Ingin Menunda Kehamilan? Kenali Jenis Pil KB dan Cara Kerja Pil KB

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 28 Oct 2021

Bagikan

Ingin Menunda Kehamilan? Kenali Jenis Pil KB dan Cara Kerja Pil KB

Mengetahui pilihan jenis pil KB dan cara kerja pil KB adalah hal terpenting yang perlu diketahui oleh setiap pasangan yang tengah menjalani program keluarga berencana (KB) atau ingin menunda kehamilan. Dengan ini, para pasangan dapat menentukan jenis pil KB mana yang terbaik untuk dipilih, serta bagaimana cara kerjanya dalam mencegah kehamilan.

Lantas apa saja jenis dan cara kerja pil KB yang perlu diketahui? Apakah benar pil KB dapat menimbulkan efek samping tertentu? Untuk dapat menjawab pertanyaan mengenai pil KB ini, ada baiknya Anda menyimak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Mari Kenali Ciri-Ciri Hamil Muda 1 Minggu Pertama

Jenis Pil KB

Secara umum, terdapat dua jenis pil KB yang kerap digunakan untuk para pasangan yang sedang menunda kehamilan. Adapun kedua jenis pil KB tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pil Kombinasi

Sebagian besar jenis pil KB yang beredar di pasaran adalah jenis pil kombinasi. Pil ini memiliki kandungan kombinasi dari dua hormon, yakni hormon estrogen serta progestin. Kedua jenis hormon ini dapat mencegah terjadinya pembuahan dengan cara mencegah pelepasan sel telur dalam siklus bulanan. Akibatnya, seorang wanita tidak bisa hamil karena sel telur tidak dibuahi. 

Tidak hanya itu saja, pil KB jenis kombinasi ini dapat menebalkan lendir serviks. Akhirnya, sperma akan sulit mencapai rahim (uterus) dan juga sel telur. Hormon dalam pil kombinasi ini juga dapat mencegah sel telur yang sudah dibuahi (fertilisasi) untuk menempel pada dinding rahim. 

Pil KB jenis ini terdiri dari beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  • Pil KB monofasik, di mana kadar hormon estrogen dan progestin adalah sama.

  • Pil KB bifasik, dengan kandungan hormon estrogen dan progestin. Akan tetapi, kandungan kedua hormon ini akan mengalami perubahan dalam jangka  waktu sekitar ½ siklus penggunaan pil.

  • Pil KB trifasik, di mana kadar estrogen dan progestin akan mengalami peningkatan seiring berjalannya hari Anda konsumsi. 

  1. Pil Mini

Tidak seperti pil KB kombinasi yang memiliki kandungan dua jenis hormon, pil mini hanya memiliki kandungan hormon progestin. Kandungan hormon yang berada dalam jenis pil KB ini berada dalam konsentrasi yang cukup rendah.

Pil ini sering digunakan oleh ibu menyusui karena tidak mengandung estrogen yang dapat menghambat produksi ASI.

Cara Kerja Pil KB

Setelah memahami jenis-jenis pil KB, berikutnya Anda perlu mengetahui cara kerja pil KB itu sendiri. Untuk masing-masing jenis, pil KB ini memiliki cara yang berbeda tergantung dari kandungan hormon yang ada di dalamnya.

Hormon yang terkandung dalam pil KB sejatinya bekerja dengan 3 cara. Pertama, pil KB ini bertugas untuk mencegah indung telur dalam melepaskan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Kedua, pil KB bekerja dengan cara mengubah ketebalan dari lendir serviks sehingga sperma akan sulit berenang memasuki rahim dan menemukan sel telur. Ketiga, pil KB bekerja dengan cara mengubah lapisan dinding rahim sehingga pada akhirnya membentuk kondisi di mana sel telur yang dibuahi tidak tertanam di dalam rahim. 

Efek Samping Pil KB

Ada beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan. Adapun beberapa efek samping tersebut di antaranya adalah mual, perdarahan vagina di luar siklus haid, penurunan libido, sakit kepala ringan, hingga perubahan suasana hati.

Adapun efek samping yang lebih serius dari pil KB adalah sakit perut yang cukup hebat, buramnya penglihatan, sakit kepala berat, nyeri dada, hingga pembengkakan pada tungkai. Apabila Anda mengalaminya, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Demikianlah penjelasan mengenai jenis pil KB dan cara kerja pil KB yang perlu Anda ketahui. Pil KB sendiri merupakan satu dari berbagai alternatif alat kontrasepsi. Sebagai pasangan yang tengah merencanakan untuk menunda kehamilan, beberapa alternatif alat kontrasepsi seperti kondom, KB spiral, IUD, hingga koyo hormon dapat menjadi pilihan untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Baca Juga: Apakah Berhubungan Saat Hamil diperbolehkan? Ini Penjelasannya

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Kehamilan & Menyusui

Mulai dari IDR 300.000

Pesan Sekarang
Referensi

Johnson, Traci C. 2021. Birth Control Pills. 

Cleveland Clinic. Birth Control: The Pill. 

eMedExpert. 2018. Birth Control Pills Advantages and Disadvantages. 

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Kehamilan & Menyusui

Mulai dari IDR 300.000

Pesan Sekarang