Adakah Peran Makanan dalam Mengatasi Rambut Rontok?

16 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Rambut rontok merupakan masalah dermatologis yang seringkali dianggap remeh, namun ternyata memberikan dampak psikologis yang hebat dan bertahan lama.

Rambut merupakan salah satu aspek kosmetis pada tubuh manusia, dan adanya kerontokan rambut dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup yang dikaitkan dengan perubahan pada penampilan.

Alopesia merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada sekelompok penyakit yang menyebabkan rontoknya rambut, terutama rambut kepala. Sampai saat ini, pengobatan standar untuk berbagai penyakit alopesia adalah menggunakan obat-obatan dan pembedahan.

Namun, pada umumnya pilihan terapi yang tersedia memiliki harga yang sangat mahal, bersifat invasif, atau memiliki efek samping negatif yang berat.

Pertumbuhan rambut diatur oleh sebuah komponen jaringan pada kulit yang disebut sebagai folikel rambut. Siklus pertumbuhan rambut dapat dibedakan menjadi tiga fase yaitu fase anagen, katagen, dan telogen.

Pemanjangan durasi fase telogen yang diikuti dengan pemendekan fase anagen merupakan salah satu mekanisme yang umumnya mendasari rontoknya rambut.

Terdapat beberapa kandidat makanan dan pola makan yang diduga memiliki efek positif dalam mencegah terjadinya rambut rontok. Salah satunya adalah buah-buah beri, seperti beri hitam dan raspberi. Kelompok buah ini dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sel folikel rambut mencapai hampir 20%.

Selain itu, buah-buahan ini juga dapat meningkatkan kadar kolagen tipe 17, protein kolagen yang penurunan kadarnya dapat dikaitkan dengan kerontokan rambut. Buah-buah beri juga dapat menghambat kerja enzim 5-alfa-reduktase yang dikaitkan dengan kerontokan rambut.

Dedak padi (rice bran) merupakan bentuk pangan lainnya yang diperkirakan memiliki efek protektif terhadap kerontokan rambut dan meningkatkan pertumbuhan rambut. Diperkirakan bahwa asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam ekstrak dedak padi dapat melawan kerja enzim 5-alfa-reduktase dengan baik.

Namun, sebuah studi klinis menemukan bahwa efek meningkatkan pertumbuhan rambut hanya secara signifikan terjadi pada pria saja.

Ginseng merupakan makanan lain yang diperkirakan memiliki efek baik terhadap rambut manusia. Kandungan ginsenosid dan ginenosidero yang dapat ditemukan di dalam ginseng diperkirakan menjadi zat yang berperan dalam efek pemicu pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok pada ginseng.

Pemberian ekstrak ginseng ditemukan dapat meningkatkan pertumbuhan sel folikel rambut. Ginseng yang banyak diteliti dalam efek penumbuh rambutnya adalah jenis ginseng merah Korea.

Makanan lain yang diperkirakan memiliki peran dalam mengobati rambut rontok adalah kuning telur. Ditemukan bahwa di dalam kuning telur terdapat kandungan protein yang diperkirakan berperan dalam mengatur pertumbuhan rambut dan sel folikel rambut.

Namun, baru satu penelitian saja yang melaporkan hal tersebut, sehingga masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian untuk mencari tahu peran konsumsi kuning telur dalam pertumbuhan rambut.

Keempat bahan pangan tersebut merupakan beberapa bahan pangan yang diperkirakan memiliki khasiat terhadap pertumbuhan rambut. Namun, masih sedikitnya penilitian yang sudah dilakukan untuk keempat makanan tersebut menyebabkan masih kurang kuatnya bukti yang ada.

Oleh karena itu, masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian untuk memastikan lebih jauh efek keempat bahan pangan tersebut dalam melawan rambut rontok.

REFERENSI

  1. Gupta M, Mysore V. Classifications of Patterned Hair Loss: A Review. J Cutan Aesthetic Surg. 2016;9(1):3–12.
  2. Wei G, Martirosyan D. Hair loss: A review of the role of food bioactive compounds. Bioact Compd Health Dis. 2019 May 30;2(5):94-125–125.
  3. Nakamura T, Yamamura H, Park K, Pereira C, Uchida Y, Horie N, et al. Naturally Occurring Hair Growth Peptide: Water-Soluble Chicken Egg Yolk Peptides Stimulate Hair Growth Through Induction of Vascular Endothelial Growth Factor Production. J Med Food. 2018 Jul;21(7):701–8.
  4. Choi J-S, Park J, Moon W-S, Moon J-N, Son S, Kim M-R. Safety and Efficacy of Rice Bran Supercritical CO2 Extract for Hair Growth in Androgenic Alopecia: A 16-Week Double-Blind Randomized Controlled Trial. Biol Pharm Bull. 2015 Dec 1;38:1856–63.