Bantuan
Bantuan

Bunda Wajib Tahu, Ini Dia Penyebab Terjadinya Hipertensi dalam Kehamilan

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 20 Nov 2021

Bagikan

Bunda Wajib Tahu, Ini Dia Penyebab Terjadinya Hipertensi dalam Kehamilan

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa ternyata hipertensi dalam kehamilan sangat mungkin terjadi. Dalam hal ini, hipertensi dalam kehamilan tidak hanya akan membahayakan sang ibu, akan tetapi juga bayi yang dikandungnya. Agar terhindar dari kondisi ini, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi tersebut.

Pada kondisi hipertensi selama kehamilan, ibu hamil akan memiliki tekanan di atas 140/90 mmHg. Dalam hal ini, disebutkan bahwa sekitar 5 sampai 10% dari seluruh ibu hamil di dunia ini memiliki risiko tinggi alami hipertensi selama kehamilan. Lantas apa saja hal yang dapat menyebabkan hipertensi dalam kehamilan tersebut? 

Baca Juga: Perhatian, Begini Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi bagi Penderita Hipertensi

Jenis hipertensi dalam kehamilan

Hipertensi pada saat mengandung biasanya terjadi ketika janin berusia 20 minggu. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini terjadi lebih awal. Adapun beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut. 

  1. Preeklamsia

Apabila ibu hamil mengalami hipertensi dan kondisi tersebut tidak terkontrol, maka akan terjadi preeklamsia. Preeklamsia ini dapat menyebabkan kerusakan organ seperti otak dan ginjal. Tidak hanya itu saja, preeklamsia akan menyebabkan terjadinya mual dan muntah, wajah membengkak, sesak napas, hingga sakit kepala yang kerap kambuh. Untuk penyebabnya sendiri, sejatinya terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia pada ibu hamil, yakni:

  • Merupakan kehamilan pertama

  • Berusia di atas 40 tahun

  • Memiliki riwayat preeklamsia pada keluarga atau kehamilan sebelumnya

  • Obesitas

  • Memiliki penyakit imun

Apabila kondisi preeklamsia ini terjadi setelah ibu melahirkan, maka dapat dikatakan bahwa kondisi yang dialami adalah preeklamsia postpartum. 

  1. Eklamsia

Selanjutnya, jika preeklamsia tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi eklamsia, yang merupakan kelanjutan dari preeklamsia itu sendiri. Eklamsia ini merupakan penyebab jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Ibu hamil dalam hal ini dapat mengalami kejang bahkan koma. 

  1. Hipertensi gestasional

Tidak hanya itu, ibu hamil juga dapat mengalami hipertensi gestasional, yang pada umumnya muncul pada usia kehamilan di atas 20 minggu dan bisa terjadi bahkan pada ibu yang sebelumnya tidak pernah menderita hipertensi sebelum kehamilan. Meskipun begitu, pada umumnya kondisi ini bisa hilang pasca melahirkan.

  1. Hipertensi kronis 

Jenis hipertensi berikutnya yang mungkin terjadi selama kehamilan adalah hipertensi kronis, di mana seseorang telah menderita tekanan darah tinggi yang cukup parah sejak sebelum masa kehamilan dan pada akhirnya mengalaminya kembali semasa kehamilan. Dalam hal ini, dokter banyak beranggapan bahwa kondisi hipertensi dalam kehamilan yang terjadi sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu adalah hipertensi kronis.

  1. Hipertensi kronis dengan preeklamsia

Sebagaimana namanya, kondisi ini adalah jenis hipertensi yang merupakan gabungan dari hipertensi kronis dan preeklamasia. Seorang wanita dengan kondisi ini memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum masa kehamilan, lalu mengalaminya kembali saat mengandung. Kondisi ini kemudian diikuti dengan peningkatan kadar protein dalam urin sehingga menyebabkan preeklamasia. Pada umumnya, kondisi hipertensi dalam kehamilan jenis yang satu ini, terjadi saat usia kandungan memasuki trimester kedua hingga ketiga.

Bahaya hipertensi dalam kehamilan

Ketika seseorang mengalami hipertensi dalam kondisi hamil, ada beberapa bahaya dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi, baik selama masa persalinan maupun setelahnya. Adapun beberapa bahaya yang mungkin ditimbulkan dari hipertensi saat kehamilan adalah sebagai berikut.

  • Terjadi keguguran, terutama apabila tekanan darah tidak dikendalikan dengan baik.

  • Alirah darah ke plasenta terganggu sehingga membuat janin kekurangan nutrisi dan oksigen, yang pada akhirnya akan menyebabkan kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan, serta berat badan rendah saat lahir.

  • Kerusakan organ penting seperti ginjal, hati, paru-paru, dan jantung.

  • Terjadi komplikasi abrupsio plasenta, di mana terjadi pelepasan plasenta dari dinding rahim sebelum persalinan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perdarahan parah, bahkan mengancam nyawa ibu dan sang janin di kandungan.

Demikianlah penjelasan mengenai penyebab hipertensi dalam kehamilan yang perlu Anda waspadai. Mengingat bahaya yang mungkin dapat ditimbulkannya, sebaiknya Anda rutin memeriksakan diri ke dokter selama masa kehamilan agar dapat dideteksi dan diantisipasi manakala tekanan darah tinggi semakin naik atau terdapat gangguan kesehatan lainnya selama masa kehamilan. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Hipertensi Pada Lansia serta Beberapa Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

 

Sumber:

MedlinePlus. High Blood Pressure in Pregnancy. 

Youssef, Ghada Sayed. 2019. Hypertension in pregnancy. 

Carson, Michael P. 2018. Hypertension and Pregnancy. 

ACOG. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy.

Bagikan artikel ini