Sering Terlihat Pada Hasil Tes Swab PCR, Apa Itu CT Value Covid?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 20 Sep 2021

Bagikan

Sering Terlihat Pada Hasil Tes Swab PCR, Apa Itu CT Value Covid?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai makna CT Value Covid yang kerap terlihat pada hasil tes swab PCR? Selama masa pandemi COVID-19, telah dilakukan serangkaian tes pada banyak orang untuk mengonfirmasi terjadinya infeksi COVID-19. Salah satu tes yang dianggap cukup akurat dalam hal ini adalah tes swab PCR. 

Sekilas tentang swab PCR

Tes swab PCR atau real time reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) sendiri adalah tes yang kerap digunakan sebagai salah satu metode dalam mendeteksi gen virus SARS-CoV-2. Tes ini pula yang digunakan dalam mengonfirmasi kasus COVID-19, apakah positif terinfeksi atau tidak. Tes swab PCR ini dijalankan dengan cara mengambil sampel dari nasofaring ataupun orofaring pasien. Berbicara tentang tes yang satu ini, pasien penderita COVID-19 ataupun para penyintas COVID-19 itu sendiri tentu sudah familier dengan istilah CT Value. Apa sebenarnya CT Value Covid ini? 

Apa itu CT Value?

Sederhananya, CT Value yang merupakan singkatan dari cycle threshold value, adalah angka yang menunjukkan jumlah siklus yang diperlukan pada proses pemeriksaan untuk mencari materi genetik virus dari sampel lendir ataupun hasil swab dari pasien. CT Value ini memiliki hubungan yang berbanding terbalik dengan hasilnya. Artinya, apabila CT Value menunjukkan angka rendah, maka jumlah virus yang ada dalam tubuh justru semakin banyak, karena dalam hal ini hanya dibutuhkan beberapa siklus saja untuk menemukan virus. Hal yang sama pun berlaku sebaliknya. Manakala CT Value menunjukkan angka tinggi, itu berarti jumlah virus dalam tubuh adalah sedikit.

Apabila CT Value menunjukkan angka kurang dari 29, itu berarti bahwa ditemukan banyak virus di dalam tubuh pasien. Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa semakin rendah CT Value, maka pasien bisa jadi sedang berada pada masa awal infeksi. Adapun nilai CT yang menunjukkan angka 30, menunjukkan bahwa hanya terdapat sedikit virus di dalam tubuh pasien dan oleh karenanya tidak begitu tinggi risiko bahwa pasien ini dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain. Adapun jika hasil CT Value menunjukkan angka 37 hingga 40 siklus dan tetap tidak ditemukan RNA virus, itu berarti bahwa seseorang tersebut dinyatakan negatif.


Apakah CT Value dapat menjadi patokan tingkat keparahan infeksi COVID-19?

Sebelumnya mungkin kita telah membahas mengenai bagaimana cara menginterpretasikan makna dari angka CT Value. Kita telah memahami pula secara bersama bahwa semakin tinggi nilainya, maka semakin rendah jumlah virus dalam tubuh dan semakin rendah nilai CT Value, maka semakin banyak virus yang berada di dalam tubuh. 

Jika seperti itu adanya, apakah CT Value kemudian bisa menjadi patokan dalam menilai tingkat keparahan infeksi pasien dengan COVID-19? Jawabannya adalah tidak. Meskipun memegang peranan yang cukup penting, nyatanya CT Value ini hanyalah data mentah yang memerlukan evaluasi klinis lanjutan dari seorang dokter. 

Nyatanya, tinggi rendahnya angka CT Value ini ternyata dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti:

  1. Waktu pengambil sampel, di mana pengambilan sampel yang terlalu cepat ataupun terlalu lambat dapat mempengaruhi jumlah virus.

  2. Proses penyimpanan sampel, di mana apabila tidak disimpan dengan baik, gen virus akan rusak dan menampilkan hasil yang tidak akurat.

  3. Perbedaan alat yang digunakan dapat menghasilkan angka CT Value yang berbeda pula. 

  4. Kedalaman pengambilan sampel.

Dengan demikian tentu sudah jelas bahwa nilai CT Value ini tidak bisa dijadikan acuan dalam menentukan tingkat keparahan infeksi seseorang dan juga untuk menentukan kesembuhan seorang pasien COVID-19. 

Sebaliknya, tingkat keparahan pasien COVID-19 ditunjukkan dengan gejala yang dialaminya. Adapun gejala COVID-19 yang berat dan bisa dikatakan cukup serius diantaranya adalah kesulitan bernapas, dada terasa nyeri atau seperti tertekan, dan tubuh kehilangan kemampuan untuk berbicara atau bergerak. Apabila Anda mengalami gejala ini, segera hubungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Adapun untuk mengetahui kesembuhan seseorang dari infeksi COVID-19, cara yang paling akurat dan bisa dijadikan acuan adalah dengan mendapatkan hasil negatif dari tes yang diterbitkan oleh fasilitas kesehatan tempat Anda menjalani tes COVID-19.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.


Sumber: 

Sharma, Milan. 2021. What is CT Value in COVID-19 RT-PCR test. 

AACC. 2020. SARS-Cov-2 Cycle Threshold: A Metric That Matters (or Not). 

Public Health Ontario. 2021. Explained: COVID-19 PCR testing and cycle threshold.

Bagikan artikel ini