Keluarga Penderita Diabetes

08 Oct 2019 • Diabetes

Ditulis oleh: dr. Rianty Lais Manna

Telah direview oleh: dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, FES


Ketika orang yang disayangi dan dicintai divonis menderita diabetes, dunia seakan terguncang. Perasaan sedih, tidak percaya, khawatir dan takut bercampuk aduk. Menderita diabetes bagaikan mimpi buruk tidak hanya bagi penderita itu sendiri namun juga bagi keluarga penderita diabetes.

Pengobatan diabetes memang merupakan penyakit yang harus diobati dan dikontrol dengan baik serta memerlukan pemantauan oleh dokter. Akan tetapi peranan keluarga juga sangatlah penting untuk keberhasilan mencapai target pengobatan diabetes. Namun, sungguh disayangkan kondisi psikologis keluarga penderita diabetes jarang mendapat perhatian.

Perubahan hidup akibat diabetes memberikan dampak yang besar akibat diharuskannya merubah kebiasaan penderita untuk diet sehat, rajin olahraga, minum obat teratur dan rutin kontrol ke dokter. Dampak tersebut dirasakan pula oleh keluarga atau orang terdekat baik dampak secara finansial maupun dampak secara psikologis.

Dampak finansial

Diabetes merupakan penyakit menahun. Bila keluarga tercinta menderita diabetes, maka keluraga harus memikirkan besaran biaya pengobatan yang harus dikeluarkan secara rutin. Semakin muda usia menderita diabetes maka semakin besar akumulasi biaya yang dikeluarkan.

International Diabetes Federation (IDF) mengumumkan tema hari diabetes sedunia untuk tahun 2018 dan 2019 adalah “The family and diabetes” yang artinya keluarga dan diabetes. Tema ini menitik beratkan pentingnya peranan keluarga dalam mengatasi diabetes.

Diabetes dapat membawa keluarga dalam kemiskinan. Mengobati diabetes membutuhkan obat rutin, diet dan gaya hidup sehat serta pengetahuan akan pengobatan yang baik. Harga obat-obatan dan insulin serta alat untuk memonitor gula darah tidaklah murah. Semakin banyak komplikasi yang didapat maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, kontrol gula darah yang baik dapat mempertahankan pengobatan diabetes tetap dalam biaya yang terjangkau.


Dampak psikologis

Berbagai kekhawatian muncul ketika keluarga yang dicintai menderita diabetes. Kekhawatiran akan komplikasi yang dapat diderita serta ketakutan akan kehilangan orang dicintai kerap kali membuat keluarga penderita diabetes merasa stress dan frustasi.

Adanya pikiran buruk yang melanda seperti membayangkan apa yang harus dilakukan bila kondisi penderita menurun atau mengalami kondisi gawat darurat tentunya akan membuat kecemasan dan kekhawatiran bertambah besar.

Besarnya cinta dan kasih sayang membuat keluarga penderita diabetes selalu berusaha memberikan pengobatan yang terbaik yang mampu mereka berikan. Berbagai upaya dilakukan seperti mempelajari informasi yang berkaitan dengan penanganan diabetes, diet yang baik, olahraga yang sesuai dan lain-lain.

Kondisi penderita diabetes yang menderita cacat seperti stroke, amputasi, ataupun kebutaan akan memerlukan bantuan dan perhatian khusus dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Beban untuk menjaga dan merawat serta harus menghadapi perubahan perilaku penderita diabetes akibat penyakitnya turut mengubah hidup keluarga.


Ternyata, keluarga penderita diabetes rentan mengalami depresi!

Suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan antara depresi terhadap seseorang yang memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes. Penyakit menahun menyebabkan perubahan hidup serta menggiring dalam ketidakpastian akan masa depan. Hal ini dapat saling memicu adanya emosi negatif dalam penderita diabetes dan keluarga.

Perkembangan penyakit yang sulit diprediksi mampu mengubah suasana hati dan stress psikologis keluarga penderita diabetes. Di samping itu, rasa bersalah yang dirasakan oleh penderita juga mempengaruhi dinamika emosi dalam keluraga.

Ketidakmampuan dalam menghadapi perubahan peran dan tanggung jawab menyebabkan emosi negatif yang memicu munculnya rasa bersalah, cemas, takut dan depresi dalam keluarga. Emosi negatif ini membuat suatu lingkaran setan yang mempengaruhi kesehatan mental penderita diabetes dan keluarganya.

Perhatian akan dampak psikologis yang dialami keluarga penderita diabetes penting mengingat dukungan dari keluarga memilki peran dalam keberhasilan mencapai target pengobatan diabetes.

Stress dalam keluarga penderita diabetes tidak boleh dibiarkan dan harus dikelola dengan baik. Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan yaitu seperti ikut olahraga bersama penderita diabetes, melibatkan penderita dalam menyusun menu kesukaan, mengkomunikasikan rencana pengobatan yang dapat diterima oleh penderita diabetes dan tidak menjadi ‘dokter’ dirumah atau ikut tergabung dalam suatu komunitas diabetes agar dapat saling memberi dukungan dan mengurangi stress.

Diperlukan kerja sama antara penderita diabetes dan keluarganya untuk saling mendukung agar mencegah emosi negatif muncul dalam lingkungan keluarga. Kerja sama ini diharapkan dapat memutus lingkaran setan dalam keluarga dan meningkatkan keberhasilan pengobatan diabetes.

 

Referensi:

Jia Z., Li X., et al, Journal of Affective Disorders, 2019

International Diabetic Federation, 2018

Dari berbagai sumber