Erat Kaitannya dengan Covid-19, Badai Sitokin adalah

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 28 Mar 2022

Bagikan

Badai sitokin

Badai sitokin adalah komplikasi yang rentan dialami oleh pasien yang terserang Covid-19. Badai sitokin yakni salah satu protein yang memiliki peran penting dalam sistem imun tubuh manusia. Protein ini dalam kondisi normal dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau bakteri penyebab infeksi. Walaupun memiliki fungsi yang sangat luar biasa untuk tubuh itu sendiri, namun kadar sitokin yang berlebihan atau terlalu tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan bahaya bagi organ tubuh. Diketahui bahwa fungsi utama sitokin yaitu memberi sinyal sistem imun tubuh untuk memulai tugas. Akan tetapi, ketika terjadi pelepasan sitokin yang terlalu banyak, maka sistem imun tubuh Anda tak hanya membatasi penyebaran virus. Namun, juga akan berisiko merusak jaringan tubuh. Oleh karena itu, badai sitokin sering kali menjadi penyebab utama kematian pada seseorang yang terserang Covid-19. 

Badai Sitokin adalah Penyebab Utama Kematian Pasien Covid-19

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa badai sitokin adalah penyebab utama pasien Covid-19 meninggal. Lalu, apakah badai sitokin ini dapat dicegah? Terdapat 3 tahap progresif infeksi SARS-CoV2 yakni infeksi awal, fase paru, dan juga fase hiper inflamasi. Tentu saja perawatan intensif sangatlah dibutuhkan guna mencegah badai sitokin terjadi. Pengobatan yang dilakukan pada awal tahap infeksi, tanpa atau dengan gejala yang ringan adalah kunci dalam mencegah kerusakan menjadi lebih lanjut. 

Penelitian Frontiers in Immunology menunjukkan bahwa obat antivirus bisa diberikan guna menghambat transmisi virus. Serta dapat menghambat transmisi virus dan juga menghancurkan replikasi virus. Tak hanya itu, namun juga dapat mengurangi kerusakan sel yang diakibatkan virus Corona. Pengobatan ini bisa dikombinasikan dengan terapi imunoregulator untuk mencegah badai sitokin. Terapi satu ini bertujuan untuk menghambat respons inflamasi hiperaktif. Telah ada beberapa penelitian klinis yang mana sudah dimulai guna menyelidiki intervensi potensial. Ini dilakukan untuk mengendalikan badai sitokin yang mungkin terjadi.

Gejala Badai Sitokin

Terdapat beberapa gejala yang mungkin akan terjadi yaitu kelelahan, kedinginan atau menggigil, mual dan muntah, pembengkakan di tungkai, sakit kepala, kejang, napas cepat, penggumpalan darah, nyeri otot dan sendi, batuk, ruam kulit, kesulitan untuk mengendalikan gerakan, tekanan darah rendah, dan halusinasi atau kebingungan. 

Penanganan dan Deteksi

Badai sitokin adalah kondisi yang tidak bisa dianggap remeh, sehingga penting untuk Anda menambah wawasan bagaimana mendeteksi dan menangani kondisi ini. Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mendeteksi seseorang sedang mengalami badai sitokin atau tidak. Meskipun begitu, melakukan pemeriksaan darah bisa memberikan petunjuk bagi dokter ketika hiperinflamasi sedang terjadi. Selain melakukan tes darah, dokter juga bisa melihat bagaimana kondisi pasien. Misalnya apakah pasien terus mengalami sulit bernapas walaupun sudah menerima oksigen. Gejala seperti ini sering kali menjadi pertanda tubuh seseorang sedang mengalami badai sitokin. 

Badai sitokin adalah kondisi yang dapat menyebabkan penderita Covid-19 merasa sangat kesakitan dengan cepat. Kebanyakan penderitanya akan mengalami sesak napas dan demam, lalu kemudian akan menjadi kesulitan untuk bernapas sampai membutuhkan ventilator. Kondisi seperti ini umumnya terjadi sekitar enam atau tujuh hari sesudah penyakit muncul. Diketahui bahwa sejauh ini, intubasi ventilator dan juga oksigenasi membran ekstrakorporeal atau ECMO merupakan perawatan yang bisa diberikan untuk seseorang yang menderita Covid-19 dan mengalami badai sitokin. Dalam penanganannya juga dokter akan memperhatikan bagaimana pasien merespons perawatan-perawatan lain. Misalnya seperti terapi sel induk, infus plasma antibodi, dan juga obat pengikat protein. 

Terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk menangani badai sitokin seperti pemasangan mesin ventilator, pemberian cairan melalui infus, pemantauan kadar elektrolit, pemantauan tanda vital yang mana meliputi tekanan darah, pernapasan, denyut nadi, dan suhu tubuh dengan intensif, hemodialisis atau cuci darah, pemberian obat anakinra atau actemra guna menghambat aktivitas sitokin, serta pemantauan kadar elektrolit. Untuk menangani badai sitokin yang dialami oleh penderita Covid-19, masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Badai sitokin jika terjadi pada penderita Covid-19 dapat mengakibatkan kerusakan organ, yang mana dapat mengancam nyawa. Sehingga, sangat penting untuk selalu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan.  

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Bantu Mengurangi Parahnya Covid-19, Apa Itu Terapi Antibodi Monoklonal?

Referensi

Health, What Is A Cytokine

New Scientist, Cytokine Storm

Storm? Doctors Explain How Some Covid-19

Patients Immune Systems Turn Deadly

WebMD

Verywell Health

Bagikan artikel ini