Bantuan
Free Tele x

Pola Makan Anak Saat Pubertas

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 11 May 2021

Bagikan

Pola Makan Anak Saat Pubertas

Pola makan anak saat pubertas memang membuat bingung banyak orang tua. Nutrisi merupakan salah satu faktor terpenting yang mampu memengaruhi perkembangan pubertas pada remaja. Pubertas ditandai dengan pertumbuhan liner hingga perkembangan organ reproduksi yang dimulai sejak anak masih kecil. Pertumbuhan dan perkembangan yang aktif terjadi pada masa pubertas membuat sel-sel tubuh memerlukan asupan nutrisi lebih dibandingkan sebelumnya. Oleh sebab itu, status nutrisi anak berperan sebesar 25% dari faktor yang menentukan waktu mulai dan proses pubertas pada anak.


Waktu awal pubertas

Sebagian besar anak perempuan memasuki waktu pubertasnya antara umur delapan sampai tiga belas tahun, sedangkan anak laki-laki sepuluh sampai lima belas tahun. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh pola makan anak perempuan yang cenderung kepada makanan tinggi lemak di mana makanan ini mampu memicu dimulainya proses pubertas. 


Penelitian menunjukkan bahwa overnutrition dan obesitas menjadi faktor pemicu dimulainya pubertas lebih awal. Apabila pubertas anak dimulai lebih awal dibandingkan anak-anak lain, anak tersebut akan memiliki tinggi yang lebih pendek serta tubuh yang lebih kurus dibandingkan anak-anak pada umumnya. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan bahwa orang tua harus fokus untuk memberikan gizi yang seimbang dan sehat, bukan gizi berlebih. 


Perbanyak konsumsi sayur dan buah

Sayur dan buah-buahan memiliki kandungan vitamin, antioksidan, serat, dan air yang mampu menjaga anak dari risiko penyakit-penyakit progresif. Selain itu, sayur dan buah yang kaya akan nutrisi mampu mengoptimalisasi proses tumbuh kembang yang aktif terjadi pada masa pubertas. Apabila nutrisi yang dikonsumsi anak kurang atau tidak memenuhi kebutuhan sel, maka pertumbuhan sel terhambat sehingga anak memiliki postur tubuh yang lebih kecil dibandingkan anak-anak lain. 


Makanan tinggi kalsium

Pada masa pubertas, anak membutuhkan asupan kalsium yang lebih tinggi untuk mencapai massa tulang maksimal. Beberapa makanan tinggi kalsium yang direkomendasikan untuk anak adalah susu, keju, yoghurt dan lain-lain. Apabila anak tidak dapat memakan produk pangan olahan susu, seperti kondisi intoleransi laktosa, penting untuk mengganti sumber kalsium anak dengan makanan lain yang tidak mengandung susu. Makanan bebas lemak dan tinggi kalsium yang biasa direkomendasikan adalah sereal, roti, tahu, sayur kale, kacang-kacangan.


Asupan protein yang cukup

Protein merupakan bahan dasar dari pembentukan sel-sel tubuh. Protein pula yang menjadi bahan utama dalam perbaikan jaringan yang rusak. Oleh sebab itu, pada masa pubertas asupan protein yang adekuat adalah hal yang penting agar proses tumbuh kembang anak terjadi secara maksimal. 


Tak hanya itu, makanan tinggi protein juga biasanya memiliki nutrisi lain yang tinggi pula. Contoh asupan lainnya seperti zat besi yang penting dalam pertumbuhan otot dan volume darah, omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak dan proses belajar. Contoh makanan tinggi protein adalah ikan, telur, ayam, tahu, serta berbagai kacang-kacangan.


Menghindari makanan cepat saji

Pada masa pubertas, orang tua harus mendukung anak untuk mengurangi asupan makanan cepat saji. Makanan cepat saji seperti pizza, burger, dan lain-lain memiliki kandungan garam, gula, dan lemak jenuh yang sangat banyak sedangkan kandungan serat sangat rendah. Hal inilah yang menyebabkan anak menjadi cepat lapar dan menginginkan untuk makan lebih banyak dibandingkan kebutuhan kalori sehari-hari. 


Kecenderungan anak untuk lebih cepat lapar meningkatkan risiko berat badan berlebih hingga obesitas yang membuat proses tumbuh kembang yang terjadi pada masa pubertas terhambat. Hal ini yang membuat anak akan memiliki postur tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak-anak lain. Oleh sebab itu, kebiasaan memakan makanan cepat saji harus dikurangi untuk maksimalisasi masa pubertas. 

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.


Referensi

  1. Soliman A, De Sanctis V, Elalaily R. Nutrition and pubertal development. Indian J Endocrinol Metab. 2014;18(Suppl 1):S39-S47. doi:10.4103/2230-8210.145073

  2. https://raisingchildren.net.au/teens/healthy-lifestyle/daily-food-guides/nutrition-healthy-food-teens#:~:text=read%20food%20labels.-,Protein,muscle%20development%2C%20especially%20during%20puberty.

  3. https://maxliving.com/healthy-articles/why-good-nutrition-is-so-important-during-puberty/

Bagikan artikel ini