara Kerja Ritme Sirkadian dan Pengaruhnya Bagi Tubuh. ttps://health.kompas.com/read/2020/10/04/133600968/mengenal-cara-kerja-ritme-sirkadian-dan-pengaruhnya-bagi-tubuh?page=all.

Bagikan artikel ini