Bantuan
Bantuan

Berikut Ini Gejala Mata Minus dan Cara Menanganinya!

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 23 Aug 2021

Bagikan

Berikut Ini Gejala Mata Minus dan Cara Menanganinya!

Penting untuk Anda mengetahui gejala mata minus agar segera ditangani dan mata tidak semakin parah. Mata minus atau rabun jauh biasa juga disebut miopia, adalah kondisi penglihatan umum dimana Anda bisa melihat objek dekat Anda dengan jelas. Namun, akan menjadi lebih buram jika melihat objek jauh. Kondisi inilah yang terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya membiaskan dengan tidak benar, yang mana memfokuskan gambar pada depan retina bukan pada retina mata Anda. Mata minus dapat berkembang secara bertahap dan cepat, dimana biasanya sering memburuk selama masa remaja dan anak-anak. Kondisi mata minus biasanya diturunkan dalam keluarga.

Tahukah Anda bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena rabun jauh, seperti berikut ini :

  1. Genetik, mata minus biasanya cenderung diturunkan dalam keluarga. Bila salah satu orang tua Anda mengalami mata minus, maka risiko Anda terkena mata minus juga akan meningkat. Bahkan, risiko akan semakin tinggi jika kedua orang tua mengalami kondisi ini.

  2. Keadaan lingkungan, dimana beberapa penelitian mendukung pendapat bahwa kurangnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan dapat meningkatkan risiko mata minus.

Mata minus sering kali dikaitkan dengan berbagai komplikasi, mulai dari ringan sampai berat, seperti berikut ini :

  1. Kualitas hidup berkurang, mata minus yang tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda. Dimana mungkin Anda tidak dapat melakukan aktivitas atau tugas sebaik yang Anda inginkan. Selain itu, penglihatan anda yang terbatas juga akan mengurangi kesenangan Anda dari aktivitas sehari-hari.

  2. Ketegangan mata, dimana rabun jauh yang tidak ditangani dengan baik dan tepat akan menyebabkan Anda sering menyipitkan mata atau mata menjadi tegang untuk mempertahankan fokus. Hal inilah yang bisa menyebabkan kelelahan mata dan sakit kepala.

  3. Keselamatan terganggu, maksudnya adalah keselamatan Anda dan orang lain dapat menjadi terancam apabila tidak segera diperbaiki. Dimana bisa menjadi sangat serius saat Anda mengendarai kendaraan atau mengoperasikan alat berat.

  4. Beban keuangan, biaya lensa, pemeriksaan mata, dan perawatan medis bisa bertambah, apalagi jika kondisi yang dialami adalah kronis seperti mata minus. Selain itu, pengurangan penglihatan dapat mempengaruhi potensi pendapatan dalam beberapa kasus.

Lalu gejala mata minus apa saja yang bisa mengindikasikan seseorang mengalami miopia? Berikut ini gejala rabun jauh yang biasa akan dialami:

  1. Penglihatan akan kabur saat melihat objek jauh

  2. Untuk melihat dengan jelas, diharuskan menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata

  3. Sakit kepala yang diakibatkan oleh kelelahan mata

  4. Kesulitan untuk melihat ketika mengemudikan kendaraan, terutama saat malam hari

Rabun jauh sering kali terjadi pertama kali terdeteksi saat masa anak-anak. Umumnya didiagnosis antara tahun-tahun awal sekolah sampai remaja. Gejala mata minus pada anak-anak dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya :

  1. Berkedip berlebihan

  2. Sering menggosok mata

  3. Terus-menerus menyipitkan mata

  4. Perlu duduk lebih dekat dengan tv, layar film, atau bagian depan kelas

  5. Tidak menyadari objek yang jauh

Setelah mengetahui gejala mata minus, lalu apa sebenarnya penyebab mata minus itu sendiri? Kornea merupakan permukaan debat mata yang jernih dan berbentuk kubah. Sedangkan lensa adalah struktur yang jelas bagaimana ukuran dan menyerupai bentuk permen M&M. Jika mata memiliki bentuk normal, maka kedua elemen ini memiliki kelengkungan yang sangat halus, menyerupai permukaan kelereng. Kornea dan lensa dengan kelengkungan seperti ini akan membiaskan semua cahaya yang masuk. Untuk membuat gambar yang berfokus langsung pada retina, pada bagian belakang mata Anda. 

Penting untuk Anda segera memeriksakan mata Anda jika merasakan gejala mata minus seperti diatas. Namun, disarankan juga Anda memeriksakan mata secara rutin ke dokter mata. Hal ini untuk menjaga kesehatan mata, karena rabun jauh yang parah dapat menyebabkan Anda mengalami katarak, ablasi retina, glaukoma, dan makulopati rabun atau kerusakan pada sekitar retina pusat. Tak hanya itu, jaringan pada bola mata yang panjang meregang dan menipis, peradangan, robekan, mudah berdarah, dan pembuluh darah baru yang lemah.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar informasi kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata


Referensi :

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-20375556

Bagikan artikel ini