Kapan Sih Kita Perlu Cek Kolesterol?

08 Oct 2020 • Tips Kesehatan

Tingginya kadar kolesterol merupakan salah satu gangguan yang cukup ditakutkan banyak orang. Tidak salah mengingat kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama penyakit jantung yang sangat mematikan.

Biasanya, kebanyakan orang baru mulai memperhatikan kadar kolesterol ketika mulai memasuki masa tuanya. Tidak seperti penyakit asam urat, yang ketika kadarnya tinggi dapat menyebabkan nyeri sendi, kadar kolesterol yang tinggi tidak memiliki gejala apa pun.

Oleh karena itu, cara mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh hanya dengan memeriksakannya lewat darah. Kebanyakan orang baru mulai rutin memeriksakan kadar kolesterolnya ketika sudah memasuki usia 50 atau 60 tahun.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan kolesterol?

Ternyata, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasi pengecekan kadar kolesterol mulai dari usia kanak-kanak loh…

Pengecekan pertama pada usia 9 hingga 11 tahun ketika sebelum pubertas dan kedua kali ketika usia 17 hingga 21 tahun setelah pubertas.

Pertimbangannya karena berdasarkan data CDC, 1 dari 5 anak berusia 6 hingga 19 tahun memiliki kolesterol yang kurang baik.

Selain itu, ternyata terdapat beberapa penyakit bawaan yang menyebabkan anak-anak sudah memiliki kolesterol yang tinggi ketika lahir.

Setelah kedua pengecekan tersebut, CDC merekomendasikan untuk melakukan pengecekan rutin setiap 4 hingga 6 tahun saat sudah beranjak dewasa.

Akan tetapi, apabila memiliki riwayat penyakit lain yang memungkinkan tingginya kadar kolesterol, dokter dapat merekomendasikan pengecekan lebih rutin.

Berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan tingginya kadar kolesterol:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan kadar kolesterol yang tinggi. Anda dapat memiliki kadar kolesterol yang tinggi akibat beberapa kemungkinan, seperti genetik atau gaya hidup yang kurang baik.
  • Diabetes. Diabetes dapat meningkatkan LDL, yang dikenal dengan kolesterol jahat, dan menurunkan HDL, yang dikenal juga sebagai kolesterol baik.
  • Usia. Semakin tua, kemampuan tubuh untuk membuang kolesterol semakin buruk.
  • Laki-laki. Laki-laki cenderung memiliki kadar LDL yang tinggi daripada wanita. Akan tetapi, setelah menopause, LDL pada wanita akan meningkat.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Riwayat kolesterol yang tinggi. Apabila Anda sudah pernah memeriksakan kadar kolesterol dan hasilnya kurang baik, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dengan rutin.

Apabila Anda memiliki faktor risiko seperti yang sudah disebutkan, jangan ragu untuk memeriksakan kadar kolesterol Anda atau kontrol ke dokter untuk rekomendasi yang lebih tepat.

Referensi:

https://www.cdc.gov/features/cholesterol-screenings/index.html