Apakah Menusuk Jari dengan Jarum dapat Mengobati Stroke?

21 Apr 2020 • Stroke

Meskipun telah banyak sekali perkembangan dalam pengetahuan dan pengobatan stroke, stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia.

Stroke lebih banyak ditemukan pada laki-laki dan pada pasien berusia diatas 65 tahun. Beberapa keadaan medis yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita stroke meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan riwayat penyakit jantung Selain itu, perilaku yang tidak sehat seperti merokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita stroke.

Untuk mencegah kecacatan yang dapat timbul karena stroke, pasien dengan stroke membutuhkan tatalaksana secepat mungkin untuk mencegah terjadinya kematian jaringan otak yang tidak dapat dipulihkan.

Di Masyarakat di Asia, beberapa metode pengobatan terapi stroke alternatif yang dikatakan mampu menolong pasien stroke dalam keadaan gawat darurat masih sering dilakukan.

Salah satu dari metode pengobatan tersebut yang cukup terkenal adalah dengan menusukkan jarum pada jari sehingga berdarah. Menurut kepercayaan, diharapkan pengobatan tersebut dapat membantu mengeluarkan darah kotor yang menyebabkan stroke.

Menariknya, metode pengobatan dengan menusukkan jari dengan jarum merupakan salah satu topik yang sempat diteliti oleh bidang akupuntur.

Penusukan jarum pada titik-titik tertentu di tangan dan kaki yang disebut sebagai titik Jing-Well untuk mengeluarkan darah ditemukan dapat mengurangi “bengkaknya” otak pada tikus yang mengalami stroke karena dipicu oleh obat secara disengaja.

Selain itu, penusukan jarum pada titik Jing-Well juga menjaga keutuhan dinding pembuluh darah pada tikus yang dipicu stroke dengan obat.

Walaupun menusuk jari dengan jarum dibuktikan memiliki khasiat pada beberapa penelitian, penelitian yang baru dilakukan adalah hanya pada tikus saja.

Sebelum dapat dikatakan berkhasiat dalam pengobatan stroke manusia, metode pengobatan ini harus diteliti berulang kali terlebih dahulu pada manusia untuk dapat membuktikan efektivitasnya.

Efektivitas suatu metode pengobatan pada manusia dapat menunjukkan hasil yang berbeda dengan yang ditemukan pada tikus karena perbedaan jaringan tubuh antara tikus dengan manusia.

Oleh karena itu, pengobatan kepada penderita stroke dengan menusukkan jarum pada jari-jari bukanlah pengobatan yang dapat dikatakan berkhasiat pada stroke.

REFERENSI

  1. Peisker T, Koznar B, Stetkarova I, Widimsky P. Acute stroke therapy: A review. Trends Cardiovasc Med. 2017 Jan 1;27(1):59–66.
  2. Yu F, Yuliang L, Jia G, Bin L, Huipo L, Weibo Z, et al. Bloodletting at Jing-well points decreases interstitial fluid flow in the thalamus of rats. J Tradit Chin Med. 2016 Feb 15;36(1):107–12.
  3. Yu N, Wang Z, Chen Y, Yang J, Lu X, Guo Y, et al. The ameliorative effect of bloodletting puncture at hand twelve Jing-well points on cerebral edema induced by permanent middle cerebral ischemia via protecting the tight junctions of the blood-brain barrier. BMC Complement Altern Med. 2017 Sep 26;17(1):470.