Apa itu kolesterol, HDL, dan LDL?

02 Feb 2021 • Tips Kesehatan

Definisi kolesterol dan lipoprotein

Lemak merupakan sebuah molekul yang penting bagi kehidupan makhluk hidup. Salah satu lemak yang dibutuhkan tubuh adalah kolesterol.

Dikarenakan kolesterol merupakan lemak, kolesterol tidak dapat larut dalam darah. Oleh karena itu kolesterol dibawa oleh protein yang disebut lipoprotein. 

Lipoprotein memiliki inti kolesterol dan dikelilingi oleh lapisan protein, fosfolipid (salah satu jenis lemak), dan kolesterol. Lipoprotein dalam darah diklasifikasikan menjadi 5 jenis sesuai dengan seberapa besar massa jenis lipoprotein. Massa jenis tersebut sesuai dengan seberapa besar protein yang dimiliki.

HDL (High Density Lipoprotein) memiliki massa jenis terbesar dari ke 5 jenis lipoprotein sedangkan LDL (Low Density Lipoprotein) memiliki massa jenis yang lebih kecil dari HDL namun lebih besar dari ketiga jenis lipoprotein lainnya.

Massa jenis berbeda dengan ukuran lipoprotein. Walaupun massa jenis lebih besar, HDL memiliki ukuran yang terkecil dibandingkan empat jenis lipoprotein lainnya.  

Manfaat kolesterol

Kolesterol memiliki peran yang banyak dalam tubuh. Dalam level sel, kolesterol merupakan penyusun membran plasma atau lapisan sel.

Kolesterol juga diperlukan untuk sintesis berbagai molekul dalam tubuh, seperti vitamin  D dan hormon (hormon steroid dan hormon seks). Selain itu, kolesterol terkandung dalam garam empedu yang berperan dalam pencernaan vitamin larut lemak. 

Cara kerja LDL dan HDL

Lipoprotein utama dalam pengangkutan kolesterol adalah LDL. Hampir sebanyak 62% kolesterol diangkut oleh LDL. Setiap LDL mengandung 50% kolesterol dan 20% protein.

LDL memiliki fungsi untuk mengangkut kolesterol ke jaringan, seperti kelenjar adrenal (kelenjar yang berada di atas ginjal), kelenjar organ reproduksi, dan jaringan lain yang membutuhkan kolesterol.

Namun, LDL memiliki kecenderungan untuk menetap dalam sirkulasi darah. LDL, terutama yang berdensitas kecil, mudah untuk terikat pada dinding arteri serta mudah mengalami oksidasi (pelepasan elektron).

Hal tersebut membuat LDL dapat memicu terjadinya plak dalam pembuluh darah.

HDL memiliki kerja yang berlainan dengan LDL. HDL mengangkut kolesterol yang berlebih dari jaringan menuju kehati. Hal ini dikarenakan kolesterol tidak dapat didegradasi oleh sel tubuh pada umumnya.

HDL juga memiliki sifat anti radang, anti trombotik (penyumbatan), dan anti apoptosis (kematian sel yang terprogram). Sifat-sifat HDL tersebut menyebabkan HDL dapat mencegah terjadinya penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah dan disebut sebagai “lemak baik”.

Proses terjadinya penumpukan lemak dalam pembuluh darah

Penumpukan lemak dalam pembuluh darah atau aterosklerosis dimulai dari kerusakan dinding dalam pembuluh darah yang disebut endotelium.

Kerusakan ini membuat LDL mudah memasuki dinding pembuluh darah dan menumpuk di tengah lapisan dinding pembuluh darah.

Penumpukan lemak menyebabkan makrofrag (salah satu jenis sel darah putih) mengubah LDL menjadi bentuk lain dan memakannya.

yang telah memakan LDL disebut sebagai sel busa (foam cell). Penumpukan LDL yang terus menerus diiringi dengan perpindahan sel otot polos  untuk melapisi LDL yang menumpuk sehingga tidak terkena darah.

Masalah terjadi jika penumpukan LDL ini terus menerus terjadi dan menyebabkan penyempitan bahkan penyumbatan pembuluh darah.

Masalah juga dapat terjadi jika pelindung yang terbuat dari sel otot polos mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut membuat darah menyentuh LDL yang menumpuk sehingga membentuk sebuah trombus (gumpalan darah).

Pemeriksaan kolesterol, LDL, dan HDL digunakan untuk mengetahui risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. LDL yang tinggi menandakan peningkatan risiko penyakit sedangkan HDL yang tinggi menandakan penurunan risiko penyakit.

Perlu diperhatikan walaupun HDL memiliki manfaat yang terbukti dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah, pengobatan dengan HDL belum terbukti memiliki manfaat.

Oleh karena itu, sampai saat ini LDL merupakan target pengobatan pasien yang berisiko mengalami aterosklerosis. 

Referensi

  1. Huff T, Boyd B, Jialal I. Physiology, Cholesterol. [Updated 2020 Aug 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470561/
  2. Feingold KR, Grunfeld C. Introduction to Lipids and Lipoproteins. [Updated 2018 Feb 2]. In: Feingold KR, Anawalt B, Boyce A, et al., editors. Endotext [Internet]. South Dartmouth (MA): MDText.com, Inc.; 2000-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK305896/
  3. Bailey A, Mohiuddin SS. Biochemistry, High Density Lipoprotein. [Updated 2020 Oct 3]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549802/
  4. Venugopal SK, Anoruo MD, Jialal I. Biochemistry, Low Density Lipoprotein. [Updated 2020 Oct 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500010/
  5. Pirahanchi Y, Sinawe H, Dimri M. Biochemistry, LDL Cholesterol. [Updated 2020 Sep 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519561/
  6. Ahmed S, Shah P, Ahmed O. Biochemistry, Lipids. [Updated 2020 Jun 3]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525952/