Bantuan
Free Tele x

Berbagai Manfaat Bawang Putih: Sudahkah Rutin Mengonsumsinya?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

Berbagai Manfaat Bawang Putih: Sudahkah Rutin Mengonsumsinya?

Manfaat bawang putih untuk kesehatan ada banyak. Bawang putih diperkirakan telah dikonsumsi sejak lima ribu tahun yang lalu. Tak hanya sebagai penyedap, bawang putih juga digunakan sebagai obat dari berbagai penyakit. 


Hippocrates yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran Modern” pun menggunakan bawang putih untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari penyakit pernapasan, infeksi, masalah pencernaan, dan kelelahan.


Akan tetapi, kamu perlu berhati-hati karena beberapa klaim mengenai manfaat bawang putih belum teruji secara ilmiah. Yuk, kita bahas beberapa manfaat bawang putih yang telah teruji!


Membantu sistem kekebalan tubuh melawan penyakit

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa bawang putih dapat mencegah dan mengurangi durasi selesma (common cold). Berdasarkan sebuah studi dengan durasi 12 minggu, konsumsi bawang putih dapat mengurangi selesma sebanyak 63 persen dibandingkan plasebo.


Berkaitan dengan durasi selesma, penelitian lain menemukan bahwa bawang putih mampu mengurangi durasi flu hingga 70%, dari 5 hari menjadi 1,5 hari, dan penelitian lain mengatakan bawang putih mengurangi durasi sebanyak 61%. 


Akan tetapi, sumber lain mengatakan bawang putih hanya mengurangi frekuensi selesma, namun tidak mengurangi lama waktu sakit. Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung klaim ini.


Selain selesma, sebuah studi menyimpulkan kandungan diallyl sulfide pada bawang putih 100 kali lebih efektif dari dua antibiotik dalam melawan infeksi bakteri Campylobacter, yaitu penyebab umum dari infeksi usus.


Bawang Putih dan kesehatan jantung


Bawang putih mungkin memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. 


Beberapa penelitian mendapatkan bahwa bawang putih dapat memperbaiki kolesterol dan tekanan darah tinggi. Bawang putih dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) sebanyak 10-15%. Akan tetapi, bawang putih tidak memberikan efek pada kadar trigliserida yang juga faktor risiko penyakit jantung.


Sebuah penelitian di Ankara University mendukung studi tersebut. Penelitian berdurasi 4 bulan tersebut menyimpulkan bahwa bawang putih dapat memperbaiki profil darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah.


Selain itu, bawang putih diperkirakan dapat melindungi jantung pada operasi dan serangan jantung. Sebuah zat dalam bawang putih, yaitu diallyl trisulfide, dapat mencegah kerusakan jantung. Akan tetapi, penelitian ini baru dilakukan pada tikus, meskipun hasilnya cukup signifikan, yaitu dapat mengurangi kerusakan jantung sebanyak 61%.


Kandungan antioksidan pada bawang putih


Antioksidan diperlukan tubuh untuk mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen bawang putih dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar antioksidan.


Meningkatnya kadar antioksidan dapat memperlambat proses penuaan. Selain itu, antioksidan dapat mengurangi kadar kolesterol, tekanan darah, serta risiko alzheimer dan demensia.


Bawang putih dan kesehatan hati

Berdasarkan penelitian di Shandong University, Cina, menyimpulkan bahwa kandungan pada bawang putih diallyl disulfide memiliki efek perlindungan terhadap kerusakan hati yang disebabkan oleh alkohol. 


Tak hanya pada pengonsumi alkohol, bawang putih juga dapat mencegah penyakit hati berlemak nonalkohol (nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD) dan meningkatkan fungsi hati pada penderitanya.


Mengurangi risiko kanker

Hubungan antara konsumsi bawang putih dan kejadian kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

Terdapat beberapa penelitian yang menemukan bawang putih diasosiasikan dengan berkurangnya risiko kanker prostat, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker paru. Akan tetapi, beberapa studi lainnya tidak menemukan hubungan antara konsumsi bawang dan berkurangnya risiko kanker sehingga dibutuhkan penelitan lebih lanjut.


Peneliti dari Medical University of South Carolina menyatakan bahwa kandungan organo-sulfur yang terkandung pada bawang putih efektif dalam menghancurkan sel-sel pada kanker otak tipe glioblastoma. Namun, diperlukan studi lebih mendalam, terutama pada model hewan.



Efek samping konsumsi bawang putih


Secara umum, bawang putih merupakan makanan yang aman dikonsumsi. Akan tetapi, konsumsi bawang putih dapat menimbulkan efek samping berupa bau napas yang kurang sedap. Efek samping lainnya yang dapat terjadi adalah rasa seperti terbakar pada mulut atau perut, mual-muntah, bau badan, dan diare. 


Konsumsi bawang putih juga perlu dilakukan dengan hati-hati pada penderita gangguan pembekuan darah atau pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Penutup


Bawang putih diperkirakan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, banyak klaim tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 


Kamu dapat mengonsumsi bawang putih karena termasuk makanan yang aman dikonsumsi. Bawang putih dapat menimbulkan bau napas yang tidak sedap dan sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu apabila mengalami gangguan pembekuan darah sebelum mengonsumsi bawang putih.

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Terbukti dari Bawang Putih


Referensi:

  1. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-health-benefits-of-garlic#TOC_TITLE_HDR_13

  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265853#benefits

  3. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-300/garlic

Bagikan artikel ini