Bantuan

Benarkah Vape Sebabkan Kanker Paru? Cari Tahu Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 08 Feb 2022

Bagikan

Bahaya Vape

Benarkah vape sebabkan kanker paru, mungkin Anda pernah bertanya tentang ini. Sekarang ini banyak orang mulai menggunakan vape, apa itu vape? Vape adalah alat yang memiliki fungsi seperti rokok, tetapi alat ini tidak menggunakan daun tembakau, berbeda dengan rokok konvesional. Vape mengubah cairan menjadi uap, yang mana dihisap orang yang menggunakannya ke dalam paru-parunya. Vape atau rokok elektrik ini umumnya mengandung nikotin, perasa dari liquidnya, dan zat kimia lainnya. Disebutkan bahwa vape ini juga bersifat racun bagi tubuh. 

Vape vs rokok konvensional

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa vape tidak menggunakan tembakau. Melainkan, menggunakan cairan aerosol yang mana juga mengandung nikotin. Nikotin adalah zat kimia berbahaya yang juga ditemukan dalam tembakau pada rokok konvensional. Nikotin telah terbukti bisa merusak paru-paru, jantung, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker. Nikotin memiliki sifat adiktif yang hampir serupa dengan kokain dan heroin. Merupakan zat kimia yang jika dihirup, akan cepat terserap oleh darah. Tak hanya itu, nikotin yang terhirup akan berpengaruh pada kinerja otak hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Di bawah ini adalah mitos dan fakta vape vs rokok konvensional:

  1. Lebih sehat daripada rokok konvensional, diketahui bahwa vape mengandung lebih sedikit bahaya untuk kesehatan tubuh daripada rokok konvensional. Meskipun demikian, itu tidak mejadikan vape sehat untuk tubuh. Hal ini dikarenakan cairan atau liquid yang digunakan memiliki risiko untuk menimbulkan masalah kesehatan yang sangat fatal. Di mana perokok vape bisa mengalami cedera paru-paru. 

  2. Menyebabkan kanker paru-paru, benarkah vape sebabkan kanker paru? mungkin ini menjadi salah satu pertanyaan yang Anda ingin ketahui jawabannya. Vape memiliki kandungan zat karsinogen, yang dipastikan menjadi salah satu faktor penyebab kanker, salah satunya adalah kanker paru. Vape juga mengandung senyawa psikoaktif yang dapat memabukkan pemakainya. Bahaya vape juga berasal dari asap yang ditimbulkannya, jangan anggap remeh asap ini dikarenakan dapat menjadi ancaman untuk merusak paru, jantung, penyebab asam pada anak dan remaja, sampai dengan memicu kanker dan merusak DNA.  

  3. Bantu berhenti merokok, banyak orang mengatakan bahwa vape tidak akan menyebabkan penggunanya ketergantungan, bahkan bisa bantu Anda berhenti merokok. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penggunaan vape sebagai upaya untuk berhenti merokok, belum terbukti secara ilimiah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa vape memiliki kandungan nikotin. Dimana nikotin ini memiliki efek candu yang sama dengan rokok, yang mana berbahaya untuk semua orang, baik anak anak sampai orang dewasa. 

Benarkah vape sebabkan kanker paru adalah benar adanya. Dimana vape mengandung zat kimia yang miliki sifat karsinogenik seperti, benzena, dan akrolein, serta formaldehida. Perlu Anda ketahui, bahwa zat kimia ini dapat memicu kanker. Zat ini akan merusak inti sel, sampai terjadi perubahan struktrur, yang menjadi asal muasal munculnya kanker sehingga, pertanyaan benarkah vape sebabkan kanker paru mungkin benar adanya. Tidak hanya kanker paru, tetapi juga dapat menyebabkan jenis kanker lainnya. Hal ini diketahui dari dilakukannya penelitian, meski baru penelitian awal, tetapi sudah sebaiknya Anda mencegah bukan? Meski zat kimia dalam vape yang diketahui atau ditemukan tidak selengkap kandungan dalam rokok konvensional. Namun, cukup menggambarkan bahwa vape tidak sepenuhnya aman untuk kesehatan tubuh. Proses pengguna vape dari awal pemakaian sampai mengalami gangguan kesehatan memerlukan waktu yang berbeda-beda. Semua tergantung pada karakteristik pengguna itu sendiri. Dari satu sampai dengan lima tahu, tergantung dengan kondisi dan karakteristik sel pengguna vape tersebut. 

Penggunaan vape bisa menyebabkan risiko penyakit jantung akan meningkat sampai dengan tiga puluh persen. Ini dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan vape sama sekali. Risiko penyakit kronis lainnya akan semakin meningkat, jika seseorang menggunakan vape dan rokok konvesional. Misalnya bronkitis kronis, asma, emfisema, atau penyakit paru obstruktif kronis, yang mana merupakan infeksi paru-paru. Tak sampai disitu, menggunakan vape dan rokok konvensional juga dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Jadi, sudah seharusnya Anda menghindari penggunaan vape atau minimal mengurangi frekuensi penggunaanya. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Mengenal Berbagai Penyebab Flek Paru-Paru Selain Rokok

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Pernapasan dan Paru

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang
Referensi

Kemenkes

FK UI

Sehatq

Kompas

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Pernapasan dan Paru

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang