Bantuan

Olahraga bagi Penderita Asma

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 10 Dec 2020

Bagikan

Olahraga bagi Penderita Asma

Asma dialami oleh 40-90% penduduk dunia. Gangguan pernapasan yang dialami oleh individu dengan penyakit ini menghalangi mereka untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

Jenis asma yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas fisik disebut juga dengan exercise-induced asthma atau EIB. Padahal, seperti yang kita ketahui, olahraga memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita.

Selain dapat menjaga kesehatan kardiovaskular, kegiatan tersebut juga dapat melindungi diri dari serangan radikal bebas, mengurangi kemungkinan obesitas, diabetes, dan lain sebagainya.

Tidak tepat apabila individu yang mengalami asma tidak dapat melakukan olahraga sama sekali, berikut olahraga serta tips yang dapat dilakukan untuk penderita asma.

Berenang

Berenang dikatakan sebagai olahraga yang paling baik untuk pasien asma. Olahraga ini melatih otot untuk pernapasan serta dapat individu tersebut dapat mengatur kemampuan bernapasnya.

Selaini tu, berenang membuat tubuh kita terpapar dengan lingkungan hangat dan lembab yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gejala asma.

Yoga

Sebuah penelitian dari Journal of Alternative and Complementary Medicine menyatakan bahwa pelatihan yoga setiap minggu dapat meningkatkan kualitas hidup wanita dengan asma secara signifikan.

Berjalan atau Bersepeda

Berjalan maupun bersepeda dinyatakan juga dapat melatih kapasitas sistem pernapasan serta kardiovaskular. Melakukan kegiatan ini secara rutin dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit asma.

Pemanasan sebelum Olahraga

Buatlah tubuh siap untuk melakukan kegiatan olahraga. Kegiatan pemanasan diketahui dapat mengurangi kemungkinan timbulnya gejala asma sebanyak 50%.

Lakukan Olahraga secara Teratur

Olahraga yang dilakukan secara teratur diketahui dapat membantu meningkatkan ketahanan sistem pernapasan dan fungsi paru. Meningkatnya dua faktor tersebut juga mendukung meningkatkan kualitas hidup pasien asma.

Penggunaan Syal untuk Berolahraga

Teknik ini merupakan sebuah usaha yang dapat dilakukan untuk melembapkan dan menghangatkan udara yang dihirup, terutama saat melakukan olahraga outdoor

Selain poin-poin tersebut, mengingat penderita asma memiliki tingkat sensitivitas terhadap udara yang lebih tinggi dari seharusnya, seseorang dengan asma harus menghindari semaksimal mungkin berada pada lingkungan dengan polusi udara.

Penderita asma juga harus menyisakan sebagian waktu untuk sesi pendinginan setelah melakukan aktivitas fisik untuk mengembalikan kondisi tubuh seperi semula sebelum berolahraga.

Referensi:

  1. Wanrooij VH, Willeboordse M, Dompeling E, Van de Kant KD. Exercise training in children with asthma: a systematic review. British Journal of Sports Medicine. 2013;48(13):1024–1031. doi:10.1136/bjsports-2012-091347.
  2. Jayasinghe H, Kopsaftis Z, Carson K. Asthma Bronchiale and Exercise-Induced Bronchoconstriction. Respiration. 2015;89(6):505–512. doi:10.1159/000433559.
  3. Being Active with Asthma [internet]. Chicago: American Lung Associaition; [updated: 2020 Mar 16; cited: 2020 Jul 24]. Available from: https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/asthma/living-with-asthma/managing-asthma/asthma-and-exercise
  4. Mustafa SS, Ramsey A, Shiel WC. Best Exercies for Asthma: Yoga, Swimming, Bikin, and Walking [internet]. San Clemente: MedicineNet; [cited: 2020 Jul 24]. Available from: https://www.medicinenet.com/best_exercises_for_asthma_yoga_swimming_biking/views.htm
Bagikan artikel ini