Bantuan
Free Tele x

Bersepeda, Apakah Manfaatnya Lebih Besar dari Risikonya?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 Nov 2020

Bagikan

Apakah Manfaat Orang Bersepeda Lebih Besar dari Risikonya?

Akhir-akhir ini, orang bersepeda menjadi suatu olahraga yang digemari kembali oleh masyarakat. Mulai dari anak kecil hingga orang tua. Memang tidak aneh karena bersepeda bukan merupakan olahraga yang sulit dan tidak membutuhkan area khusus.

Akan tetapi, apakah kalian tahu bersepeda ternyata memiliki risiko gangguan kesehatan juga?

Risiko Bersepeda

Penyebab utama bersepeda menjadi berisiko adalah trek yang digunakan bersamaan dengan trek kendaraan bermotor. Risiko kesehatan dalam bersepeda yang pertama adalah terhirupnya bahan-bahan polutan udara.

Seperti yang kita tahu, kendaraan bermotor mengeluarkan emisi sebagai sisa pembakaran bahan bakar dan kandungan yang terdapat dalam emisi tersebut beracun bagi manusia, terutama bagi paru-paru.

Bersepeda di jalan umum yang dipenuhi oleh kendaraan bermotor berarti menghirup udara yang tercemar polutan lebih banyak daripada bersepeda di tempat yang minim kendaraan bermotor.

Apabila dibandingkan dengan menyetir mobil, polutan yang dihirup ketika bersepeda lebih banyak daripada ketika menyetir mobil.

Risiko kesehatan berikutnya adalah kecelakaan. Kecelakaan pada jalan raya cukup sering mengakibatkan cedera parah bahkan hingga kematian.

Bersepeda di jalan raya cukup berisiko untuk terjadi kecelekaan karena perbedaan kecepatan bersepeda dengan kendaraan bermotor.

Baca Juga: Olahraga Bagi Penderita Asma

Manfaat Bersepeda

Terlepas dari segala risiko tersebut, bersepeda tetap memiliki manfaat kesehatan juga loh. Cukup banyak orang yang bersepeda dengan tujuan berolahraga, di samping bersenang-senang.

Bersepeda dengan kecepatan 15 km/jam dikategorikan sebagai olahraga intensitas sedang. WHO menganjurkan orang dewasa berumur 18-65 tahun untuk berolahraga dengan intensitas sedang minimal 30 menit selama 5 hari.

Apabila dikalkulasikan, bersepeda dengan intensitas dengan sejauh 75 km tiap minggunya sudah memenuhi anjuran berolah raga yang baik oleh WHO.

Manfaat dari bersepeda utamanya berdampak pada kesehatan jantung, mengingat bersepeda merupakan olahraga aerobik.

Bersepeda dapat mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit jantung, seperti hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah.

Jadi, Apakah Manfaat Bersepeda Lebih Besar Dari Risikonya?

Suatu studi membandingkan manfaat dan risiko bersepeda dalam kehilangan waktu ekspektasi hidup sebagai risiko dan penambahan waktu ekspektasi hidup sebagai manfaat.

Polusi udara yang terhirup ketika bersepeda diperkirakan mengurangi waktu ekspektasi hidup sebanyak 8 hingga 40 hari, sementara kecelakaan akibat bersepeda diperkirakan mengurangi waktu ekspektasi hidup selama 5 hingga 9 hari.

Namun, bersepeda diperkirakan dapat menambah waktu ekspektasi hidup selama 14 hari hingga 3 bulan. Manfaat bersepeda jauh lebih besar dari risikonya.

Walaupun polusi udara yang terhirup lebih banyak ketika bersepeda dibandingkan menyetir mobil, aktivitas fisik saat bersepeda jauh lebih bermanfaat. Risiko dapat diminimalkan dengan berhati-hati.

Jadi stay safe dan selamat bersepeda…

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Jangan Remehkan Manfaat Mendengarkan Musik Saat Olahraga

 

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2920084/#:~:text=Estimated%20inhaled%20air%20pollution%20doses,decreased%20cardiovascular%20disease%20and%20mortality.

Tag :
Bagikan artikel ini