Bantuan

Mari Mengenal Dispnea & Penyebabnya yang Sering Kali Disepelekan

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 25 Mar 2022

Bagikan

dispnea

Dispnea & penyebabnya seringkali disepelekan, tahukah Anda apa saja penyebab dispnea yang sering disepelekan? Namun sebelum Anda mengetahui beberapa penyebab dispnea yang sering disepelekan, Anda perlu mengetahui apa itu dispenea terlebih dahulu. Dispnea merupakan istilah medis yang artinya sesak napas, penjelasan selengkapnya bisa Anda temukan melalui pembahasan di bawah ini.

Apa Itu Dispnea?

Dispnea adalah suatu kondisi kesehatan di mana seseorang mengalami kesulitan untuk bernapas atau sesak napas. Kondisi ini tentunya akan sangat mengganggu bagi aktivitas Anda sehari-hari. Sebab seseorang yang terkena dispnea akan sering merasa tidak berdaya, dada menyempit dan membutuhkan udara banyak agar bisa beraktivitas kembali. Meski demikian, dispnea & penyebabnya seringkali disepelekan. 

Dispnea terbagi menjadi 2 yaitu dispnea akut dan dispnea kronis. Dispnea akut merupakan penyakit sesak napas yang terjadi secara mendadak dan terjadi dalam waktu singkat, sedangkan dispnea kronis adalah sesak napas yang terjadi dalam rentang waktu yang lama dan mudah kambuh. Keduanya merupakan penyakit berbahaya, karena sesak napas yang terjadi secara mendadak dan sering kambuh bisa berujung kematian jika tidak segera diobati.

Penyebab Dispnea

Beberapa penyebab dispnea seringkali disepelekan karena beberapa penyebab dispnea jarang diketahui dan dianggap tidak berhubungan dengan penyakit sesak napas. Sehingga seseorang cenderung menyadari dirinya sesak napas, namun jarang mengetahui beberapa penyebabnya. Berikut beberapa penyebab dispnea yang sering disepelekan dan perlu Anda ketahui, di antaranya:

  1.  Tekanan Darah Rendah

Salah satu penyebab dispnea yang sering disepelekan adalah tekanan darah rendah. Seringkali seseorang tidak menyadari bahwa tekanan darah rendah bisa menyebabkan sesak napas. Ini karena saat tubuh kekurangan pasokan darah, maka oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh pun ikut berkurang. Jika kondisi ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera cari obat penambah darah atau konsumsi makanan yang bisa meningkatkan pasokan darah seperti sayuran berwarna hijau, kacang atau biji-bijian, sereal, jeroan, makanan laut (kepiting dan udang), daging unggas (ayam dan bebek). 

  1. Keracunan Karbon Monoksida

Penyebab dispnea yang jarang disepelekan selanjutnya adalah keracunan karbon monoksida. Ini karena karbon monoksida tidak menimbulkan warna, bau dan tidak berasa, sehingga seseorang tidak menyadari ketika menghirup suatu asap yang mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida bisa berasal dari pembakaran kayu, batu bara dan bahan bakar bermotor. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati ketika berada di luar ruangan. Sebab karbon monoksida yang terhirup secara berlebihan bisa menyebabkan keracunan dan kerusakan pada sel serta jaringan di seluruh tubuh. Saat kondisi ini terjadi pada Anda, Anda akan mengalami sesak napas, pusing, mual dan nyeri dada.

  1. Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu penyebab dispnea yang sering disepelekan, karena saat seseorang terkena pneumonia beberapa gejalanya seperti batuk, demam dan nyeri dada sering dianggap sebagai penyakit biasa. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang tidak bisa disepelekan sebab bakteri, jamur atau virus yang menginfeksi paru-paru bisa menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas. Dalam kondisi serius, virus, bakteri, dan jamur yang berada pada paru-paru bisa menyebabkan kematian. Salah satu contohnya ketika seseorang terserang virus Covid-19, paru-paru menjadi kekurangan oksigen, sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. 

Baca juga: Mari Ketahui Berbagai Seluk Beluk Infeksi Paru-Paru atau Pneumonia

  1. GERD

Tidak hanya masalah jantung dan paru-paru, dispnea juga bisa disebabkan oleh penyakit pencernaan seperti GERD. GERD sering terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan memasuki paru-paru saat Anda tertidur. Asam lambung yang masuk ke paru-paru bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran udara dan menimbulkan reaksi sesak napas atau dispnea. Maka dari itu penyakit pencernaan tidak bisa Anda sepelekan, Anda harus melakukan pengobatan secepat mungkin agar asam lambung tidak membahayakan saluran pernapasan.

Baca juga: Memahami Gejala dan Tindakan Mengobati GERD Anxiety

Demikian pembahasan mengenai dispnea & penyebabnya yang seringkali disepelekan. Dengan mengetahui beberapa penyebab di atas, Anda bisa lebih aware terhadap beragam penyakit yang sedang Anda rasakan. Sebab beberapa penyakit bisa menjalar dan mempengaruhi bagian tubuh lainya. Jika Anda mengalami beberapa kondisi di atas sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Pernapasan dan Paru

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang
Referensi

Dresden, Danielle. What is dyspnea?. 2018. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/314963 (Accessed: 3 November 2021).

Cleveland Clinic: Shortness of Breath (Dyspnea). 2021. Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/16942-shortness-of-breath-dyspnea (Accessed: 3 November 2021).

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Pernapasan dan Paru

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang