Benarkah Stroke Dapat Menganggu Penglihatan?

20 May 2020 • Stroke

Otak adalah organ yang sangat kompleks dan mengontrol fungsi tubuh yang sangat banyak. Penglihatan yang terganggu akibat stroke bukan hal yang tidak mungkin, tergantung pada lokasi dan luasnya jaringan otak yang terkena stroke.

Sekitar dua pertiga orang yang mengalami stroke mengalami gangguan penglihatan, tetapi hal ini seringkali tidak disadari oleh pasien.

Masalah penglihatan akibat stroke yang dapat terjadi ialah penglihatan yang buruk, kesulitan membaca, memori dan persepsi penglihatan menurun serta gangguan keseimbangan. Stroke juga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Sebagian besar orang yang kehilangan penglihatan karena stroke sudah tidak dapat memiliki penglihatan yang pulih sepenuhnya. Tetapi setidaknya beberapa metode pemulihan masih dapat dilakukan.

Diagnosis dan rehabilitasi penglihatan yang tepat dapat membantu pasien stroke untuk memulihkan dan meningkatkan sebagian besar penglihatannya.

Mengapa stroke dapat mempengaruhi penglihatan?

Gangguan penglihatan akibat stroke tergantung pada di bagian otak di mana stroke terjadi. Area otak yang memengaruhi pemrosesan visual meliputi:

  • Lobus oksipital - Kebanyakan pemrosesan visual terjadi di area di belakang otak. Lobus oksipital adalah pusat penglihatan utama di otak, tetapi semua lobus otak bisa mendapatkan informasi visual.
  • Batang Otak - Terletak di pangkal otak, area ini mengontrol gerakan mata, perasaan yang berkaitan dengan keseimbangan dan stabilitas serta kemampuan untuk mengenali dan memahami benda.

Apa Saja Jenis Gangguan Penglihatan Akibat Stroke?

Gangguan penglihatan berikut ini dapat menimbulkan hambatan kegiatan sehari-hari, seperti membaca, bergerak, dan mengenali orang atau benda.

  • Hemianopia homonim, yakni hilangnya setengah bidang visual di sebelah kanan atau kiri di setiap mata.
  • Quadrantanopia homonim - Hilangnya seperempat bagian atas atau bagian bawah bidang visual.
  • Scotoma, yakni titik buta di satu atau kedua mata

Bagaimana cara menanganinya?

Penanganan gangguan penglihatan akibat stroke dapat melibatkan berbagai rehabilitasi terapi yang bertujuan untuk membantu pasien dalam mendapatkan fungsi penglihatannya kembali sebisa mungkin. Contoh terapi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Scanning, salah satu jenis terapi visual yang paling umum yang membantu melatih mata untuk melihat lebih baik pada bidang penglihatan yang terganggu.
  • Prisma. Prisma dapat ditambahkan ke kacamata untuk mengubah cara melihat benda-benda tertentu dengan mengubah arah cahaya yang masuk.
  • Teknik relaksasi dan pernapasan.
  • Kesadaran spasial dan aktivitas keseimbangan.

Referensi:

  1. Rowe F. Visual effects and rehabilitation after stroke. London: Community Eye Health Journal. 2016. 75–6.
  2. American Stroke Association. Stroke and vision changes [Internet]. Date unknown [cited 2020 Apr 12]. Available from: https://www.stroke.org/en/about-stroke/effects-of-stroke