Serba-Serbi Makanan untuk Perawatan Stroke

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 21 Apr 2021

Bagikan

Stroke adalah kondisi kerusakan bagian otak tertentu akibat berkurangnya pasokan darah ke area tersebut. Setelah serangan stroke, umumnya terdapat beberapa batasan dalam beraktivitas dan mendapatkan asupan makanan.

Pasien juga membutuhkan waktu pemulihan dalam beberapa waktu setelah mengalami stroke, seperti waktu terapi. Untuk menggenapi proses pemulihan yang cepat dan tepat, artikel ini akan memberi informasi mengenai makanan-makanan yang baik untuk diberikan kala masa perawatan stroke dimulai.

Setelah stroke, kondisi pasien lebih berat untuk dapat memperoleh seluruh gizi yang dibutuhkan. Dokter yang meneliti gangguan berbicara dapat merekomendasi beberapa strategi untuk membantu kamu makan dan minum dengan aman. Ahli gizi juga dapat memastikan pasien mengonsumsi nutrisi yang cukup.


Saat ini, pertanyaannya adalah bagaimana pola makan yang sehat yang dapat menurunkan risiko terkena stroke kembali?

Setelah serangan stroke berlalu, pasien umumnya akan mengeluhkan beberapa tanda dan

gejala, meliputi:

● Masalah dalam menggunakan lengan atau tangan, sehingga sulit mengonsumsi

makanan dan minuman;

● Gangguan dalam memanggil ingatan dan berpikir sehingga seseorang dapat melupakan

waktu makannya;

● Turunnya nafsu makan, bahkan tidak merasa lapar;

● Masalah dalam menelan.

Meskipun terdapat beberapa keluhan pasca serangan, makanan yang enak dan sehat tetap

bisa dinikmati oleh pasien. Dilansir dari Australian Dietary Guideline, pasien pasca stroke perlu

menikmati makanan bernutrisi yang tersusun atas lima kelompok makanan di bawah ini:

1. Buah dan sayur yang terdiri dari tipe-tipe dan warna yang berbeda

Buah dan sayur kaya akan antioksidan, yakni zat yang dapat menurunkan kerusakan

terhadap pembuluh darah. Buah dan sayur juga kaya akan kalium—kontrol tekanan

darahnya akan lebih baik.

2. Sereal gandum yang kaya akan serat ataupun makanan karbohidrat lainnya seperti roti,

nasi, pasta, mie, dan lainnya;

3. Daging ayam, ikan, sapi, telur, tofu, kacang-kacangan, biji-bijian;

4. Produk olahan susu seperti susu, yoghurt, dan keju (yang rendah lemak);

5. Mengonsumsi air mineral yang cukup.

Terdapat beberapa makanan yang perlu dibatasi pasca stroke, antara lain

● Garam

Garam yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Jangan

tambah garam saat memasak atau di meja makan. Apabila perlu bahan lain untuk

menggantikan rasa asin oleh garam, gunakan rempah-rempah atau zat herbal sebagai

alternatif rasa.

● Gula

Terlalu banyak gula dapat merusak pembuluh darah. Pastikan Anda membaca label dan

memilih untuk membeli produk dengan kandungan gula yang lebih rendah.

● Lemak jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Biasakan untuk mengonsumsi

lemak tak jenuh. Beberapa makanan yang direkomendasikan adalah mentega kacang

ataupun alpukat.

● Alkohol

Konsumsi alkohol yang terlalu banyak menyumbang sebagian faktor risiko stroke,

termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi). Pria dan wanita yang sehat hanya perlu

minimal 2 gelas per hari. Namun, pasien perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan

dokter mengenai alkoholnya.


Bagaimana cara untuk membatasi asupan makanan dengan lemak jenuh, garam, dan

gula?

Ada berbagai batasan dan pantangan yang perlu disesuaikan, seperti:

● Batasi makanan yang kaya akan lemak jenuh seperti biskuit, kue, pastry, pai, daging

yang telah diproses, dan cemilan-cemilan gurih.

● Batasi makanan yang mengandung lemak jenuh seperti mentega, krim, margarine untuk

memasak, minyak kelapa sawit.

● Batasi makanan dan minuman yang mengandung garam;

● Batasi konsumsi makanan yang mengandung gula tambahan, seperti minuman soda

yang terlalu manis, minuman buah-buahan, air vitamin, obat energi, dan cairan isotonik.

Bagikan artikel ini