Apa Saja Ciri-Ciri Kurang Darah dan Penyebabnya? Berikut Penjelasannya

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 27 Dec 2021

Bagikan

Berikut Ciri-Ciri Seseorang Kekurangan Darah Atau Anemia

Ciri-ciri kurang darah merupakan hal terpenting yang perlu diketahui. Dengan mengetahui karakteristik ketika seseorang mengalami kondisi kekurangan darah ini, tindakan pencegahan dapat segera diambil. Hal ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat membuat tubuh tampak pucat, lemas, bahkan kehilangan kesadaran. 

Lantas apa saja ciri-ciri seseorang mengalami kekurangan darah? Simak terus penjelasan mengenai beberapa ciri kurang darah yang jarang disadari berikut ini. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu mengenai nilai normal sel darah merah (Hemoglobin/Hb) dalam tubuh manusia. 

Nilai Normal Hb

Nilai normal Hb pada wanita dan pria pada dasarnya berbeda. Pada wanita, nilai normal Hb ini berkisar pada rata-rata 12-14 g/dL. Adapun pada pria, normalnya adalah pada kisaran 13-17 g/dL. Ketika nilai Hb ini berada di bawah dari nilai tersebut, yang terjadi adalah aliran oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang. Pada kondisi inilah tubuh mengalami gejala kurang darah. 

Ciri-Ciri Kurang Darah

Ketika tubuh mengalami kekurangan darah, ada beberapa ciri yang paling sering tampak. Adapun ciri-ciri kurang darah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kulit Pucat

Ciri yang paling tampak dari kondisi kekurangan darah adalah kulit pucat. Hal yang satu ini sejatinya terjadi karena rendahnya kadar hemoglobin sebagai pemberi warna merah pada darah. Mengingat rona kulit pada umumnya dipengaruhi oleh proses sirkulasi darah yang lancar, maka ketika seseorang mengalami kurang darah, kulit akan tampak lebih pucat. 

Adapun area kulit yang akan terlihat pucat ini bisa saja ke seluruh bagian tubuh ataupun ke bagian tertentu saja. Namun pada umumnya area yang akan tampak pucat di antaranya adalah bibir, wajah, kelopak mata bagian bawah, hingga gusi.

  1. Kelelahan

Jangan sepelekan kondisi kelelahan, karena hal ini merupakan salah satu gejala kurang darah yang paling umum. Perlu diketahui bahwa gejala kelelahan akibat kekurangan darah dengan kondisi kelelahan pada umumnya berbeda. 

Saat tubuh kekurangan hemoglobin, proses pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh oleh sel darah merah akan menjadi terhambat. Akibatnya, semua jaringan maupun sel dalam tubuh akan kekurangan oksigen. Hal ini kemudian memicu jantung untuk bekerja dengan lebih keras dalam memompa sel darah merah ke seluruh tubuh. Akibat kerja keras jantung inilah, Anda akan merasa lebih cepat lelah.

Baca Juga: Digunakan untuk Mengobati Pasien Anemia, Apa itu PRC?

  1. Sesak Napas 

Kondisi kekurangan darah dapat diidentifikasi juga melalui gejala sesak napas. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kurangnya kadar hemoglobin akan menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini kemudian akan membuat otot tidak bisa bekerja dengan maksimal akibat kekurangan oksigen.

Ketika otot tidak mendapat suplai oksigen, maka laju pernapasan akan lebih meningkat. Ini sejatinya merupakan reaksi alamiah tubuh yang berusaha untuk menghirup lebih banyak oksigen untuk mencukupi kebutuhan suplai ke tubuh. Meskipun begitu, kondisi ini mengharuskan paru-paru untuk bekerja keras dalam menampung oksigen, yang pada akhirnya akan membuat dada terasa sesak walaupun saat melakukan aktivitas ringan.

  1. Sakit Kepala dan Pusing

Apabila tubuh mengalami pusing secara tiba-tiba, bisa jadi Anda mengalami gejala kurang darah. Sama seperti sebelumnya, gejala ini timbul akibat kadar hemoglobin dalam tubuh yang rendah. Akibatnya, kotak tidak bisa mendapatkan suplai oksigen yang dibutuhkannya. 

Ketika otak kekurangan suplai oksigen, Anda akan merasakan gejala berupa pusing dan sakit kepala ini. Gejala tersebut akan semakin terasa ketika Anda bangkit dari posisi duduk atau rebahan. 

  1. Infeksi

Ciri-ciri kurang darah yang terakhir adalah tubuh yang rentan mengalami infeksi. Gejala ini terjadi karena suplai oksigen yang terhambat ke seluruh organ tubuh, termasuk limfa. Sebagai salah satu organ penting yang memiliki fungsi untuk melawan infeksi, kondisi kurangnya suplai oksigen ini akan mengganggu fungsi limpa.

Tidak hanya limpa, kelenjar getah bening juga akan merasakan dampak dari kurangnya suplai oksigen ini. Hal ini akan mengakibatkan terhambatnya produksi sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi. Pada akhirnya, terganggunya kedua organ penting ini akan membuat tubuh lebih rentan mengalami infeksi.

Nah itulah dia ciri-ciri kurang darah yang perlu Anda ketahui. Beberapa gejala lainnya yang perlu diwaspadai di antaranya adalah kondisi jantung berdebar, tangan dan kaki kedinginan, lidah yang membengkak, hingga rambut rontok dan sindrom restless leg. Apabila mengalaminya, segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Jenis Makanan Penambah Darah yang Perlu dikonsumsi untuk Cegah Anemia

 

Sumber:

1. Cleveland Clinic. Low Hemoglobin.

2. Mayo Clinic. Anemia.

3. Felson, Sabrina. 2020. Anemia.

Bagikan artikel ini