Perlukah Menggunakan Obat Sariawan?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 16 Feb 2021

Bagikan

Perlukah Menggunakan Obat Sariawan?

Dapat dikatakan hampir semua orang mengalami sariawan. Tentu, ketika kita mengalami sariawan di mulut, cukup mengganggu terutama ketika sedang makan. Belum lagi, tidak jarang sariawan timbul tidak sendiri, bahkan 2 hingga 4 sariawan dapat saling menumpuk.

Karena cukup mengganggu, kita sering mencoba berbagai metode, dari herbal hingga obat-obatan untuk menghilangkan sariawan. Namun, sebenarnya perlukah penggunaan obat sariawan? Mari pahami sariawan terlebih dahulu

Apa itu sariawan?

Sariawan (dalam bahasa medis disebut ulkus mulut) merupakan ulkus atau perlukaan pada membran mukosa bibir. Meskipun sariawan ini sangat sering ditemukan, penyebab munculnya sariawan ini masih belum diketahui sehingga tidak ada pula obat yang dapat mencegah sariawan ini secara pasti. Namun, satu hal yang dapat dipastikan, sariawan bukan disebabkan oleh infeksi akut. Oleh karena itu, sariawan ini tidak menular.

Walaupun penyebab pasti sariawan tidak diketahui, terdapat beberapa faktor risiko yang mendukung munculnya sariawan, yaitu trauma lokal (seperti tergigit), kondisi tubuh yang sedangs stress, alergi terhadap berbagai bahan makanan, paparan racun, menstruasi, hingga perubahan kondisi mikroorganisme yang hidup di dalam mulut.

Gejala utama dari sariawan adalah nyeri. Daerah mulut sekitar sariawan juga dapat terasa perih atau seperti terbakar. Rasa nyeri dapat diperparah ketika mengonsumsi makanan yang dapat mengiritasi mulut seperti makanan pedas atau asam. Terkadang, pergerakan mulut seperti saat berbicara pun dapat membuat sariawan terasa lebih nyeri.

Perlukah sariawan diobati?

Hampir seluruh kejadian sariawan dapat sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan. Walaupun, durasi penyembuhan sariawan dapat bervariasi, dari mulai hitungan hari bahkan bertahun-tahun. Apabila gejala yang ditimbulkan masih dapat ditahan, pengobatan tidak diperlukan. 

Penyebab sariawan secara pasti tidak diketahui sehingga tidak ada obat spesifik yang berguna untuk penyembuhan sariawan. Obat-obatan yang biasa digunakan umumnya ditujukan untuk meredakan gejala, bukan menyembuhkan secara langsung. Oleh karena itu, obat-obatan yang biasa digunakan hanya berupa anestesi atau obat bius lokal, anti nyeri, atau pun antiseptik. Obat anti inflamasi dapat mempercepat penyembuhan, namun tidak dianjurkan digunakan terus -menerus karena efek sampingnya.

Apabila pemberian obat-obatan masih tidak meringankan gejala, kamu dapat berkonsultasi pada dokter gigi. Dokter gigi dapat membantu menyembuhkan sariawan dengan menghancurkan jaringan luka, yaitu sariawan dengan menggunakan alat-alat seperti laser.

Konsumsi Makanan yang Tepat

Makanan tidak membantu menyembuhkan sariawan, namun makanan dapat memperburuk gejala sariawan. Ketika sedang mengalami sariawan, usahakan menghindari makanan yang terlalu asam atau pun terlalu pedas karena akan membuat sariawan terasa lebih nyeri. Selain itu, konsumsi alkohol juga tidak dianjurkan. Namun, pastikan kamu tidak mengonsumsi makanan yang sama dalam jangka panjang karena kurang baik dalam segi nutrisi.

Perbanyak konsumsi makanan berkuah seperti sup dan makanan yang lembut. Sup dan makanan yang lembut akan membantu melindungi dinding mulut. Namun, usahakan membiarkan sup atau makanan lain sedikit lebih dingin karena makanan panas justru dapat memicu timbulnya sariawan baru. Apabila kamu merasa ada makanan yang membuat sariawan timbul, usahakan jangan memakannya, ya!

Menjaga sanitasi mulut

Terkadang berbicara atau menggerakan mulut akan membuat sariawan terasa lebih nyeri. Akan tetapi, jangan sampai sariawan membuat kamu tidak sikat gig, ya! Gunakan sikat gigi berbahan lembut untuk mencegah luka pada gusi yang dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan yang baru.

Apabila kamu biasa menggunakan produk-produk pembersih mulut, periksa apakah produk tersebut mengandung alkohol atau tidak. Produk-produk yang mengandung alkohol dapat membuat sariawan lebih nyeri. Selain itu, beberapa orang juga sensitif terhadap zat seperti sodium lauril sulfat, yang cukup sering berada dalam pasta gigi.

Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi sariawan sebenarnya kurang dianjurkan. Namun, apabila kamu merasa tidak kuat dengan rasa nyeri yang ditimbulkan, kamu dapat menggunakan obat-obatan. Hingga saat ini, belum ada obat yang secara pasti dapat mencegah serta mengobati sariawan. Hal yang dapat dilakukan adalah menjaga mulut dengan menjauhkan dari risiko yang menimbulkan sariawan.

Referensi:

  1. InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Canker sores (mouth ulcers): What can you do if you have a canker sore? 2019 Aug 15. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546251/
  2. InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Canker sores (mouth ulcers): Overview. 2019 Aug 15. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546250/
  3. Plewa MC, Chatterjee K. Aphthous Stomatitis. [Updated 2020 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431059/
Bagikan artikel ini