Bantuan
Free Tele x

Nefropati Diabetik, Sang Penyebab Luka Diabetes

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 Apr 2021

Bagikan

Nefropati Diabetik, Sang Penyebab Luka Diabetes

Banyak orang yang cenderung untuk berpikir bahwa diabetes mellitus hanyalah sebuah kondisi yang tidak menyakitkan; hanya gula darah yang lebih tinggi dari batas normal.

Masih ada juga orang yang beranggapan bahwa diabetes tidak menimbulkan gejala apapun.

Tahukah Anda bahwa ada jutaan orang dengan diabetes yang mengalami luka di kaki?

Kondisi ini, yang disebut nefropati diabetik, merupakan kondisi dengan spektrum

luas—dari hanya gejala ringan, mengganggu aktivitas sehari-hari, sampai

membahayakan nyawa.

Tingginya gula darah—ciri khas diabetes mellitus—dapat merusak saraf dan pembuluh

darah yang ada di dalam tubuh. Pada umumnya, saraf-saraf pertama yang mengalami


gangguan adalah saraf-saraf yang paling jauh dari medula spinalis, yakni saraf di jari

kaki dan kaki.

Keadan ini memengaruhi orang dengan cara yang berbeda-beda. Ada pasien yang

mengeluhkan kesemutan dan rasa baal pada kaki untuk beberapa saat. Sementara itu,

ada pasien lain yang mengeluhkan luka yang tak kunjung sembuh selama beberapa

minggu.

Akibat diabetik nefropati

Diabetik nefropati dapat menyebabkan (1) rasa terbakar di kaki; (2) nyeri tajam yang

memberat secara mendadak pada malam hari; dan (3) sensitivitas ekstrem terhadap

sentuhan, membuat kaki bergesekan pada sepatu saja sakit. Masalahnya, keadaan ini

juga turut mengubah satu hal: kemampuan kaki untuk merasakan sakit.

Hal yang paling ditakutkan dari nefropati diabetik adalah tindakan yang sering dikaitkan

dengan kecelakaan atau perang, yakni amputasi. Ketika saraf-saraf di kaki terganggu,

adanya lecet, luka, ataupun cedera di kaki dapat luput dari perhatian. Hal ini membuat

luka dapat terinfeksi dengan lebih lama tanpa diberikan pengobatan.

Infeksi terus dapat menjadi semakin parah—menyebabkan jaringan di sekitarnya mati,

atau dikenal dengan sebutan kaki gangrene. Kemudian, infeksi akan menyebar ke

tulang sehingga mustahil untuk diobati dengan hanya membersihkan luka atau

konsumsi antibiotik.

Diabetes tercatat sebagai penyebab 70.000 kasus amputasi tungkai bawah di Amerika

Serikat tiap tahunnya.

Bagaimana melindungi kaki dari bayangan amputasi?

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat mengatasi kondisi nefropati diabetik. Oleh

karena itu, hal yang patut diperhatikan adalah menjaga gula darah mendekati batas

normal atau target harian.

Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena nefropati

diabetik dan luka di kaki meliputi:

● Menjaga tekanan darah

Layaknya gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi—yang disebut juga

hipertensi—dapat mengganggu pembuluh darah. Tekanan darah yang tinggi

dapat mengganggu aliran darah ke kaki dan berkontribusi pada kejadian

gangguan saraf lebih cepat.

● Berhenti merokok

Merokok dapat mengganggu sirkulasi darah. Hal ini akan memperburuk efek

pada kerusakan saraf dan pembuluh darah yang memang sudah berlangsung

akibat gula darah yang tinggi.

● Rajin bergerak


Apabila kaki masih dapat digunakan untuk berjalan ataupun berlari, lakukanlah

hal tersebut. Jika kaki tidak bisa digunakan akibat rasa nyeri yang tak

tertahankan, usahakan untuk tetap menggerakkan tubuh, lengan, dan tungkai

atas.

● Menurunkan dan mempertahankan berat badan

Bagi orang-orang yang obesitas atau overweight, menurunkan berat badan

dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah. Selain itu,

penurunan berat badan dapat mengurangi tekanan yang diterima oleh kaki.

Beberapa obat resep dapat memperbaiki gejala nefropati diabetik, seperti obat-obatan

yang dapat menghilangkan rasa nyeri. Namun, belum ada obat yang dapat

memperlambat perkembangan nefropati diabetik atau mencegah kondisi tersebut.

Selain obat-obatan, pengobatan alternatif seperti akupuntur juga dapat dipilih sebagai

metode menghilangkan rasa nyeri akibat nefropati diabetik.

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.

Referensi


Skerrett PJ. Diabetic neuropathy—the agony of da feet [Internet]. US: Harvard Health

Publishing; 2011 Nov [updated 2020 March; cited 2021 Feb]. Available from:

https://www.health.harvard.edu/blog/diabetic-neuropathy%E2%80%94the-agony-of-da-

feet-201111143797

Bagikan artikel ini