Kejang pada Anak

24 Aug 2020 • Tips Kesehatan

Kejang hampir tidak pernah mengancam jiwa. Banyak kejadian kejang yang hanya muncul dan bertahan beberapa menit kemudian berhenti sendiri.

Meski demikian, orang tua tentu dapat merasa terkejut, panik, dan kebingungan saat melihat anak mengalami kejang.

Untuk itu, orang tua perlu mengetahui apa yang harus dilakukan saat menemukan kondisi kejang pada anak.

Kejang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari menatap kosong hingga melakukan gerakan lengan dan kaki yang tidak disadari dan tidak dapat dikendalikan.

Beberapa tanda seorang anak mungkin mengalami kejang adalah adanya sensasi yang tidak biasa atau berkedut sebelum kejang, menatap kosong dan tidak menanggapi rangsangan apa pun.

Kaku otot yang tidak dapat dikendalikan, kehilangan kesadaran (pingsan), dan buang air kecil atau buang air besar yang tidak dapat dikendalikan.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan anak tengah menderita kejang?

Jika ada orang lain di sekitar, minta mereka untuk menghubungi dokter anak atau fasilitas layanan kesehatan gawat darurat terdekat. Jika tidak ada orang lain di sekitar.

Ikuti langkah-langkah berikut ini lalu hubungi dokter anak atau fasilitas layanan kesehatan gawat darurat terdekat:

  1. Perlahan tempatkan anak di lantai atau tanah datar, dan singkirkan benda-benda di sekitarnya.
  2. Baringkan anak ke salah satu sisinya untuk mencegah anak tersedak air liur (ludah).
  3. Jika anak muntah, bersihkan mulut dengan lembut dengan jari.
  4. Longgarkan pakaian apa pun di sekitar kepala atau leher anak.
  5. Pastikan anak bernapas dengan baik.
  6. Jangan mencoba menanan gerakan kejang anak karena tidak akan menghentikan kejang dan dapat membuat anak lebih tidak nyaman atau membahayakan.
  7. Jangan taruh apapun di mulut anak. Anak tidak akan menggigit lidahnya. Mengupayakan memisahkan gigi dapat menyebabkan cedera atau menghalangi jalan napas anak.
  8. Jangan berikan apa pun kepada anak untuk dimakan atau diminum, dan jangan berikan pil obat atau cairan apa pun melalui mulut sampai anak benar-benar terjaga penuh.
  9. Cobalah untuk mengukur berapa lama kejang berlangsung.
  10. Anak mungkin mengantuk atau perlu beberapa saat untuk kembali normal setelah kejang. Tetap bersama anak sampai ia terjaga dan sadar dan biarkan anak beristirahat setelah kejang.

Hubungi layanan kesehatan gawat darurat terdekat segera jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau mengalami kejang berulang:

  • Anak mengalami kesulitan bernapas
  • Terdapat warna kebiruan pada bibir, lidah, atau wajah
  • Tetap tidak sadar selama lebih dari beberapa menit setelah kejang
  • Jatuh atau mengenai kepalanya sebelum atau selama kejang
  • Tampak sakit, kejang saat di dalam air, atau
  • Memiliki gejala apa pun yang mengkhawatirkan orang tua.

Referensi

https://kidshealth.org/en/parents/seizures-sheet.html?view=ptr&WT.ac=p-ptr