Kenali dan Atasi Salesma pada Bayi

02 Sep 2020 • Tips Kesehatan

Salesma atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang umum dialami oleh bayi. Meskipun umum dan wajar dialami oleh bayi, orang tua seringkali panik dan khawatir menghadapi salesma pada bayi.

Mengenal dan mengetahui cara mengatasi salesma membantu orang tua agar lebih tenang menghadapi bayi dengan salesma.

Penyebab salesma

Salesma terjadi ketika virus menyebabkan respons inflamasi pada hidung dan tenggorokan. Terdapat 200 lebih virus yang dapat menyebabkan salesma, namun yang paling sering adalah rhinovirus.

Virus dapat menyebar melalui udara, yaitu ketika seseorang bersin atau batuk, melalui kontak langsung, dan melalui permukaan yang terkontaminasi.

Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami salesma karena sistem imun mereka yang belum sebaik orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga seringkali menyentuh wajah dan mata atau memasukkan tangan ke mulut dan hidung dengan tangan yang kotor.

Bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap salesma pada musim dingin dan ketika sekolah atau dititipkan ke daycare.

Gejala salesma

Gejala salesma muncul 1-3 hari setelah anak terpapar virus. Gejala salesma umumnya hilang dalam waktu seminggu ataupun dua minggu.

Salesma dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada masing-masing anak. Berikut merupakan gejala salesma yang umum dialami oleh anak.

  • Hidung berair atau tersumbat
  • Terdapat ingus yang awalnya berwarna bening lalu berubah menjadi kuning atau hijau
  • Demam
  • Bersin
  • Batuk
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Sulit tidur
  • Nafsu makan menurun
  • Mata berair
  • Tenggorokan sakit atau gatal
  • Pusing
  • Mudah lelah dari biasanya

Mengatasi salesma

Sejauh ini, tidak ada obat yang dapat mengobati salesma, namun salesma merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Penanganan salesma ditujukan untuk meredakan gejala.

Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk menangani salesma pada bayi dan anak.

  • Obat pereda rasa sakit yang dijual bebas seperti parasetamol dan ibuprofen dapat diberikan
  • Parasetamol dapat diberikan sejak bayi berusia dua bulan, dengan syarat bayi lahir cukup bulan dan berat badan telah mencapai 4 kg, sedangkan ibuprofen dapat diberikan apabila bayi berusia 3 bulan atau lebih dan berat badan sekurang-kurangnya 5 kg. Berikan obat dengan dosis yang sesuai.
  • Hindari obat pemberian obat batuk dan salesma
  • Pemberian obat untuk mengatasi gejala batuk dan salesma tidak dianjurkan, kecuali dengan rekomendasi dokter
  • Cukupi kebutuhan cairan anak
  • Berikan salin hidung semprot (saline nasal sprays) untuk meredakan gejala hidung tersumbat
  • Vapour rub  dapat digunakan agar anak dapat bernapas dengan lebih mudah
  • Menyeka ingus bayi
  • Menyeka ingus  bayi dapat meringankan gejala hidung tersembat. Selain itu, anda dapat menggunakan rubber-bulb syringe untuk membersihkan rongga hidung bayi.
  • Membiarkan bayi menghirup uap air hangat
  • Jaga kelembaban udara menggunakan cool-water humidifier
  • Pastikan anak cukup beristirahat

Kapan harus pergi ke dokter?

Salesma dapat ditangani di rumah, namun Anda sebaiknya membawa bayi dan anak ke dokter apabila anak menunjukkan gejala seperti:

  • Suhu tubuh di atas 380C (jika usia di bawah 3 bulan) atau lebih dari 390C  (anak berusia antara 3-6 bulan)
  • Gejala terlihat memburuk dalam waktu 5 hari
  • Mengalami batuk dengan durasi selama 3 atau 4 minggu
  • Menunjukkan gejala-gejala infeksi telinga
  • Mengeluarkan ingus atau lendir berwarna hijau, kuning, coklat selama 10 hari atau lebih