Bantuan

Waspadai Penularan Varian Baru COVID-19 dengan Mengenali Gejala Omicron Secara Umum

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 31 Mar 2022

Bagikan

gejala omicron

Mengenali gejala Omicron di tengah gejolak meningkatnya kasus COVID-19 ini menjadi hal yang penting. Sebagai varian baru, Omicron telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Untuk menghindari penularan, mari pahami lebih lanjut mengenai gejala varian baru Omicron berikut ini.

Penamaan Omicron

Omicron merupakan varian COVID-19 terbaru, yang diberi nama berdasarkan alfabet Yunani. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam hal ini memberi nama-nama dari Variants of Concern dari virus COVID-19 berdasarkan alfabet Yunani untuk memudahkan pengucapan serta mempermudah masyarakat mengingat istilahnya.

Omicron sendiri merupakan angka ke-15 pada huruf alfabet Yunani, sedangkan varian Omicron yang dimaksud merupakan Variants of Concern kelima dari COVID-19 yang telah berhasil teridentifikasi. Adapun varian sebelumnya adalah virus Alpha, Beta, Gamma, hingga Delta. Sedangkan untuk Variants of Interest ada dua virus yang teridentifikasi yang disebut dengan istilah Lambda dan Mu, yang merupakan huruf ke-11 dan ke-12 dalam alfabet Yunani.

Gejala Omicron secara Umum

Terdapat beberapa gejala umum dari varian Omicron yang bisa dialami pasien yang terinfeksi. Adapun gejala-gejala dari Omicron tersebut di antaranya adalah sakit kepala, hidung berair, sakit tenggorokan, kelelahan, hingga anosmia atau kehilangan indra penciuman. 

  1. Sakit Kepala

Dari fakta di lapangan, ditemukan bahwa sakit kepala menjadi gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien yang terinfeksi varian Omicron. Adapun jenis sakit kepala yang dialami dalam hal ini dikatakan cenderung intens dan menyakitkan. Penderita akan merasa sakit kepala yang menekan dan menusuk bagi dari satu area kepala hingga dari kedua sisi. Gejala Omicron yang satu ini dapat bertahan hingga lebih dari tiga hari. 

  1. Hidung Berair

Setelah sakit kepala yang cukup intens, gejala Omicron berikutnya yang kerap dilaporkan adalah hidung berair. Bahkan, sekitar 60% orang yang terbukti positif COVID-19 mengeluhkan gejala yang satu ini. Selain itu, pasien positif COVID-19 yang mengalami anosmia juga melaporkan gejala hidung berair sebagai keluhan yang menyertai.

  1. Sakit Tenggorokan

Gejala sakit tenggorokan yang disebabkan oleh varian Omicron dapat dikatakan cukup mirip dengan gejala yang dirasakan ketika Anda mengalami pilek atau radang tenggorokan. Meskipun begitu, pada kasus COVID-19, gejala ini berlangsung lebih ringan dan singkat, dan lebih sering terjadi pada kelompok umur 18-65 tahun.

  1. Kelelahan

Tidak hanya varian Omicron saja, gejala kelelahan sejatinya sudah cukup umum juga ditemui pada varian-varian sebelumnya. Meskipun begitu, Anda perlu membedakan kelelahan akibat COVID-19 dengan kelelahan biasa. Pada COVID-19, gejala kelelahan yang dialami dapat berlangsung secara tiba-tiba dan dapat meningkat dengan cukup intens dalam waktu yang singkat. 

  1. Anosmia

Anosmia merupakan gejala Omicron yang menunjukkan kondisi seseorang kehilangan kemampuan mencium bau. Terlepas dari faktor usia, jenis kelamin, maupun tingkat keparahan penyakit dari masing-masing pasien, gejala yang satu ini dapat dikatakan merupakan salah satu indikator terkuat dari infeksi COVID-19. Pada beberapa kasus, kehilangan indra penciuman juga disertai dengan hilangnya kemampuan merasakan makanan.

Selain kelima poin di atas, gejala Omicron lainnya yang perlu Anda waspadai adalah bersin-bersin, batuk yang berkepanjangan, hingga mual dan muntah. Tidak menutup kemungkinan adanya gejala lain, akan tetapi beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya merupakan beberapa gejala yang paling umum ditemui dari kasus infeksi varian Omicron COVID-19. 

Kapan Gejala Omicron Muncul?

Hal yang tidak kalah penting untuk diketahui selain gejala Omicron adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh virus hingga timbul gejala. Dalam hal ini, varian Omicron dapat dikatakan memiliki masa inkubasi yang lebih singkat, yakni hanya sekitar 3 hari saja. 

Itu berarti, Anda sudah bisa mengenali gejala Omicron dalam tiga hari sejak pasien terpapar virus tersebut. Sebagai perbandingan, untuk varian Delta, gejala-gejala baru bisa dikenali atau baru muncul dalam waktu 4-6 hari sejak virus menginfeksi. 

Demikianlah penjelasan mengenai gejala Omicron yang paling umum. Pada akhirnya, dapat dikatakan bahwa varian ini memiliki beberapa gejala yang cukup mirip dengan varian sebelumnya, namun gejala tersebut tampaknya dapat timbul lebih cepat. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Erat Kaitannya dengan Covid-19, Badai Sitokin adalah

Referensi

UC Davis Health. 2022. Omicron variant: What we know so far about this COVID-19 strain. https://health.ucdavis.edu/coronavirus/covid-19-information/omicron-variant#:~:text=All%20of%20the%20variants%2C%20including,require%20treatment%20in%20the%20hospital.

WHO. 2021. Update on Omicron. https://www.who.int/news/item/28-11-2021-update-on-omicron

 

Bagikan artikel ini